Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Pembangunan PSEL Bali Resmi Dimulai, PLN Dukung Penuh Transformasi Nasional Pengelolaan Sampah Jadi Energi Listrik

Published 10/07/2026 · Updated 10/07/2026 · By Ayu Saraswati

Inisiatif PSEL Bali Resmi Dimulai dengan Dukungan Penuh PLN

Latest Program - Proses pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali telah secara resmi dimulai. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari PT PLN (Persero) sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi nasional dalam pengelolaan sampah. Penandatanganan dokumen-dokumen penting menjadi momen krusial dalam agenda ini, termasuk Sponsor Agreement dan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL). Upacara peresmian berlangsung di Denpasar Selatan pada hari Rabu, tanggal 8 Juli.

Komitmen Tiga Pihak dalam Proyek PSEL Bali

Komitmen tersebut ditandatangani oleh tiga entitas utama. PLN bertindak sebagai offtaker yang akan menyerap energi listrik yang dihasilkan. PT Daya Energi Bersih Nusantara atau yang dikenal sebagai Denera berperan sebagai perusahaan induk yang menaungi seluruh entitas pelaksana proyek PSEL di seluruh Indonesia. Sementara itu, PT Weiming Nusantara Bali New Energy memegang peran sebagai Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) untuk PSEL Bali.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pembangunan PSEL merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional. Komitmen pemerintah telah diperkuat melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mengatur penanganan sampah melalui pengolahan menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada Danantara Indonesia, pemerintah daerah, PLN, dan seluruh pihak yang bekerja bersama mewujudkan dimulainya pembangunan PSEL Bali. Program ini dapat berjalan karena hambatan regulasi yang selama bertahun-tahun memperlambat penyelesaian persoalan sampah mulai kita sederhanakan melalui deregulasi. Dengan aturan yang lebih jelas, kerja sama yang kuat, dan tata kelola yang baik, saya yakin pengelolaan sampah dapat kita percepat untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Zulkifli.

Arahan Presiden untuk Penyelesaian Masalah Sampah

Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan bahwa pembangunan PSEL merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Rosan, masalah sampah merupakan tantangan bersama yang harus diselesaikan secepat mungkin agar tidak menjadi beban bagi generasi mendatang.

"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, masalah sampah adalah tantangan kita bersama yang harus diselesaikan secepat mungkin, sehingga tidak menjadi beban bagi generasi mendatang. PSEL hadir untuk mengatasi dampak sampah terhadap lingkungan hidup, kesehatan, dan keselamatan dengan menggunakan teknologi yang sudah terbukti. Pelaksanaan PSEL oleh Danantara Indonesia tidak hanya dilakukan secara cepat, tetapi juga dengan penuh kehati-hatian dan standar tata kelola tertinggi," kata Rosan.

Dampak Positif bagi Bali dan Pariwisata

Bagi Provinsi Bali, pembangunan PSEL menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata. Sektor pariwisata merupakan salah satu penggerak utama perekonomian daerah Bali. Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyampaikan bahwa pembangunan PSEL Bali menjadi langkah penting untuk memperkuat pengelolaan sampah di Pulau Dewata.

"Kalau ini selesai, bukan saja ekosistem lingkungan yang akan bagus, sehat untuk kehidupan masyarakat, tetapi citra pariwisata Bali akan meningkat," kata Koster.

Peran PLN dalam Integrasi Energi

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa transformasi pengelolaan sampah menjadi energi merupakan langkah penting dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

"PSEL merupakan wujud transformasi dalam pengelolaan sampah. Melalui kolaborasi yang kuat, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi yang memberi manfaat. PLN siap mendukung program ini dengan memastikan energi yang dihasilkan dapat terserap secara andal ke dalam sistem kelistrikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas," ujar Darmawan.

Target Kapasitas dan Pengembangan Nasional

Fasilitas PSEL Bali dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah sebesar 1.200 hingga 1.650 ton per hari. Potensi pembangkitan listrik yang dihasilkan mencapai 30 megawatt (MW). Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan PSEL di 11 lokasi yang ditargetkan mampu mengolah hingga 14.928 ton sampah per hari dengan potensi kapasitas pembangkitan mencapai 310,3 MW.

Pengembangan PSEL di berbagai daerah diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat pengelolaan sampah nasional sekaligus menghadirkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat. PLN mendukung upaya tersebut dengan memastikan energi yang dihasilkan dari fasilitas PSEL dapat terintegrasi ke dalam sistem kelistrikan nasional sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.