Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: BPIP usulkan tambahan anggaran Rp370 miliar untuk anggaran 2027

Published 15/06/2026 · Updated 15/06/2026 · By Zahra Putri

BPIP Berharap Tambahan Anggaran Rp370 Miliar untuk Tahun 2027

Latest Program - Dalam sebuah pertemuan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengungkapkan usulan pengalokasian dana tambahan untuk tahun anggaran 2027. Menurut Yudian, BPIP memperoleh pagu indikatif awal sebesar Rp141,07 miliar berdasarkan surat bersama yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. Namun, ia menegaskan bahwa dana tambahan sejumlah Rp370,457,677,928 masih diperlukan agar program-program BPIP dapat berjalan optimal.

Pembagian Dana untuk Program Prioritas

Dana tambahan tersebut akan dialokasikan ke dua bidang utama, yaitu dukungan manajemen dengan anggaran sekitar Rp131,11 miliar dan pembinaan ideologi Pancasila yang diprioritaskan sebesar Rp239,34 miliar. Yudian menjelaskan bahwa program manajemen bertujuan untuk meningkatkan kinerja unit kerja BPIP, sementara dana untuk pembinaan ideologi Pancasila akan digunakan untuk memperkuat kompetensi pejabat dan anggota Paskibraka.

"Kami menyampaikan bahwa atas pengalokasian pagu indikatif tersebut masih dibutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp370.457.677.928," ujar Yudian. Ia menambahkan bahwa dana tambahan tersebut sangat penting untuk menjaga konsistensi kegiatan yang telah direncanakan, termasuk pelatihan dan pendidikan ideologi Pancasila bagi masyarakat.

Menurut Yudian, fasilitas pendidikan dan pelatihan ideologi Pancasila yang diminta sebesar Rp343 miliar adalah bagian dari upaya untuk memperluas akses ke pendidikan bagi sekitar 20.767 pejabat pimpinan tinggi pratama dan madya di seluruh Indonesia. Fasilitas ini juga akan menjadi tempat pelatihan para calon Paskibraka tingkat pusat, yang diharapkan dapat menghasilkan sekitar 228 orang per provinsi.

Peran Fasilitas dalam Pendidikan Ideologi

Yudian menyoroti pentingnya infrastruktur pendidikan ideologi Pancasila, mengingat jumlah peserta yang cukup besar. Ia menyebut bahwa kebutuhan lahan untuk fasilitas ini diperkirakan mencapai tujuh hektare, yang akan digunakan untuk berbagai kegiatan seperti penggalangan ideologi, pelatihan keahlian, dan penelitian terkait nilai-nilai Pancasila. "Dengan asumsi luas lahan yang dibutuhkan adalah sekitar tujuh hektare," lanjut Yudian, menjelaskan bahwa lokasi yang strategis akan memudahkan akses bagi peserta dari berbagai daerah.

BPIP juga mempertimbangkan kebutuhan pembangunan pusat diklat yang akan menjadi pusat kegiatan utama. Dengan dana tambahan tersebut, BPIP berharap dapat memastikan pelatihan berkualitas, terutama bagi pejabat yang memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat semangat Pancasila di lingkungan kerja mereka. Selain itu, fasilitas ini akan menjadi tempat konsentrasi untuk calon Paskibraka tingkat nasional, yang jumlahnya mencapai tiga pasang per provinsi atau total 228 orang.

Kritik dari Anggota DPR

Meski usulan BPIP mendapat dukungan, Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka memberikan pendapat berbeda. Menurut Rieke, dana tambahan untuk pembangunan gedung diklat seharusnya dialokasikan lebih ke program pembinaan ideologi Pancasila, sesuai amanat peraturan perundang-undangan. "Nilai ini setara sekitar 67 persen dari total kebutuhan anggaran BPIP setelah penambahan dan bahkan lebih besar dari total anggaran program pembinaan ideologi Pancasila yang diusulkan," jelas Rieke.

Rieke menilai usulan membangun gedung diklat di tengah kondisi fiskal yang terbatas akan mengurangi fokus pada program utama yang sudah terbukti efektif. Ia menekankan bahwa dana tambahan tersebut harus digunakan untuk memperkuat kompetensi para pejabat dan memastikan pelatihan ideologi Pancasila berjalan secara kontinu. "Dengan anggaran yang besar, mungkin bisa digunakan untuk peningkatan kapasitas dan penyelenggaraan program yang lebih berkualitas," tambah Rieke.

Sebagai perbandingan, Yudian menegaskan bahwa fasilitas baru akan membantu memperluas cakupan pelatihan ideologi Pancasila, terutama bagi pejabat yang sebelumnya menghadapi kendala akses. Selain itu, dana tambahan juga akan mendukung penyelenggaraan pemusatan calon Paskibraka tingkat pusat, yang memiliki kebutuhan khusus terkait pelatihan lapangan dan pengembangan kemampuan. "Program ini memerlukan penggunaan lahan yang cukup luas untuk menjaga kualitas pelatihan dan kenyamanan peserta," kata Yudian.

Dalam pertemuan tersebut, Yudian menggarisbawahi bahwa BPIP akan terus berupaya untuk menjaga konsistensi program pengembangan ideologi Pancasila, baik melalui pelatihan langsung maupun pendekatan lain. Ia menyebut bahwa kebutuhan dana tambahan untuk tahun 2027 ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang dalam memperkuat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila di seluruh masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Rieke mengingatkan bahwa penggunaan dana yang besar untuk pembangunan gedung diklat harus dipertimbangkan dengan matang, mengingat prioritas keuangan negara saat ini masih terbatas. "Mungkin lebih baik mengalokasikan dana tersebut untuk kegiatan yang lebih fokus pada pengembangan ideologi Pancasila," tutur Rieke. Namun, Yudian yakin bahwa fasilitas baru akan memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam meningkatkan efektivitas pelatihan dan memastikan partisipasi peserta yang lebih luas.