Bisadonasi.com – Penggerebekan narkoba di Kayumalue diwarnai perlawanan sejumlah warga saat aparat menggelar operasi gabungan di Kelurahan Kayumalue, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Situasi yang sempat memanas itu membuat petugas menembakkan gas air mata untuk mengendalikan keadaan.
Operasi tersebut dilaksanakan pada Senin (12/10) oleh Polda Sulawesi Tengah bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah. Direktur Reserse Narkoba Polda Sulteng Kombes Pol Pribadi Sembiring mengatakan kegiatan itu merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo kepada Kapolri, yang kemudian diteruskan oleh Kapolda Sulteng Irjen Pol Rizal Irawan terkait pemberantasan sarang narkoba.
Operasi gabungan menyasar lokasi yang diduga terkait narkotika
Penggerebekan narkoba di Kayumalue diwarnai pengerahan ratusan personel dari berbagai unsur. Tim yang terlibat berasal dari Polda Sulteng, BNNP Sulteng, Satuan Brimob, Direktorat Samapta, Tim Jaguar Polresta Palu, serta satuan fungsi lainnya.
Petugas mendatangi dan menggeledah sejumlah rumah yang dicurigai digunakan untuk transaksi narkotika. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya aparat menelusuri dugaan aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkoba di kawasan tersebut.
Menurut Pribadi, sejumlah warga melakukan perlawanan ketika operasi berlangsung. Mereka disebut memukul tiang listrik dan membakar tong sampah yang terbuat dari ban mobil. Kondisi tersebut mendorong aparat mengambil langkah pengendalian situasi dengan menembakkan gas air mata.
“Operasi ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo kepada Kapolri yang ditindaklanjuti Kapolda Sulteng Irjen Pol Rizal Irawan terkait pemberantasan sarang narkoba,” kata Kombes Pol Pribadi Sembiring.
Tujuh orang diamankan dan sejumlah barang disita
Dalam penggerebekan narkoba di Kayumalue diwarnai perlawanan warga tersebut, petugas mengamankan tujuh orang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hasil tes urine terhadap ketujuh orang itu menunjukkan seluruhnya positif menggunakan narkoba.
Polisi belum merinci status hukum tujuh orang yang diamankan. Aparat juga belum menjelaskan apakah narkotika ditemukan dalam penguasaan mereka ketika operasi berlangsung. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk menentukan penanganan hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang tersedia.
Selain mengamankan tujuh orang, aparat menyita satu pucuk senapan angin, empat telepon genggam, satu brankas, satu kamera pengawas atau CCTV, tujuh bong atau alat isap sabu, serta sejumlah barang lainnya. Petugas juga menghancurkan puluhan tempat yang diduga digunakan sebagai lapak peredaran narkotika.
Kayumalue menjadi perhatian aparat
Kayumalue sebelumnya telah menjadi perhatian aparat penegak hukum karena dugaan aktivitas peredaran narkotika. Polda Sulteng dan BNNP Sulteng pernah menjalankan operasi di kawasan itu dan menemukan sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan transaksi maupun penyalahgunaan narkotika.
Dalam penindakan sebelumnya, aparat tidak hanya menyasar pengguna. Polisi juga berupaya menelusuri jaringan pemasok serta pihak yang diduga mengendalikan peredaran narkoba. Pengawasan terhadap kawasan tersebut kemudian ditingkatkan karena dinilai rawan terhadap peredaran narkotika di Kota Palu.
Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Achmad Muhaimin menyatakan penindakan itu menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Sulawesi Tengah.
“Kami mengajak masyarakat berperan aktif membantu kepolisian memutus mata rantai peredaran narkotika guna melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba,” ujar Achmad Muhaimin.
FAQ: Cara masyarakat membantu pencegahan narkoba
Apa yang dapat dilakukan jika mengetahui dugaan transaksi narkoba?
Masyarakat dapat melaporkan informasi yang diketahui kepada kepolisian atau instansi berwenang. Informasi sebaiknya disampaikan secara jelas, termasuk lokasi dan dugaan aktivitas yang terlihat, tanpa mengambil tindakan sendiri yang dapat membahayakan keselamatan.
Mengapa masyarakat diminta ikut berperan?
Peredaran narkotika dapat terjadi di lingkungan sekitar dan berdampak luas, terutama bagi generasi muda. Dukungan masyarakat melalui pelaporan yang bertanggung jawab dapat membantu aparat menindaklanjuti dugaan pelanggaran serta mencegah penyalahgunaan narkoba.
Penggerebekan narkoba di Kayumalue diwarnai perlawanan warga menjadi pengingat bahwa pemberantasan narkotika memerlukan penegakan hukum sekaligus keterlibatan masyarakat. Polisi meminta warga melaporkan aktivitas yang diduga berkaitan dengan transaksi atau peredaran narkotika di lingkungan mereka.

