Important Visit: Ekraf sebut industri gim dan esport buka peluang lapangan kerja baru
Ekraf sebut industri gim dan esport buka peluang lapangan kerja baru
Important Visit - Jakarta, Minggu – Seiring berkembangnya teknologi digital, industri permainan komputer (gim) dan esports kini menjadi bagian penting dari perekonomian kreatif Indonesia. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa sektor ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk hiburan bagi generasi muda, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi yang menciptakan lapangan kerja baru serta menghasilkan talenta digital berdaya saing tinggi. Menurut Teuku, industri tersebut kini semakin mengalami pertumbuhan yang signifikan, sehingga perlu dukungan komprehensif dari berbagai pihak untuk memperkuat ekosistemnya.
Ekosistem yang Membentuk Karakter Generasi Muda
Menurut Teuku Riefky Harsya, pemerintah tidak hanya fokus pada pengembangan talenta, tetapi juga pada membangun keseluruhan ekosistem industri. Hal ini mencakup berbagai komponen seperti pemain game (gamers), caster, komunitas, penyelenggara acara, media, serta profesi baru di bidang gim yang berpotensi memberikan ruang tumbuh untuk generasi muda. "Ekraf berupaya memastikan semua elemen ekosistem tersebut terpenuhi, sehingga mampu menciptakan peluang usaha dan pekerjaan yang relevan dengan minat masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi.
“Kementerian Ekraf bukan hanya fokus terhadap talenta saja, tetapi keseluruhan ekosistem mulai dari gamers, casters, komunitas, event organizer, media, hingga profesi baru untuk subsektor gim yang membuka lapangan kerja dan ruang tumbuh bagi generasi muda Indonesia,” kata Teuku Riefky Harsya.
Menurut Teuku, situasi ini juga didukung oleh minat generasi Z dan milenial yang semakin tinggi terhadap pekerjaan yang sesuai dengan passion mereka. Data menunjukkan sekitar 60 persen dari kelompok usia ini lebih memilih bekerja sesuai minat dan kegemaran. "Kondisi ini menjadi peluang besar bagi industri kreatif, khususnya sektor gim dan esports, untuk berkembang lebih cepat dalam beberapa tahun ke depan," tambahnya.
Komitmen pemerintah dalam mendukung pengembangan industri ini terlihat dari kolaborasi berkelanjutan antara Kementerian Ekraf dan Indonesia Esports Association (IESPA). Dalam kerja sama tersebut, pihak-pihak terkait fokus pada penguatan ekosistem digital, peningkatan nilai ekonomi, serta pengembangan inovasi bagi pelaku usaha kreatif. Selain itu, kolaborasi ini bertujuan membangun sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat internasional.
Penghargaan untuk Sinergi yang Berhasil
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi yang diberikan, Kementerian Ekraf meraih penghargaan sebagai Mitra Lembaga Pemerintah Terbaik pada Musyawarah Nasional IESPA 2026. Penghargaan ini mengakui peran pemerintah dalam memperkuat kemitraan dengan industri esports. Dengan dukungan tersebut, keberadaan industri gim dan esports diharapkan bisa lebih terstruktur dan memberikan manfaat lebih luas.
Menurut Ibnu Sulistyo Riza Pradipto, Ketua Umum IESPA, kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri menjadi fondasi penting dalam membentuk ekosistem esports yang sehat dan berkelanjutan. "Kami ingin IESPA tidak hanya fokus pada pembinaan atlet atau pro player, tetapi juga membangun seluruh rantai ekosistem esports," ujarnya.
"Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kami optimistis esports Indonesia mampu melangkah lebih jauh dan punya kekuatan regional maupun global," tutur Ibnu Sulistyo Riza Pradipto.
Dalam upaya memperkuat posisi esports sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif, pihak-pihak terkait terus mendorong pengembangan infrastruktur, pendidikan, serta pelatihan digital. Hal ini bertujuan mengubah industri esports dari sekadar ajang kompetisi menjadi ruang yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memperluas peluang usaha bagi masyarakat. IESPA juga berperan aktif dalam menyediakan wadah bagi pengembangan komunitas, event, serta ekosistem lain yang mendukung pertumbuhan industri ini.
Menurut Ibnu, keberhasilan kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem yang tidak hanya menguntungkan sektor esports, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi kreatif secara keseluruhan. "Esports tidak lagi hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang inovasi, pendidikan, dan peluang kerja yang relevan dengan kebutuhan generasi muda," jelasnya.
Kehadiran esports Indonesia diharapkan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat, baik dari segi jumlah peserta maupun kualitas. Dukungan dari pemerintah, komunitas, dan industri akan membantu sektor ini mengejar prestasi kompetitif sekaligus memperkuat posisi sebagai pilar ekonomi kreatif. Dengan tumbuhnya industri ini, berbagai peluang usaha dan pekerjaan baru di bidang teknologi, desain, serta manajemen digital pun akan terus berkembang.
Teuku Riefky Harsya menambahkan bahwa Ekraf terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor kreatif, termasuk bidang gim dan esports. Penguatan ekosistem ini tidak hanya berdampak pada perekonomian, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang inovatif dan mampu bersaing di tingkat global. "Kita perlu memastikan bahwa industri ini mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat," pungkasnya.