Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: BKPRMI: Diplomasi global Prabowo perkuat ekonomi nasional

Published 05/06/2026 · Updated 05/06/2026 · By Rachmat Razi

BKPRMI: Diplomasi Global Prabowo Perkuat Ekonomi Nasional

Special Plan - Jakarta - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) mengungkapkan dukungan terhadap perjalanan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Menurut mereka, kunjungan tersebut merupakan bagian dari strategi diplomasi yang bertujuan menghadirkan manfaat ekonomi jangka panjang bagi bangsa Indonesia. Selain itu, BKPRMI juga menekankan pentingnya partisipasi aktif Presiden dalam berbagai forum internasional untuk memperkuat posisi negara dalam arena global.

Strategi Diplomasi Global

Dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu, Wakil Ketua Umum DPP BKPRMI, Sedek Rahman Bahta, mengatakan bahwa di tengah persaingan ekonomi internasional yang semakin ketat, diplomasi tingkat tinggi menjadi alat penting untuk memastikan kepentingan nasional Indonesia tidak terabaikan. "Kehadiran Presiden di berbagai forum global bukan sekadar simbolis, tetapi memiliki dampak nyata dalam memperluas akses pasar, menarik investasi, serta meningkatkan daya saing Indonesia di kancah dunia," jelas Bahta.

Ia menambahkan, langkah tersebut juga bertujuan untuk menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun kerja sama strategis dengan negara-negara mitra. "Diplomasi ekonomi memainkan peran kunci dalam mengubah dinamika perekonomian nasional," ujar Bahta. Dengan merangkul berbagai pemangku kepentingan, seperti sektor swasta dan lembaga internasional, perjalanan Prabowo diharapkan bisa menghasilkan kesepakatan yang berdampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi.

“Presiden harus hadir di berbagai forum internasional untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian penting dalam menentukan arah kerja sama ekonomi dan pembangunan global,” kata Bahta dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Kamis.

Bahta juga mengingatkan bahwa manfaat dari diplomasi ekonomi tidak selalu terlihat secara langsung. "Hasilnya akan terasa dalam jangka panjang melalui peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan pengakuan internasional terhadap kemampuan Indonesia," tambahnya. Ia menekankan bahwa kesuksesan diplomasi tergantung pada kemampuan pemerintah untuk menjaga konsistensi dan kejelasan dalam kebijakan ekonomi.

Dukungan untuk Perkuatan Ekonomi

Dalam rangka memperkuat keterlibatan Indonesia di tingkat global, BKPRMI meminta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah. "Kolaborasi yang solid antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil akan menjadi pendorong utama dalam mengubah ekosistem perekonomian nasional," kata Bahta.

Menurutnya, diplomasi ekonomi tidak hanya tentang menarik investasi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai negara yang mampu menawarkan peluang ekonomi yang berkelanjutan. "Dengan kehadiran Presiden di berbagai negara, Indonesia bisa memperkuat jaringan hubungan diplomatik dan mengubah narasi tentang ekonomi kita," ungkapnya. Hal ini penting karena dunia saat ini sangat tergantung pada kerja sama lintas batas dalam menghadapi tantangan seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga komoditas.

“Diplomasi yang kuat akan memperkuat ekonomi nasional dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Secara khusus, BKPRMI menyoroti potensi sektor keuangan dan teknologi sebagai area yang bisa dikembangkan melalui kerja sama internasional. "Pembangunan ekonomi tidak bisa terpisah dari peran diplomasi yang efektif," jelas Bahta. Ia menilai, kunjungan Prabowo ke negara-negara tetangga dan mitra strategis akan membuka celah untuk kolaborasi dalam bidang energi terbarukan, teknologi digital, serta pertanian modern.

Kebutuhan Konsistensi dan Kejelasan

Sedek Rahman Bahta juga menyampaikan bahwa upaya memperkuat ekonomi nasional membutuhkan kejelasan dalam tujuan serta koordinasi yang terpadu. "Jika kebijakan ekonomi tidak disertai dengan keberlanjutan, manfaat dari diplomasi akan berkurang," tegasnya. Ia mencontohkan pentingnya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengoptimalkan sumber daya alam sebagai dasar dari pertumbuhan ekonomi.

Dalam konteks ini, BKPRMI menekankan bahwa partisipasi aktif pemuda sebagai bagian dari diplomasi juga penting. "Masyarakat muda memiliki peran kunci dalam memastikan kebijakan yang diambil selaras dengan aspirasi ke depan," kata Bahta. Dengan memperkuat komunikasi antara pemerintah dan generasi muda, Indonesia bisa membangun fondasi yang lebih kuat untuk masa depan ekonominya.

Bahta menyebutkan bahwa dunia saat ini sedang mengalami transformasi yang cepat, terutama dalam bidang teknologi dan ekonomi digital. "Indonesia harus bergerak cepat untuk tidak tertinggal, dan diplomasi global menjadi sarana untuk menyesuaikan diri dengan perubahan ini," ujarnya. Dengan memanfaatkan peluang yang ada, negara bisa meningkatkan daya saingnya di pasar global.

Menurutnya, keberhasilan diplomasi ekonomi tidak hanya bergantung pada kunjungan Presiden, tetapi juga pada kebijakan domestik yang konsisten. "Pemerintah perlu memastikan bahwa iklim investasi dan kerja sama internasional bisa berjalan selaras," jelas Bahta. Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat lembaga-lembaga keuangan nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kebutuhan ini semakin mendesak mengingat tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia, seperti ketergantungan pada impor dan fluktuasi harga komoditas. "Dengan meningkatkan ekspor dan menarik investasi, Indonesia bisa membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat," kata Bahta. Ia menegaskan bahwa keberhasilan diplomasi akan memberikan dampak yang luas, tidak hanya pada sektor ekonomi, tetapi juga pada kesejahteraan sosial dan kestabilan politik negara.

Secara keseluruhan, BKPRMI memandang bahwa kunjungan luar negeri Prabowo adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi yang diperhitungkan. "Kita perlu bersiap untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar global, dan diplomasi menjadi jembatan yang tepat," ujarnya. Dengan kombinasi kebijakan domestik yang kuat dan partisipasi aktif di tingkat internasional, ekonomi Indonesia diharapkan bisa tumbuh secara signifikan.