Agenda Kunjungan: Jejak 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kumpul di Gambir, Berpencar ke Pancoran-Bogor

Analisis CCTV Menunjukkan Pergerakan Empat Terduga Pelaku

Kasus penyiraman cairan keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, sedang dalam proses investigasi oleh polisi. Dari data 86 kamera CCTV yang terpasang di sekitar Jakarta, tercatat total 2.610 rekaman video dengan durasi mencapai 10.320 menit. Rekaman tersebut menggambarkan perjalanan para pelaku yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Kumpul di Gambir, Berpencar ke Pancoran-Bogor

Berdasarkan pemantauan rekaman, empat terduga pelaku pertama kali terlihat berkumpul di depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, setelah datang dari arah Selatan kota. Mereka kemudian bergerak menuju kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jalan Diponegoro, Menteng. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanudin, menjelaskan bahwa para pelaku sempat mengitari Monumen Nasional (Monas) sebelum menuju YLBHI.

“Terpantau berdasarkan hasil analisa rekaman CCTV dari sejumlah titik di wilayah Jakarta, para terduga pelaku telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian,” kata Iman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).

Sesampainya di YLBHI, Andrie Yunus diperkirakan menghadiri sebuah acara pada malam hari. Setelah selesai, ia bergerak menuju SPBU Cikini untuk mengisi bahan bakar. Saat itu, korban melewati Jalan Borobudur, lalu berbelok kanan ke Jalan Proklamasi. Polisi mencatat bahwa Andrie tidak mengambil jalur Kiri di Jalan Pegangsaan Barat, melainkan jalur Timur.

Sebelum dan sesudah mengisi bahan bakar, para terduga pelaku menunggu di dekat KFC Cikini. Salah satu motor mereka memutar arah di Jembatan Talang I sebelum menyiramkan cairan ke Andrie. Wadah yang digunakan untuk membawa bahan tersebut ditemukan dekat lokasi kejadian bersama sebuah helm yang diduga milik pelaku.

Setelah insiden, dua sepeda motor pelaku berpisah jalan. Satu berbelok ke arah Senen melalui Jalan Kramat Raya, sementara yang lain melaju lurus ke Jalan Pramuka Sari menuju Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), Jakarta Timur. Selain itu, para pelaku terlihat berpencar ke berbagai lokasi, termasuk Kalibata, Pancoran, dan bahkan ke Bogor.

Iman mengatakan bahwa polisi masih menganalisis data digital dari ribuan CCTV yang terdapat di jalur yang dilewati para pelaku. Pemeriksaan forensik sedang dilakukan terhadap helm dan wadah cairan untuk menemukan sidik jari atau DNA pelaku. Saat ini, jenis cairan yang digunakan juga menjadi fokus investigasi.

“Sampai dengan hari ini kami belum melakukan upaya paksa. Kami masih terus mengumpulkan fakta hukum,” tambah Iman. Kasus ini masih dalam penyelidikan, dengan polisi berusaha memperkuat dugaan melalui berbagai sumber informasi.