All Sport

KONI Pusat minta Percasi hadirkan kompetisi berkesinambungan

khrisna-edit-1788294167-5bb2d0059d
Foto : Nadia Utami - bisadonasi.com
Daftar Isi
  1. Percasi Hadirkan JAPFA Chess Festival 2026: 523 Pecatur dari Empat Negara Bertarung di Senayan
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Percasi Hadirkan JAPFA Chess Festival 2026: 523 Pecatur dari Empat Negara Bertarung di Senayan

Bisadonasi.com – Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta, akan menjadi pusat perhatian dunia catur pada 1–6 September 2026. Sebanyak 523 pecatur dari empat negara akan saling berhadapan di papan 8×8 dalam ajang JAPFA Chess Festival 2026, sebuah turnamen yang memperebutkan total hadiah senilai Rp298.900.000. Acara ini mempertandingkan 12 kategori berbeda, menjadikannya salah satu kompetisi catur berskala terbesar yang pernah digelar di ibu kota.

Di balik gelaran tersebut, terdapat dorongan kuat dari lembaga olahraga nasional agar pembinaan pecatur Indonesia tidak lagi bersifat sporadis. Wakil Ketua Umum III Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Mayjen TNI Purn Andrie T.U. Soetarno, secara tegas meminta Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) untuk membangun ekosistem kompetisi yang berjalan tanpa jeda, dimulai sejak anak-anak masih di usia sekolah dasar.

Pesan dari Puncak: Pembinaan Harus Berjenjang

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, Andrie menyampaikan bahwa jalur menuju prestasi puncak tidak bisa ditempuh dalam semalam. Ia menekankan bahwa setiap pecatur yang kelak mampu bersaing di level internasional harus melewati tahapan pembinaan yang sistematis dan berkelanjutan.

“Pembinaan prestasi tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan dimulai dari usia dini. Saya berharap melalui kejuaraan ini akan lahir Grand Master Catur Indonesia yang mampu menorehkan prestasi di kancah dunia.”

Pernyataan tersebut menggarisbawahi satu persoalan struktural yang lama menghantui catur Indonesia: ketiadaan liga atau sirkuit kompetisi nasional yang konsisten sepanjang tahun. Tanpa kompetisi reguler, pecatur muda kehilangan ruang untuk mengasah kemampuan secara bertahap, dan jalur menuju gelar internasional seperti International Master (IM) atau Grand Master (GM) menjadi terputus. Andrie melihat JAPFA Chess Festival 2026 sebagai salah satu titik awal untuk memutus siklus tersebut.

Dukungan dari Kementerian Olahraga

Apresiasi terhadap konsistensi Percasi juga datang dari lingkup Kementerian Pemuda dan Olahraga. Plt. Sekretaris Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Setiyana Djafar, menilai bahwa penyelenggaraan kompetisi catur dengan standar internasional merupakan langkah yang patut diapresiasi.

“Catur bukan hanya olahraga, melainkan juga kegiatan yang melatih kedisiplinan, penentuan strategi, serta konsentrasi. Hal itu selaras dengan langkah pembangunan karakter bangsa.”

Komentar Setiyana menempatkan catur bukan semata-mata sebagai cabang olahraga yang mengejar medali, tetapi juga sebagai instrumen pembentukan karakter. Dalam konteks kebijakan olahraga nasional, argumen ini memperkuat posisi catur sebagai cabang yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah, sejajar dengan cabang-cabang lain yang telah lama menjadi prioritas pembinaan.

Format Turnamen dan Duel Internasional

JAPFA Chess Festival 2026 dirancang dengan 12 kategori yang mencakup berbagai kelompok usia dan tingkat keahlian. Di antara kategori tersebut terdapat duel pertemuan internasional yang mempertemukan pecatur Indonesia dengan lawan dari negara lain. Dua pertandingan yang mendapat sorotan khusus adalah:

IM Satria Duta Cahaya, pecatur muda Indonesia yang telah meraih gelar International Master, akan berhadapan dengan IM Dau Khoung Duy dari Vietnam. Pertemuan dua pemegang gelar IM ini menjadi ujian nyata bagi kemampuan Satria di panggung internasional.

Di sisi lain, pecatur putri Indonesia WiM Laysa Latifa dijadwalkan menghadapi WGM Xeniya Balabayeva dari Kazakhstan. Laysa, yang telah mengantongi gelar Woman International Master, akan menguji ketangguhannya melawan lawan berstatus Woman Grand Master, satu tingkat di atas gelarnya.

Konteks Lebih Luas: Posisi Indonesia di Peta Catur Dunia

Indonesia selama ini belum memiliki pecatur yang menyandang gelar Grand Master penuh, gelar tertinggi dalam hierarki catur internasional yang ditetapkan FIDE. Keberadaan beberapa pemegang gelar IM dan WIM menunjukkan bahwa fondasi talenta sudah ada, namun tanpa kompetisi berkesinambungan, talenta tersebut sulit berkembang hingga puncak. Permintaan Andrie agar Percasi membangun sirkuit kompetisi dari usia dini pada dasarnya adalah ajakan untuk menciptakan jalur yang jelas bagi pecatur muda: dari turnamen tingkat sekolah, ke liga daerah, ke kejuaraan nasional, hingga akhirnya ke panggung internasional.

Keberadaan 523 peserta dari empat negara dalam satu turnamen juga menandakan bahwa Indonesia mulai dipandang sebagai tuan rumah yang kredibel bagi kompetisi catur berstandar global. Wisma Serbaguna Senayan, dengan kapasitas dan fasilitasnya, menyediakan infrastruktur yang memadai untuk menggelar event berskala besar tanpa hambatan logistik berarti.

Jika komitmen pembinaan berjenjang yang ditekankan oleh KONI Pusat benar-benar diwujudkan dalam kebijakan tahunan Percasi, maka JAPFA Chess Festival 2026 bukan sekadar turnamen musiman. Ia berpotensi menjadi batu pertama dalam sebuah arsitektur kompetisi nasional yang, dalam jangka panjang, dapat melahirkan pecatur Indonesia pertama dengan gelar Grand Master dan membawa nama negara ke papan catur dunia secara berkelanjutan.

Frequently Asked Questions

What is KONI Pusat minta Percasi hadirkan kompetisi?

KONI Pusat minta Percasi hadirkan kompetisi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KONI Pusat minta Percasi hadirkan kompetisi matter?

KONI Pusat minta Percasi hadirkan kompetisi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Nadia Utami - bisadonasi.com

Nadia Utami - bisadonasi.com

Nadia Utami adalah content strategist yang berfokus pada pengembangan konten edukatif di bidang sosial dan kemanusiaan. Ia memiliki pengalaman dalam membangun kampanye digital yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donasi.

Nadia percaya bahwa konten yang baik bukan hanya informatif, tetapi juga mampu menggerakkan hati pembacanya untuk bertindak.