Agenda Utama: 8 Fenomena Langit Malam yang Bisa Disaksikan di Bulan April, dari Parade Planet hingga Pink Moon
8 Fenomena Langit Malam yang Bisa Disaksikan di Bulan April
Bulan April menyajikan rangkaian kejadian langit yang menarik, mulai dari fenomena alam seperti bulan purnama hingga peristiwa astronomi unik. Meski musim semi kerap disebut sebagai “musim galaksi”, bulan ini menawarkan banyak hal lain yang layak diperhatikan.
Bulan Purnama Merah Muda (Pink Moon)
Di awal April, langit akan menyambut fenomena bulan purnama yang diberi nama Pink Moon. Meski terdengar menarik, bulan ini tidak benar-benar berwarna merah muda. Nama tersebut berasal dari bunga liar musim semi yang bermekaran di wilayah Amerika Utara bagian timur, menurut
catatan tradisi.
Bulan mencapai puncaknya pada pukul 10.12 malam waktu ET (Eastern Time), dengan penampakan maksimal saat terbit di ufuk timur seiring matahari terbenam.
Merkurius pada Elongasi Terbesar
Konjungsi Planet Merkurius terjadi pada 3 April, saat planet tersebut berada di posisi paling jauh dari Matahari. Hal ini memudahkan pengamatan, terutama di ufuk timur sebelum matahari terbit. Dalam beberapa hari berikutnya, Mars juga akan muncul di cakrawala, memberikan peluang untuk mengamati dua planet bergerak bersama.
Perihelion Komet MAPS
Pada 4 April, komet baru bernama C/2026 A1 (MAPS) akan mencapai titik terdekatnya dengan Matahari, yaitu perihelion. Sebagai komet “sun-grazing”, ia melintas hanya sekitar 850.000 mil dari inti Matahari. Perjalanan ini berpotensi menghasilkan efek spektakuler, meski tidak semua komet bertahan hingga akhirnya terlihat.
Parade Planet Subuh
Antara 16 hingga 23 April, tiga planet—Merkurius, Mars, dan Saturnus—akan tampak berdekatan di ufuk timur sebelum matahari terbit. Formasi mereka berubah setiap hari, mencakup pola piramida hingga garis diagonal. Pada 18–20 April, ketiga planet diperkirakan paling dekat, menawarkan pengamatan yang optimal.
Waktu Terbaik Mengamati Bintang
Ketika bulan baru pada 17 April, langit akan cukup gelap untuk mengamati bintang dengan jelas. Pada hari itu, inti galaksi Bima Sakti mulai terlihat jelas menjelang subuh. Untuk hasil terbaik, pilih lokasi yang minim polusi cahaya, seperti taman nasional atau kawasan langit gelap.
Konjungsi Bulan, Venus, dan Pleiades
Selama 18–19 April, bulan sabit, Venus, dan gugus bintang Pleiades akan berjejer di langit barat. Fenomena ini bisa diamati selama 2–3 jam setelah matahari terbenam. Di area langit lebih tinggi, Jupiter juga akan bersinar di atas rasi Orion, menambah kesan misterius malam itu.
Puncak Hujan Meteor Lyrid
Hujan meteor Lyrid berlangsung dari 14 hingga 30 April, dengan puncak pada 21–22 April. Saat langit paling gelap, kejadian ini bisa menghasilkan sekitar 10–15 meteor per jam. Komet akan memiliki titik radian di rasi Lyra, yang tinggi di langit menjelang subuh.
Galaksi Whirlpool (M51)
April menjadi waktu ideal untuk mengamati galaksi lain di luar Bima Sakti, seperti M51 (Galaksi Whirlpool). Objek ini dapat dilihat sepanjang bulan dan berada dekat “pegangan” rasi Biduk (Big Dipper). Dengan teropong, galaksi ini terlihat seperti awan cahaya, sementara teleskop mengungkap struktur spiralnya secara jelas. Selain itu, galaksi trio Leo juga menarik untuk diamati di dekat rasi Leo.
