Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Nezar: AI dan “blockchain” bisa cegah kebocoran perdagangan nasional

Published 24/07/2026 · Updated 24/07/2026 · By Ahmad Hidayat - bisadonasi.com

Foto : Ahmad Hidayat - bisadonasi.com

Integrasi Kecerdasan Buatan dan Blockchain: Solusi Mencegah Kebocoran Perdagangan Nasional

Bisadonasi.com – Nezar - Jakarta — Dalam perkembangan teknologi terkini, integrasi antara kecerdasan artifisial atau AI dengan teknologi blockchain dipandang sebagai solusi strategis untuk mengatasi permasalahan kebocoran dalam sistem perdagangan nasional. Pendapat ini disampaikan oleh Nezar Patria, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Digital. Menurutnya, sinergi kedua teknologi ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi dan transparansi perdagangan di Indonesia.

Digitalisasi yang dilakukan secara komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir, membuka peluang bagi pemerintah maupun pelaku usaha untuk mengidentifikasi titik-titik kehilangan dalam rantai pasok. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga menekan potensi kecurangan yang selama ini menjadi masalah dalam sistem perdagangan. Dengan catatan yang lebih akurat, optimasi produksi dapat dilakukan secara lebih efektif.

Audiensi dengan BRAIN IPB University

Pernyataan tersebut disampaikan Nezar saat menerima kunjungan audiensi dari Blockchain, Robotics, and Artificial Intelligence Network (BRAIN) yang merupakan bagian dari Institut Pertanian Bogor (IPB University). Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital yang berlokasi di Jakarta Pusat pada hari Kamis. Dalam kesempatan tersebut, Nezar menjelaskan secara mendalam bagaimana kedua teknologi ini dapat saling melengkapi dalam sistem perdagangan modern.

Menurut penjelasan Nezar, blockchain memiliki kemampuan untuk menghadirkan sistem pencatatan transaksi yang transparan dan sulit untuk dimanipulasi oleh pihak manapun. Sementara itu, AI dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari prediksi permintaan pasar, optimasi proses produksi, hingga peningkatan efisiensi dalam distribusi barang ke berbagai lokasi.

"Kalau bisa dibuat satu sistem perdagangan yang pencatatannya lebih akurat, kita bisa mencegah kebocoran. Produksinya juga bisa lebih baik karena kita dapat mendeteksi titik-titik kehilangan sehingga optimasi bisa dilakukan," jelas Nezar Patria dalam keterangannya.

Digitalisasi End-to-End untuk Efisiensi Bisnis

Nezar menjelaskan bahwa selama ini, setiap perpindahan data, pembayaran, maupun logistik dalam rantai perdagangan selalu menimbulkan biaya tambahan yang signifikan. Pergeseran moda transportasi atau perpindahan ke platform lain juga memerlukan biaya tambahan. Oleh karena itu, digitalisasi secara menyeluruh dari hulu hingga hilir menjadi sangat penting agar proses bisnis dapat berlangsung lebih efisien.

"Setiap perpindahan moda ada cost. Pindah ke platform lain, ada cost lagi. Karena itu sekarang arahnya adalah sistem yang seamless, end-to-end, sehingga proses bisnis menjadi lebih efisien," tuturnya.

Pendekatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong transformasi digital sektor produktif, khususnya di bidang agroindustri yang merupakan salah satu kekuatan ekonomi nasional Indonesia. Nezar menilai bahwa kolaborasi ini sangat sesuai dengan misi IPB University dalam mengembangkan teknologi untuk kepentingan masyarakat.

"Ini bagus dan sesuai juga dengan misi IPB. Teknologi bisa membantu sistem perdagangan menjadi lebih baik, pencatatannya lebih akurat, dan berbagai potensi fraud dapat ditekan," katanya.

Kolaborasi Pemerintah dan Akademisi

Lebih lanjut, Nezar memberikan apresiasi tinggi terhadap perhatian kalangan akademisi terhadap perkembangan teknologi mutakhir, termasuk quantum computing dan blockchain. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi sangat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan inovasi yang mendukung kebutuhan nasional.

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga menciptakan solusi teknologi yang relevan dengan kondisi lokal. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor akademik, pemerintah dapat memastikan bahwa transformasi digital berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kita harus terus memasang mata dan telinga terhadap perkembangan teknologi. Yang paling penting adalah bagaimana solusi-solusi digital yang dikembangkan benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mendukung program-program strategis nasional," pungkas Nezar Patria.

Dengan demikian, integrasi AI dan blockchain bukan hanya sekadar tren teknologi, melainkan solusi nyata untuk memperkuat sistem perdagangan nasional Indonesia. Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha, Indonesia dapat membangun ekosistem digital yang lebih transparan, efisien, dan kompetitif di tingkat global.