Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Kota Bandung-Kotawaringin Timur jalin kerja sama fokus tingkatkan PAD

Published 16/06/2026 · Updated 16/06/2026 · By Dewi Firmansyah

Kota Bandung dan Kotawaringin Timur Sepakat Kolaborasi untuk Peningkatan PAD

New Policy - Di Kota Bandung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, secara resmi menandatangani kerja sama strategis yang bertujuan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta mendorong digitalisasi layanan publik. Pertemuan ini diadakan pada Senin, di mana Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menekankan pentingnya sinergi antar daerah sebagai langkah krusial dalam membangun kesejahteraan masyarakat. "Kita berharap kolaborasi ini tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga menjadi contoh keberhasilan sinergi antar daerah," kata Farhan.

Kolaborasi sebagai Strategi Pembangunan Berkelanjutan

Kepala daerah Bandung menjelaskan bahwa perkembangan wilayah tidak bisa dicapai secara mandiri. Ia menegaskan bahwa pertukaran pengalaman dan kolaborasi antarpemerintahan menjadi kunci untuk menciptakan inovasi yang berdampak luas. "Dengan kerja sama ini, Kotawaringin Timur bisa memperoleh manfaat dari pengalaman Kota Bandung di bidang transformasi digital dan manajemen pemerintahan modern," tambah Farhan.

“Kolaborasi antar daerah seperti ini membuka peluang untuk saling melengkapi kekuatan masing-masing, sehingga visi pembangunan bisa tercapai secara lebih efektif,” ujarnya.

Kabupaten Kotawaringin Timur, yang terletak di Kalimantan Tengah, dikatakan Farhan memiliki sumber daya alam dan potensi pertumbuhan ekonomi yang bisa dijadikan fondasi untuk peningkatan PAD. Sementara itu, Kota Bandung dikenal sebagai pusat inovasi di sektor digital, khususnya dalam layanan administrasi publik. "Kita memiliki pengalaman dalam penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang bisa dipakai sebagai referensi oleh Kotawaringin Timur," jelasnya.

Kerja Sama yang Diperluas ke Berbagai Bidang

Farhan mengungkapkan kerja sama yang dijalin mencakup sejumlah bidang penting, termasuk pengembangan perencanaan daerah, riset ekonomi, dan optimalisasi pelayanan pendidikan. "Kerja sama ini juga melibatkan peningkatan akses layanan satu pintu yang akan memudahkan proses pengurusan izin bagi masyarakat," tambahnya.

Salah satu fokus utama dari kerja sama ini adalah peningkatan PAD, yang merupakan sumber pemasukan pemerintah daerah dari sektor pajak dan retribusi. Farhan menyoroti bahwa tugas pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri, memberikan arahan agar setiap daerah aktif mengejar pendapatan asli. "Kabupaten Kotawaringin Timur memilih Kota Bandung sebagai mitra karena PAD menjadi prioritas dalam pembangunan ekonomi," katanya.

“Dengan pendekatan yang lebih terpadu, PAD tidak hanya meningkat, tetapi juga menjadi kekuatan untuk menciptakan lapangan kerja dan pengembangan ekonomi daerah,” ujarnya.

Kerja sama ini juga mencakup penguatan tata kelola pemerintahan modern melalui adopsi teknologi. Farhan menilai integrasi digital akan mengurangi birokrasi, meningkatkan efisiensi, dan mempercepat proses layanan. "Sistem berbasis teknologi yang diimplementasikan Kota Bandung, seperti layanan terpadu satu pintu, bisa menjadi acuan untuk Kotawaringin Timur," katanya.

Potensi Peningkatan PAD Melalui Inovasi Digital

Kota Bandung, yang terus bertransformasi menjadi pusat pemerintahan modern, menjadi mitra strategis bagi Kotawaringin Timur. Farhan menyebut bahwa pendekatan digital tidak hanya mengefektifkan layanan publik, tetapi juga meningkatkan daya saing daerah. "Digitalisasi memungkinkan pemantauan pengelolaan keuangan yang lebih transparan, serta membuka peluang untuk mengoptimalkan penerimaan daerah," ujarnya.

Dalam upaya mendorong PAD, kerja sama ini diharapkan bisa mempercepat pengembangan infrastruktur dan layanan pemerintah yang lebih inovatif. Farhan menilai bahwa Kotawaringin Timur bisa memanfaatkan pengalaman Bandung dalam pengelolaan sektor pendidikan dan ekonomi kreatif. "Pendidikan yang lebih baik akan mendukung sumber daya manusia yang berkualitas, sementara ekonomi kreatif menjadi lahan untuk meningkatkan pendapatan daerah secara berkelanjutan," katanya.

“Kita tidak hanya berbagi pengalaman, tetapi juga berkomitmen untuk melaksanakan program yang sesuai dengan kebutuhan Kotawaringin Timur,” ujarnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi untuk kolaborasi jangka panjang, di mana kedua pihak akan terus memperkuat sinergi dalam berbagai bidang. Farhan menyebut bahwa hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan. "Kita percaya bahwa kerja sama ini akan menjadi katalis untuk transformasi yang lebih cepat dan berdampak positif," katanya.

Strategi Berbasis Teknologi untuk Kemandirian Daerah

Dalam kerangka kerja sama, peningkatan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) menjadi salah satu langkah kunci. Farhan menekankan bahwa digitalisasi bisa mengurangi biaya operasional dan meningkatkan kualitas layanan. "SPBE akan mempercepat transaksi administrasi, sekaligus menjadi penggerak utama dalam membangun ekonomi daerah," katanya.

Menurut Farhan, pengembangan layanan pendidikan yang terpadu akan mendukung pertumbuhan SDM yang kompeten, sehingga mendorong perekonomian lokal. "Kerja sama ini juga mencakup penguatan kapasitas pegawai daerah dalam mengelola program pendidikan, termasuk penggunaan teknologi dalam pengajaran," ujarnya.

“Kita ingin memastikan bahwa semua layanan publik bisa diakses dengan cepat dan mudah, baik oleh masyarakat maupun pelaku usaha,” katanya