Wisata Olahraga Indonesia Didorong Menjadi Mesin Ekonomi yang Lebih Besar
Bisadonasi.com – Potensi ekonomi dari kegiatan olahraga di Indonesia dinilai masih terbuka sangat lebar, terutama melalui pengembangan wisata olahraga atau sport tourism. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menekankan pentingnya mengelola peluang tersebut secara lebih serius agar Indonesia dapat mengambil porsi yang lebih besar dari pasar global.
Nilai industri olahraga dunia disebut berada di kisaran Rp8.000 triliun. Sementara itu, nilai wisata olahraga secara global mencapai sekitar Rp9.500 triliun. Angka tersebut menunjukkan bahwa pertandingan, ajang balap, kompetisi internasional, serta aktivitas olahraga lain tidak hanya berkaitan dengan prestasi atlet, tetapi juga memiliki dampak luas bagi perjalanan, akomodasi, kuliner, perdagangan, dan citra suatu negara.
Erick menyampaikan pandangan itu di Jakarta pada Rabu saat menghadiri peluncuran buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata. Ia melihat sektor olahraga sebagai ruang pertumbuhan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Olahraga ini sangat berpotensi, potensi yang luar biasa yang selama ini kita tidak melihat. Padahal kalau kita lihat, sport industry itu sekarang kurang lebih Rp8.000 triliun, ini angka yang luar biasa. Lalu kalau kita bicara sport tourism itu mencapai Rp9.500 triliun. Ini secara global,” kata Erick Thohir.
Porsi Indonesia Masih Terbatas
Dari nilai wisata olahraga dunia tersebut, Indonesia saat ini diperkirakan baru memperoleh sekitar 0,5 persen. Nilainya berada di kisaran Rp39 triliun hingga Rp39,5 triliun. Bagi negara dengan jumlah penduduk besar, bentang alam beragam, serta berbagai agenda olahraga nasional dan internasional, capaian itu menjadi penanda bahwa ruang pengembangan masih sangat besar.
Besarnya pasar global bukan sekadar angka statistik. Wisata olahraga dapat menghadirkan pengunjung ke suatu daerah untuk menyaksikan pertandingan, mengikuti lomba, atau menikmati pengalaman yang berkaitan dengan olahraga. Ketika sebuah ajang berlangsung, pergerakan ekonomi dapat muncul di banyak sektor pendukung, mulai dari transportasi dan penginapan hingga usaha makanan, produk lokal, serta layanan pariwisata.
Erick menyatakan Indonesia perlu menggali potensi tersebut agar hasil yang diperoleh dapat melampaui capaian saat ini. Pengelolaan yang konsisten menjadi penting karena sebuah kegiatan olahraga akan memberikan dampak lebih kuat apabila terhubung dengan kesiapan infrastruktur, promosi destinasi, pelayanan bagi pengunjung, dan kesinambungan agenda.
“Kalau dari data yang kita lihat hari ini kita baru 0,5 persen daripada nilai global. Yaitu kurang lebih Rp39,5 triliun,” ujarnya.
Mandalika dan Dampak Ajang MotoGP
Sirkuit Mandalika menjadi salah satu contoh bagaimana penyelenggaraan olahraga dapat menghasilkan nilai ekonomi. Erick menyebut gelaran MotoGP pada tahun lalu menyumbang sekitar Rp5 triliun. Kontribusi tersebut memperlihatkan bahwa sebuah ajang berskala internasional dapat membawa dampak yang melampaui aktivitas balap di lintasan.
Mandalika juga menggambarkan hubungan antara olahraga, pariwisata, dan pembangunan citra destinasi. Penonton, tim, pekerja penyelenggara, hingga pelaku usaha yang terlibat dalam sebuah kompetisi menciptakan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar. Dalam konteks ini, keberhasilan ajang tidak hanya dapat diukur dari kelancaran perlombaan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan ekosistem setempat.
Pengembangan wisata olahraga dapat mencakup beragam bentuk kegiatan. Ajang internasional memang memiliki daya tarik besar, tetapi kompetisi nasional, kegiatan komunitas, dan agenda olahraga yang terhubung dengan karakter suatu daerah juga dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut. Intinya, olahraga dapat menjadi alasan bagi orang untuk datang, tinggal lebih lama, dan mengenal sebuah destinasi.
Olahraga sebagai Investasi Jangka Panjang
Erick memandang olahraga sebagai sektor dengan nilai ekonomi yang besar sekaligus potensi investasi yang menjanjikan. Namun, dampaknya tidak berhenti pada perputaran uang. Olahraga juga berhubungan dengan pembentukan karakter, kebanggaan publik, serta penguatan identitas nasional.
Ia mengaitkan pandangan itu dengan langkah Presiden Sukarno pada masa awal Indonesia merdeka. Dalam beberapa tahun setelah kemerdekaan, Indonesia menggelar Pekan Olahraga Nasional atau PON, lalu melanjutkannya dengan penyelenggaraan Asian Games. Peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan bahwa olahraga telah dipandang sebagai bagian dari pembangunan bangsa sejak masa awal republik.
Pembangunan yang menyertai agenda olahraga pada periode itu masih memiliki jejak yang terlihat hingga sekarang. Gelora Bung Karno, Hotel Indonesia, Sarinah, Tugu Selamat Datang, dan Jembatan Semanggi disebut sebagai contoh infrastruktur yang terus dinikmati masyarakat. Kehadirannya tidak hanya terkait kebutuhan sebuah ajang, tetapi juga membentuk wajah kota dan menjadi bagian dari memori nasional.
“Itu bagaimana kita berinvestasi. Artinya apa? Tidak hanya investasi karakter bangsa, tapi juga ada investasi ke ekonominya. Dan ini merupakan national branding sampai hari ini,” katanya menambahkan.
Pelajaran dari pembangunan tersebut memperlihatkan bahwa investasi olahraga dapat memberikan manfaat lintas generasi apabila direncanakan dengan baik. Fasilitas yang dibangun untuk pertandingan dapat terus digunakan bagi masyarakat, pelatihan atlet, kegiatan komunitas, maupun acara lain. Pada saat yang sama, keberadaan ikon dan infrastruktur dapat memperkuat daya tarik suatu wilayah.
Bagi Indonesia, penguatan wisata olahraga berarti membuka peluang agar kegiatan olahraga tidak dipandang sebagai acara sesaat. Dengan pengelolaan yang tepat, setiap agenda dapat menjadi pintu untuk memperkenalkan destinasi, menggerakkan usaha lokal, dan memperluas kontribusi Indonesia di pasar wisata olahraga dunia yang nilainya mencapai ribuan triliun rupiah.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Erick Thohir?
Erick Thohir is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Erick Thohir matter?
Erick Thohir matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

