Strategi Penting: Sekutu Trump Pecah, Ramai Negara NATO Tolak Bantu AS di Perang Iran

Sekutu Trump Pecah, Ramai Negara NATO Tolak Bantu AS di Perang Iran

Jakarta, Tegangan antara Washington dan sekutu utamanya semakin memuncak setelah sejumlah negara Eropa serta anggota NATO menolak atau membatasi dukungan militer terhadap operasi AS dan Israel di Iran. Perpecahan ini terasa jelas, terutama di antara negara-negara yang sebelumnya tergabung dalam koalisi Barat.

Awal bulan ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik sekutu lama NATO sebagai “pengecut” karena kurangnya partisipasi dalam perang melawan Iran. Pada Selasa (31/3/2026), ia kembali menyoroti negara-negara yang tidak mendukung serangan AS-Israel. Prancis menjadi salah satu sasaran, lantaran dianggap menghambat pesawat militer yang membawa bahan bakar ke Israel melintasi wilayah udara mereka.

“SANGAT TIDAK MEMBANTU”

Dilansir Reuters, istana kepresidenan Prancis menyatakan terkejut dengan cemoohan Trump dan menegaskan langkah itu sesuai dengan kebijakan mereka sejak awal konflik. Diplomat Barat dan dua sumber internal menyebut penolakan Prancis ini pertama kalinya sejak 28 Februari, ketika operasi melawan Iran dimulai.

Kementerian Pertahanan Israel menuduh Prancis secara aktif menghalangi pengiriman amunisi ke Tel Aviv. Mereka mengatakan larangan Prancis diberlakukan meskipun ada kesepakatan awal dan jaminan senjata hanya digunakan melawan Iran. Pernyataan ini disampaikan sebagai upaya mempertahankan keamanan Eropa. Selain itu, Israel menyatakan akan menghentikan seluruh pengadaan pertahanan dari Prancis dan tidak terlibat dalam operasi bersama militer mereka.

Italia Menolak Izin Pendaratan Pesawat Militer AS

Pekan lalu, Italia mengambil langkah yang menimbulkan kontroversi dengan menolak izin pendaratan bagi pesawat militer AS di pangkalan Sigonella, Sisilia, sebelum terbang ke Timur Tengah. Berita ini pertama kali dilaporkan oleh Corriere della Sera, yang menyebutkan rencana beberapa bomber AS mendarat di sana.

Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, membantah adanya keretakan dengan Washington atau perubahan kebijakan. Ia menulis di platform X bahwa pangkalan militer AS tetap aktif, tetapi Washington memerlukan izin khusus untuk penggunaan di luar perjanjian yang berlaku.

Spanyol Menutup Wilayah Udara untuk Pesawat AS

Sementara itu, Spanyol mengambil langkah lebih keras dengan menutup sepenuhnya wilayah udara bagi pesawat AS yang terlibat dalam serangan terhadap Iran. Perdana Menteri Pedro Sanchez menjadi salah satu tokoh yang paling tajam mengkritik tindakan AS dan Israel.

Menteri Pertahanan Margarita Robles menjelaskan bahwa Spanyol hanya akan memperbolehkan penggunaan pangkalan militernya untuk tujuan pertahanan kolektif NATO. Di sisi lain, Trump juga menyoroti Inggris sebagai negara yang tidak mendukung, tepat saat Istana Buckingham mengonfirmasi Raja Charles III dan Ratu Camilla akan melakukan kunjungan kenegaraan ke AS akhir April.

“Semua negara yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar jet karena Selat Hormuz, seperti Inggris, yang menolak terlibat dalam pemenggalan kepemimpinan Iran, saya punya saran untuk Anda: Nomor 1, beli dari Amerika Serikat, kami punya banyak, dan Nomor 2, bangun keberanian yang tertunda, pergi ke selat itu, dan AMBIL SAJA,” tulis Trump.