Kebijakan Baru: Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Pantau 58.873 Jemaah Umrah Indonesia

Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Pantau 58.873 Jemaah Umrah Indonesia

Dari Jakarta, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan terus melakukan pemantauan terhadap 58.873 jemaah umrah Indonesia yang saat ini berada di Arab Saudi. Langkah ini diambil dalam kondisi wilayah Timur Tengah yang terus memanas, memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk operasional penerbangan. Beberapa maskapai diberitakan mengubah rute atau menunda jadwal penerbangan sebagai upaya mengantisipasi dinamika politik dan keamanan di kawasan tersebut.

Kondisi ini juga berdampak pada rencana keberangkatan dan kepulangan jemaah, baik yang sedang berada di Tanah Suci maupun yang masih menunggu tiket. Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi secara teliti. Berdasarkan laporan sistem digital Siskopatuh, sekitar 58.873 jemaah Indonesia masih berada di Arab Saudi.

“Kami meminta jemaah umrah tetap tenang dan mengikuti informasi resmi melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing,” ujar Puji Raharjo, dikutip dari situs resmi Kemenhaj, Minggu (1/3/2026).

Menurut Puji, PPIU diwajibkan menjaga komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, serta KBRI Riyadh. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap perubahan dapat direspons cepat dan tepat. “Kemenhaj terus berkoordinasi dengan pihak berwenang, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, untuk menjaga kesejahteraan jemaah,” tegasnya.

Pemerintah berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh jemaah. Setiap penyesuaian kebijakan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kenyamanan. “Keluarga di Tanah Air juga diminta tetap tenang jika anggota keluarga sedang beribadah umrah,” tambah Puji. Koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan kondisi jemaah tetap terjaga dan layanan terpenuhi secara optimal.