Gempa 6,7 M guncang Palu – sejumlah bangunan rusak dan 8 orang terluka
Gempa 6,7 M Guncang Palu, 8 Orang Terluka dan Beberapa Bangunan Rusak
Gempa 6 7 M guncang Palu - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa gempa bumi tektonik dengan intensitas 6,7 derajat menggoyang Palu, Sulawesi Tengah, pada hari Selasa, tepatnya pukul 10.27 WIB. Guncangan tersebut terjadi di tengah aktivitas rutin warga kota yang dikenal sebagai pusat perekonomian daerah tersebut. Dalam peristiwa ini, delapan individu dilaporkan mengalami cedera, sementara beberapa bangunan mengalami kerusakan signifikan.
Kerusakan tercatat di beberapa lokasi strategis, seperti gedung di Jalan Tanjung Manimbaya Kota Palu, auditorium UNTAD, serta Kantor Bupati Sigi. Warga sekitar mengatakan bahwa guncangan terasa kuat, menyebabkan sejumlah struktur bangunan bergoyang dan beberapa di antaranya terlihat retak atau berdiri goyah. Menurut informasi yang dihimpun, gempa tersebut tidak menimbulkan gelombang tsunami, namun dampaknya tetap menyebabkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Pelaksanaan pengecekan terhadap bangunan yang rusak sedang dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat. Selain itu, pihak setempat juga memastikan keamanan warga yang berada di sekitar area kerusakan. Berdasarkan data BMKG, gempa ini terjadi setelah serangkaian guncangan kecil sebelumnya, menunjukkan potensi aktivitas tektonik yang masih aktif di wilayah tersebut.
Kota Palu, yang terletak di pesisir barat Sulawesi Tengah, sering menjadi korban gempa akibat letak geografisnya yang dekat dengan zona patahan. Sejumlah warga menyatakan bahwa guncangan ini berlangsung selama sekitar 15 detik, mengakibatkan kepanikan sementara di beberapa area. Pemerintah setempat telah mengeluarkan peringatan untuk masyarakat agar tetap waspada dan melakukan pengecekan terhadap bangunan yang berpotensi longsor atau runtuh.
Seorang warga, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa ia sedang berada di rumah saat gempa terjadi. Ia menyebutkan, "Gempa itu sangat keras, bahkan meja di dalam rumah kami bergetar. Beberapa bangunan di sekitar kami mengalami kerusakan, dan kami berharap tidak ada korban jiwa yang lebih parah," kata warga tersebut. Situasi ini memicu warga untuk berlarian ke luar rumah, terutama di wilayah yang berdekatan dengan area kerusakan.
BMKG mencatat bahwa gempa ini memiliki kedalaman sekitar 20 kilometer, sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan di permukaan tanah. Selain itu, gempa tersebut disebut sebagai bagian dari aktivitas seismik yang berlangsung di wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah peneliti geofisika menilai bahwa intensitas gempa ini memang cukup tinggi, namun tidak lebih dari sebelumnya.
Upaya evakuasi dan pemeriksaan ke lokasi kerusakan sedang berlangsung secara terus-menerus. Pemerintah daerah juga memberikan dukungan logistik dan medis kepada korban yang terluka. Dalam upaya mengurangi risiko, pihak berwenang memberikan saran agar warga memastikan kesiapan darurat dan tidak menggunakan bangunan yang rusak untuk sementara waktu.
Sementara itu, masyarakat di sekitar Palu mengunggah berbagai video dan foto ke media sosial untuk membagikan situasi terkini. Beberapa unggahan menunjukkan kehancuran di bangunan-bangunan yang didirikan di daerah rawan gempa. BMKG juga memberikan informasi bahwa gempa ini tergolong sedang dalam skala kekuatan yang diukur, namun pengaruhnya terasa jelas di wilayah kota.
Kerusakan yang tercatat terutama terdapat pada bangunan-bangunan yang memiliki struktur lama atau kurang tahan terhadap gempa. Auditorium UNTAD menjadi salah satu titik yang paling terdampak, dengan sebagian besar lantai dan dinding mengalami retakan. Kantor Bupati Sigi juga terlihat mengalami kerusakan pada struktur atap dan beberapa kolom penyanggah.
Menurut laporan BMKG, gempa ini merupakan bagian dari aktivitas seismik yang lebih luas di wilayah Sulawesi Tengah. Zona patahan yang aktif berpotensi menimbulkan gempa-gempa lanjutan, sehingga masyarakat diminta tetap mengawasi peringatan dini dan siap menghadapi kemungkinan kejadian serupa. Saat ini, tidak ada laporan tambahan mengenai korban yang meninggal, namun jumlah korban terluka terus bertambah.
Pasca-gempa, warga Palu terus berusaha memulihkan situasi dengan membantu korban dan memeriksa kondisi bangunan. Sejumlah petugas juga berjaga di sekitar area kerusakan untuk memastikan tidak ada kecelakaan tambahan. BMKG memperkirakan bahwa kerusakan yang terjadi akan memerlukan waktu beberapa hari untuk diperbaiki secara lengkap.
(M. Izfaldi/Rayyan/Rijalul Vikry)