Hukum

Polisi yang diperiksa terkait tawuran maut di Makassar menjadi 11

572583

Pemeriksaan Propam Bertambah dalam Penanganan Tawuran Maut di Makassar

Bisadonasi.com – Penyelidikan internal terhadap dugaan penembakan saat pembubaran tawuran di Makassar terus diperluas. Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Selatan kini telah memeriksa 11 anggota kepolisian, meningkat dari sebelumnya tujuh personel.

Selain anggota yang diperiksa, penyidik juga telah meminta keterangan dari dua warga yang merupakan keluarga Rafli Ramadhani alias Pingky, remaja 19 tahun yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Dengan demikian, total 13 orang telah dimintai penjelasan dalam tahap pendalaman awal.

“Kami update terkait penanganan perkara yang ditangani pada insiden penembakan. Saat ini sudah ada 13 orang yang diambil keterangan. Anggota itu 11 orang dan dua orang masyarakat,” kata Pelaksana tugas Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Dodik Susianto di Makassar, Rabu.

Keluarga Korban Telah Dimintai Keterangan

Rafli Ramadhani alias Pingky diduga mengalami luka tembak ketika aparat membubarkan tawuran di Jalan Kandea III, Bunga Ejaya Beru, Makassar, pada Minggu, 27 September 2026. Dua anggota keluarganya yang telah diperiksa adalah pihak yang dinilai dapat membantu menjelaskan kondisi korban serta informasi yang mereka ketahui terkait kejadian itu.

Dodik menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap pihak keluarga belum tentu berhenti pada dua orang tersebut. Penyidik masih membuka kemungkinan meminta keterangan tambahan apabila diperlukan untuk melengkapi rangkaian informasi.

“Dua orang dari pihak keluarga korban sendiri, kakaknya, dan juga mungkin nanti akan ada yang kami periksa kembali,” tutur Dodik kepada wartawan di sela peresmian sumur bor di Borong Tangaya, Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar.

Penambahan jumlah personel yang diperiksa menunjukkan bahwa Propam masih menelusuri secara menyeluruh siapa saja yang berada dalam rangkaian penanganan tawuran. Pada tahap ini, status 11 anggota tersebut masih sebagai pihak terperiksa dan belum ada kesimpulan mengenai bentuk pelanggaran ataupun tanggung jawab masing-masing.

Kesimpulan Menunggu Keterangan Saksi dan Gelar Perkara

Propam belum menetapkan hasil akhir karena proses pencarian fakta masih berjalan. Keterangan dari warga yang melihat kejadian, personel yang bertugas, serta bukti pendukung akan dikumpulkan lebih dulu sebelum dilakukan gelar perkara.

Gelar perkara diperlukan untuk menilai kecocokan seluruh informasi, termasuk kronologi, tindakan petugas di lapangan, dan bukti yang tersedia. Setelah tahapan itu dilakukan, penyidik akan menentukan arah penanganan berikutnya serta menyampaikan perkembangan perkara kepada publik.

“Nanti akan disimpulkan setelah semua keterangan dari masyarakat juga yang melihat sebagai saksi, barulah kita akan laksanakan gelar dan pemeriksaan disimpulkan,” ujarnya.

Dalam perkara seperti ini, keterangan saksi memiliki arti penting karena dapat membantu memperjelas urutan kejadian di lokasi. Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada tindakan yang terlihat secara langsung, tetapi juga pada kondisi sebelum tawuran dibubarkan, posisi pihak-pihak di lapangan, serta langkah yang diambil selama penanganan berlangsung.

Propam juga tetap berkoordinasi dengan tim hukum untuk melihat kemungkinan adanya unsur pidana. Namun, langkah tersebut belum memasuki tahap penanganan pidana umum karena penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti awal.

“Dan proses tetap kami laksanakan, tetap berjalan sampai saat ini pemeriksaan, juga koordinasi dengan tim hukum terkait kalau memang ada pidananya,” katanya lagi.

Dugaan Pelanggaran SOP Masih Didalami

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pemeriksaan adalah dugaan adanya ketidaksesuaian dengan standar operasional prosedur atau SOP ketika tawuran dibubarkan. Penelusuran ini mencakup tindakan personel di lapangan maupun kelengkapan administrasi yang berkaitan dengan operasi tersebut.

Belum ada pernyataan yang menyimpulkan bahwa pelanggaran SOP benar-benar terjadi. Karena itu, pemeriksaan terhadap seluruh anggota yang berkaitan dengan insiden tersebut masih diperlukan sebelum Propam mengambil sikap.

“Nanti kita dalami ya, setelah semua diperiksa termasuk personel-personel semuanya, nanti kita akan dalami semua. Ada terkait SOP-nya dan juga mungkin administrasi-administrasi lainnya,” papar Dodik.

Pemeriksaan aspek SOP penting untuk membedakan antara dugaan, fakta lapangan, dan pertanggungjawaban yang dapat dibuktikan. Penilaian tersebut juga akan menjadi bagian dari dasar bagi institusi untuk menentukan apakah terdapat tindakan disiplin, pelanggaran etik, atau kebutuhan penanganan melalui jalur lain.

Uji Balistik Akan Dikoordinasikan

Selain pemeriksaan saksi dan personel, penyidik menunggu pendalaman bukti material yang terkait dengan dugaan penembakan. Salah satu langkah yang akan dikoordinasikan adalah uji balistik terhadap proyektil atau peluru yang ditemukan.

Tim hukum akan berkoordinasi dengan Inafis dalam penanganan pemeriksaan tersebut. Hasil uji balistik nantinya dapat membantu penyidik menilai aspek teknis dari barang bukti, sehingga proses pencarian fakta tidak hanya bertumpu pada keterangan lisan.

“Untuk terkait itu penanganan pidana umum oleh tim hukum, uji balistik kita akan koordinasikan juga dengan inafis. Jadi, masih kita akan koordinasikan terkait proyektil-proyektil peluru bekas penembakan,” ujarnya.

Dodik menegaskan, seluruh anggota yang telah dimintai keterangan masih berstatus terperiksa. Setelah penyelidikan selesai dan gelar perkara dilakukan, Propam akan menyampaikan pembaruan mengenai penanganan kasus tersebut.

“Masih terperiksa, dan sudah kita periksa. Nanti setelah rampung (penyelidikan), akan kita gelarkan, baru kita update kembali,” kata mantan Kapolres Barru itu.

Frequently Asked Questions

What is Polisi yang diperiksa terkait tawuran maut?

Polisi yang diperiksa terkait tawuran maut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polisi yang diperiksa terkait tawuran maut matter?

Polisi yang diperiksa terkait tawuran maut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.