Special Plan: Survei: Publik optimis dengan agenda pemberantasan korupsi pemerintah
Survei: Publik Optimis dengan Agenda Pemberantasan Korupsi Pemerintah
Special Plan - Jakarta, 8 Mei 2026 – Lembaga survei Adidaya Institute merilis hasil kajian terbaru yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap upaya pemerintah dalam mengatasi masalah korupsi. Survei ini mengungkapkan bahwa sebanyak 68,8 persen responden menyatakan yakin rencana pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan berjalan efektif dalam pemberantasan korupsi. Sementara itu, sekitar 62,5 persen warga juga merasa penegakan hukum di bawah kepemimpinan Prabowo sudah mencerminkan keadilan.
Komitmen Anti-Korupsi yang Diakui Publik
Direktur Politik dan Kebijakan Publik Adidaya Institute, Ahmad Fadhli, mengungkapkan bahwa publik menganggap pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki komitmen kuat untuk memerangi tindakan korupsi. "Kebijakan anti-korupsi yang dijalankan pemerintah dinilai sangat solid, karena masyarakat merasa ada perubahan nyata dalam menghadapi masalah ini," jelas Fadhli dalam keterangan di Jakarta, Rabu. Ia menambahkan bahwa kasus korupsi terbaru, seperti pemecatan kepala dan dua wakil kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Kejaksaan Agung, menjadi bukti bahwa presiden tidak segan memberikan hukuman kepada siapa pun yang terlibat dalam kecurangan.
"Publik memberikan sinyal bahwa pemerintah harus terus menjaga konsistensi dalam upaya anti-korupsi, karena keberhasilan tersebut menjadi harapan untuk masa depan yang lebih baik," tegas Fadhli.
Sementara itu, survei tersebut juga menyoroti persepsi publik terhadap reshuffle kabinet. Hanya 48,1 persen responden yang menyetujui reshuffle harus dilakukan segera, sedangkan 32,1 persen justru memilih untuk tidak melakukan perubahan struktur kabinet dalam waktu dekat. Fadhli menyebut hal ini sebagai bukti bahwa masyarakat memberi kesempatan kepada para menteri untuk menunjukkan performa optimal, sebelum menilai kembali kinerja mereka.
Program Unggulan yang Dukungan Tinggi
Hasil survei menunjukkan bahwa sejumlah program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran mendapatkan respons positif dari masyarakat. Tiga program tersebut, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), diakui sebagai inisiatif yang mampu memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Rerata lebih dari 70 persen responden mendukung seluruh program ini, dengan MBG mendapat 71,5 persen persetujuan, KDKMP sebesar 75,6 persen, dan CKG mencapai 93,3 persen.
Fadhli menambahkan bahwa keberhasilan program-program ini menjadi bahan evaluasi untuk menilai kinerja pemerintah secara lebih menyeluruh. Meski demikian, ia juga menyoroti bahwa tata kelola masih menjadi isu utama yang memperoleh perhatian publik. "Kesadaran masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas harus terus ditingkatkan agar keberhasilan program bisa berkelanjutan," katanya.
Perbandingan Kinerja Pemimpin
Berdasarkan survei, sebanyak 68,2 persen responden merasa puas dengan kinerja Presiden Prabowo, sementara 27,1 persen masih mengkritik performa kedua tokoh kepemimpinan tersebut. Angka ini menunjukkan bahwa meski ada sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya memuji kebijakan pemerintah, mayoritas tetap memandang bahwa Prabowo dan Gibran telah memberikan kontribusi positif dalam menyelesaikan berbagai tantangan.
Fadhli mengatakan bahwa kepuasan publik ini terutama diukur dalam situasi ekonomi global yang tidak pasti dan ancaman perang yang menghiasi berita terkini. "Dalam kondisi sulit seperti ini, angka kepuasan yang diperoleh pemerintah adalah nilai yang bisa dibanggakan," ujarnya.
Metode Survei yang Rigor
Survei Adidaya Institute dilakukan secara tatap muka antara 1 hingga 8 Mei 2026, dengan melibatkan 1.240 responden. Pelaksanaan survei dilakukan di seluruh provinsi Indonesia, dan setiap partisipan diberikan waktu sekitar 15 menit untuk memberikan tanggapan. Metode yang digunakan adalah probability sampling, yang memastikan bahwa sampel yang diambil memiliki representasi yang seimbang dari berbagai lapisan masyarakat.
Pada tingkat kepercayaan 95 persen, survei ini memiliki toleransi kesalahan sebesar 2,78 persen. Adidaya Institute juga melakukan pengawasan kualitas secara ketat, termasuk dengan memastikan setiap responden memberikan jawaban secara mandiri. Untuk memperkuat validitas data, lembaga ini mengirimkan foto dan lokasi survei melalui Google Maps, sehingga memudahkan verifikasi terhadap proses pengumpulan informasi.
Dengan hasil survei ini, Fadhli menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran perlu terus menjaga momentum. "Komitmen anti-korupsi dan program unggulan harus diperkuat, karena mereka menjadi fondasi kepercayaan masyarakat," katanya. Ia berharap langkah-langkah ini bisa terus berjalan meski ada tantangan yang dihadapi, sehingga masyarakat semakin optimis dengan masa depan pemerintahan.
Peran Publik dalam Membentuk Kebijakan
Dalam pandangan Fadhli, survei ini juga menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya memantau kebijakan pemerintah, tetapi juga aktif memberikan masukan. "Publik menjadi pendorong utama dalam menilai kinerja pemerintah, karena mereka memiliki perspektif yang beragam dan menyeluruh," ungkapnya. Men