Hukum

Lima personel Gegana Polda Sultra terpilih misi perdamaian PBB

0516499e-cdc6-4cb4-b4b3-02704083111d

Lima Personel Gegana Sultra Siap Emban Tugas Perdamaian di Afrika Tengah

Bisadonasi.com – Lima anggota Detasemen Gegana Satuan Brigade Mobil Polda Sulawesi Tenggara akan memperkuat misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Afrika Tengah. Mereka dijadwalkan berangkat pada 10 Oktober 2026 setelah menyelesaikan tahapan seleksi dan latihan prapenerjunan yang ketat.

Penugasan ini menempatkan kelima personel dalam peleton khusus Special Weapons and Tactics atau SWAT, bagian dari kontingen Formed Police Unit (FPU) MINUSCA. Dalam struktur misi PBB, unit taktis tersebut dipersiapkan untuk menghadapi situasi dengan tingkat risiko tinggi selama operasi perdamaian internasional.

Mereka akan menjalankan tugas selama satu tahun di Republik Afrika Tengah. Keikutsertaan personel dari Sulawesi Tenggara juga menjadi representasi kemampuan anggota Brimob daerah untuk bergabung dalam penugasan berskala global membawa identitas Indonesia.

Lima Personel yang Terpilih

Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sultra, Kompol Asri Dyini, menyampaikan bahwa lima anggota yang lolos berasal dari sejumlah wilayah di Sulawesi Tenggara. Mereka adalah Bripka Ahmad Akbar dari Konawe, Briptu Reski Awal dari Kolaka Timur, Bripda Ahdiyat Muru dari Konawe Selatan, Briptu Suhuf Habib dari Bombana, serta Bharaka Fajar Andrias dari Muna.

“Lima personel yang terpilih yakni Bripka Ahmad Akbar asal Konawe, Briptu Reski Awal asal Kolaka Timur, Bripda Ahdiyat Muru dari Konawe Selatan, Briptu Suhuf Habib asal Bombana, serta Bharaka Fajar Andrias asal Muna,” kata Asri.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa peserta terpilih tidak hanya datang dari satu daerah. Masing-masing telah melewati proses penilaian berjenjang sebelum dapat masuk ke dalam formasi yang dipersiapkan untuk misi PBB.

Seleksi Berjenjang hingga Jakarta

Perjalanan menuju penugasan internasional dimulai dari pendaftaran dan pemeriksaan kelengkapan administrasi. Tahap berikutnya mencakup pengujian kemampuan bahasa Inggris serta tes psikologi menggunakan sistem Computer Assisted Test atau CAT di lingkungan Polda Sulawesi Tenggara.

Kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu unsur penting karena personel akan bekerja dalam lingkungan multinasional. Sementara itu, evaluasi psikologi diperlukan untuk mengukur kesiapan individu menghadapi tekanan, disiplin penugasan, serta dinamika kerja di wilayah operasi yang berbeda dari penugasan domestik.

Peserta yang melewati tahap di tingkat daerah kemudian menjalani seleksi akhir di Jakarta. Pada fase ini, mereka bersaing dengan perwakilan dari polda lain dan berbagai satuan kerja Polri di seluruh Indonesia. Seleksi tersebut menentukan personel yang dapat mengisi kebutuhan peleton khusus dalam kontingen FPU MINUSCA.

Asri menegaskan bahwa kelima anggota Gegana Sultra mampu bertahan hingga tahapan akhir. Setelah dinyatakan terpilih, mereka masih harus menuntaskan latihan praoperasi sebagai bagian dari persiapan sebelum keberangkatan.

“Tahapan praoperasi ini sangat ketat karena mereka bersaing dengan perwakilan polda lain. Alhamdulillah, kelima personel Gegana Sultra mampu melaluinya dan dinyatakan siap berangkat,” ujarnya.

Persiapan Menjelang Keberangkatan

Latihan praoperasi berfungsi memastikan personel siap menjalankan tanggung jawab sesuai penempatan yang akan diemban. Tahap ini menjadi bagian penting sebelum anggota diterjunkan ke luar negeri, terutama untuk tugas yang menuntut kesiapan fisik, mental, teknis, dan kemampuan bekerja dalam satuan terpadu.

Kelima anggota tersebut telah memperoleh izin dari Dansat Brimob Polda Sultra. Saat ini, persiapan akhir terus dijalani menjelang jadwal keberangkatan pada 10 Oktober 2026. Masa persiapan itu menjadi kesempatan untuk memantapkan kesiapan personal maupun koordinasi satuan sebelum memasuki lingkungan penugasan baru.

Penugasan di Republik Afrika Tengah akan menempatkan mereka dalam kerangka MINUSCA, misi PBB yang melibatkan personel dari berbagai negara. Dalam konteks tersebut, profesionalisme, kepatuhan terhadap prosedur, dan kemampuan beradaptasi menjadi unsur yang sangat penting bagi setiap anggota kontingen.

Kebanggaan bagi Sulawesi Tenggara dan Indonesia

Bagi Satbrimob Polda Sultra, keberhasilan lima personel Gegana lolos ke misi PBB memiliki arti khusus. Mereka tidak hanya membawa nama institusi, tetapi juga mewakili daerah asal dan Indonesia dalam pelaksanaan tugas perdamaian internasional.

Asri memandang penugasan ini sebagai kebanggaan bagi jajaran Brimob Sulawesi Tenggara. Seleksi yang dilalui menunjukkan bahwa kesempatan mengemban misi di luar negeri diperoleh melalui persaingan terbuka, rangkaian pengujian, serta pembuktian kesiapan pada setiap tahap.

Keberangkatan Bripka Ahmad Akbar, Briptu Reski Awal, Bripda Ahdiyat Muru, Briptu Suhuf Habib, dan Bharaka Fajar Andrias menjadi awal masa tugas satu tahun di Republik Afrika Tengah. Dengan bergabung di peleton SWAT FPU MINUSCA, kelimanya akan menjalankan peran dalam upaya menjaga keamanan pada situasi yang membutuhkan respons taktis khusus.

Frequently Asked Questions

What is Lima personel Gegana Polda Sultra terpilih?

Lima personel Gegana Polda Sultra terpilih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Lima personel Gegana Polda Sultra terpilih matter?

Lima personel Gegana Polda Sultra terpilih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.