Rencana Khusus: Video: BPOM Naik Kelas,Kredibilitas Vaksin RI Bisa Sejajar Negara Maju

Video: BPOM Naik Kelas, Kredibilitas Vaksin RI Bisa Sejajar Negara Maju

Di Jakarta, CNBC Indonesia mengadakan forum kesehatan dengan topik “BPOM Raih Status WLA, Apa Manfaatnya Bagi Pelaku Usaha?” Kegiatan ini membahas pengaruh pencapaian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia yang berhasil mendapatkan pengakuan internasional dan masuk daftar WHO Listed Authority (WLA). Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM RI, William Adi Teja, menjelaskan bahwa status WLA diperoleh setelah BPOM memenuhi 9 kriteria yang ditetapkan WHO, termasuk aspek efisiensi dan integritas dalam mengevaluasi produk obat dan vaksin.

Status WLA ini akan di-review setiap 5 tahun, sehingga BPOM harus terus menjaga kualitasnya. Dari sisi produsen, Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menyebutkan bahwa pengakuan dunia menunjukkan kesetaraan kualitas produk Indonesia dengan negara-negara maju. Ia menambahkan bahwa hal ini juga akan mempercepat proses pengembangan serta ekspor produk farmasi.

Direktur Utama Biotis Pharmaceuticals Indonesia, FX Sudirman, menilai status WLA BPOM memberikan dukungan besar bagi industri vaksin dalam negeri. Menurutnya, kredibilitas produk RI kini bisa dipertahankan pada level yang sejajar dengan negara maju.

Di sisi lain, Director of Corporate Relation and Strategic Affair PT Etana Biotechnologies Indonesia, Andreas Donny Prakasa, menyatakan bahwa peningkatan status BPOM berdampak signifikan pada industri biofarmasi. Ia menekankan bahwa hal ini meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk obat dan vaksin, sekaligus memperkuat daya saing industri lokal.

Bagaimana pengaruh status baru BPOM terhadap pelaku usaha farmasi? Simak dialog antara Shafinaz Nachiar, William Adi Teja, Shadiq Akasya, FX Sudirman, dan Andreas Donny Prakasa dalam Health Forum CNBC Indonesia, Jum’at, 27 Februari 2026.

Add as a preferred source on Google