Key Strategy: ULM lakukan monitoring pertumbuhan tanaman mangrove di Tanah Laut
ULM Lakukan Monitoring Pertumbuhan Mangrove sebagai Strategi Utama di Tanah Laut
Key Strategy - Banjarmasin, Minggu – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melakukan monitoring pertumbuhan tanaman mangrove di Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Monitoring ini dilakukan setelah pelaksanaan penanaman seluas 5 hektare pada tahun 2025 lalu, sebagai bagian dari Key Strategy jangka panjang dalam menjaga ekosistem pesisir. Tujuan utama kegiatan ini adalah mengevaluasi kondisi serta tingkat keberhasilan tanaman yang ditanam sekitar enam bulan sebelumnya.
Yusuf Azis, Wakil Rektor ULM bidang Kerjasama, Humas, dan Sistem Informasi, menjelaskan bahwa survei ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja rehabilitasi ekosistem pesisir. "Key Strategy ini akan memberikan data akurat untuk mengetahui apakah upaya restorasi mangrove mencapai hasil yang optimal," ujarnya. Hasil monitoring diperlukan sebagai dasar bagi pengambilan keputusan dalam memperbaiki metode penanaman dan pemeliharaan.
Hasil Monitoring yang Positif
Menurut data yang dikumpulkan, sebagian besar tanaman mangrove di lokasi survei menunjukkan pertumbuhan yang memuaskan. Yusuf Azis menyatakan bahwa keberhasilan ini menunjukkan adaptasi yang baik terhadap lingkungan pesisir yang dinamis, termasuk perubahan kondisi air laut akibat pasang surut. "Kira-kira 80 hingga 90 persen dari tanaman yang ditanam masih hidup dan berkembang secara signifikan," tambahnya. Key Strategy ini membantu mengukur respons tanaman terhadap lingkungan, termasuk serangga dan hewan kecil yang memperkaya siklus nutrisi.
Pengukuran dilakukan terhadap berbagai indikator, seperti tinggi batang, kepadatan daun, serta tingkat kelangsungan hidup (survival rate). Tim juga mengevaluasi kondisi tanah, ketersediaan air, dan interaksi dengan ekosistem sekitar. "Dengan Key Strategy ini, kami bisa memahami faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan tanaman," jelas Yusuf. Data dari survei ini juga menjadi acuan untuk mengoptimalkan strategi penanaman.
Kendala dalam Pertumbuhan Mangrove
Monitoring menemukan beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Beberapa tanaman terlihat mati atau mengalami patah batang, yang diduga disebabkan oleh cuaca ekstrem seperti angin kencang. "Key Strategy ini menyoroti bahwa faktor alam bisa sangat memengaruhi pertumbuhan pohon muda, terutama jika akar mereka belum kuat," kata Yusuf Azis. Observasi menunjukkan hubungan antara intensitas badai dan tingkat kerusakan tanaman.
Kawasan pesisir memiliki perubahan cuaca yang cepat, sehingga memerlukan pengawasan rutin. Yusuf menegaskan bahwa angin dan gelombang laut menjadi penyebab utama kerusakan di sejumlah titik. "Key Strategy dalam monitoring memastikan bahwa dampak negatif cuaca tidak menghambat upaya rehabilitasi," tambahnya. Hasil survei ini akan digunakan untuk merancang strategi mitigasi.
Key Strategy dalam Pengelolaan Berkelanjutan
Hasil monitoring tidak hanya mengukur keberhasilan penanaman, tetapi juga menjadi dasar untuk Key Strategy dalam pengelolaan mangrove berkelanjutan. Yusuf Azis menjelaskan bahwa ULM akan menyusun langkah-langkah peningkatan berdasarkan data yang diperoleh. "Dengan Key Strategy ini, kami bisa menyesuaikan metode penanaman dan pemeliharaan sesuai kondisi lingkungan," ujarnya. Keterlibatan masyarakat dan pemerintah setempat juga menjadi bagian integral dari strategi tersebut.
Kolaborasi dengan masyarakat sekitar area penanaman menjadi strategi utama untuk memastikan keberlanjutan. Yusuf menyebutkan bahwa komunitas memiliki peran vital dalam menjaga keberhasilan proyek rehabilitasi. "Key Strategy ini melibatkan edukasi terus-menerus kepada masyarakat agar mereka aktif dalam melindungi tanaman hingga mencapai usia dewasa," tambahnya. Keterlibatan aktif masyarakat diperlukan untuk menjaga konsistensi program.
Langkah Berikutnya untuk Pemulihan Ekosistem
Dari hasil survei, ULM berencana melakukan perbaikan di area dengan pertumbuhan yang kurang optimal. Yusuf Azis menjelaskan bahwa penanaman akan dilanjutkan dengan spesies yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem. "Key Strategy ini mencakup penambahan perlindungan, seperti penggunaan jaring penangkal angin dan pengaturan jalur air," tambahnya. Inisiatif ini diharapkan meningkatkan kelangsungan hidup tanaman di masa depan.
Key Strategy dalam kegiatan monitoring ini juga memberikan gambaran tentang kebutuhan infrastruktur pendukung dalam restorasi mangrove. Yusuf Azis menyatakan bahwa kurangnya pengawasan berkala bisa menyebabkan hilangnya hasil awal. "Key Strategy ini bertujuan untuk memastikan masyarakat lebih memahami manfaat mangrove dan aktif dalam menjaganya," ujarnya. Dengan data yang akurat, ULM bisa menyesuaikan strategi berdasarkan kebutuhan ekosistem lokal.