Latest Program: Dinas KPKP sebut Jakarta punya lebih dari 1.600 lokasi “urban farming”
Dinas KPKP DKI Jakarta: Jakarta Punya Lebih dari 1.600 Lokasi Pertanian Perkotaan
Latest Program - Dalam upaya meningkatkan ketersediaan pangan di kota metropolitan, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa Jakarta telah mengembangkan lebih dari 1.600 titik area yang digunakan untuk praktik pertanian perkotaan. Angka ini mencerminkan semakin banyak warga yang terlibat dalam kegiatan pertanian urban sebagai solusi untuk menekan ketergantungan pada pasokan pangan dari luar kota. Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan bahwa berbagai lokasi seperti atap bangunan, sekolah, lahan tidur, jalur hijau, serta kelompok tani lokal menjadi sumber daya utama untuk kegiatan ini.
Pertanian Perkotaan Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan
Hasudungan mengatakan, selama ini masyarakat Jakarta sering kali mengabaikan potensi pertanian lokal. Namun, kini lebih dari 1.600 lokasi telah dimanfaatkan untuk menanam sayur, buah, dan tanaman lainnya. "Kami percaya bahwa dengan memaksimalkan ruang yang ada, masyarakat bisa berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan sendiri," ujarnya dalam siniar yang digelar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu lalu.
"Lokasi-lokasi urban farming kurang lebih 1.600 titik yang terdiri dari, seperti rooftop, sekolah, lahan-lahan tidur, gang-gang hijau, dan juga beberapa kelompok-kelompok tani sebagai sumber daya pertanian perkotaan," kata Hasudungan.
Menurut Hasudungan, jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan ini mencapai 4.000. Angka tersebut menunjukkan minat warga Jakarta untuk terlibat dalam usaha pertanian di lingkungan perkotaan semakin meningkat. "Capaian ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengelola sumber daya pertanian secara lokal," tambahnya.
Kegiatan pertanian perkotaan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan pangan dalam menghadapi tantangan inflasi atau krisis pasokan. Hasudungan menekankan bahwa harapan utama dari program ini adalah masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri. "Kami tidak berharap masyarakat menjual hasil panen, tetapi minimal mereka bisa memenuhi kebutuhan pangan harian tanpa harus membeli dari luar," ujarnya.
Pengembangan Teknologi untuk Mendukung Pertanian Perkotaan
Dalam rangka memperluas kegiatan pertanian urban, KPKP DKI Jakarta telah menyusun strategi strategis. Salah satu langkah utamanya adalah meningkatkan minat warga Jakarta untuk mengembangkan pertanian di ruang yang biasanya tidak dimanfaatkan. "Kami fokus pada pemanfaatan area yang bisa diubah menjadi tempat pertanian, seperti atap gedung atau jalur hijau," jelas Hasudungan.
Menurutnya, keberhasilan pertanian perkotaan tergantung pada partisipasi masyarakat. Dengan adanya 1.600 titik area, diharapkan warga bisa memanfaatkan ruang yang tidak terpakai untuk budidaya tanaman. Selain itu, teknologi pertanian modern juga diterapkan untuk meningkatkan efisiensi produksi. "Pertanian urban bukan hanya soal ruang, tetapi juga teknologi yang memungkinkan hasil panen tetap berkualitas tinggi," tutur Hasudungan.
Festival Urban Farming sebagai Sarana Edukasi dan Promosi
Untuk mendorong minat masyarakat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar Festival Urban Farming pada 4-5 Juli 2026 di Istora Senayan. Acara ini dirancang sebagai platform untuk memperkenalkan teknologi pertanian modern serta produk hasil budidaya dari warga Jakarta. "Festival ini akan menampilkan berbagai inovasi dalam pertanian perkotaan, baik dari segi metode maupun hasil panen," kata Hasudungan.
Tidak hanya menampilkan teknologi, festival ini juga menawarkan kegiatan edukasi dan pelatihan bagi warga yang ingin terlibat dalam pertanian urban. "Masyarakat bisa mengikuti talkshow, pelatihan, serta eksplorasi teknologi yang praktis dan bisa diterapkan di lingkungan sekitar mereka," imbuhnya. Selain itu, festival juga menyediakan ruang untuk bazar produk usaha kecil menengah (UMKM) yang binaan Dinas KPKP. "Ada juga kegiatan vaksinasi rabies untuk 500 ekor kucing, serta edukasi tentang perawatan hewan peliharaan," tambah Hasudungan.
Dalam sisi ekonomi, festival ini diharapkan mendorong pengembangan usaha mikro dan kecil yang bergerak di bidang pertanian perkotaan. Hasudungan menyebut, UMKM binaan dinas menjadi bagian penting dari ekosistem pertanian lokal. "Dengan menggandeng UMKM, kami ingin menciptakan jaringan pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan," ujarnya.
Manfaat Lebih Luas dari Pertanian Perkotaan
Selain memberikan akses pangan yang lebih stabil, kegiatan pertanian urban juga memiliki manfaat lingkungan yang signifikan. Hasudungan menjelaskan, selain meningkatkan kualitas udara melalui penyerapan karbon, kegiatan ini juga mengurangi ketergantungan pada transportasi pangan yang menghasilkan emisi gas rumah kaca. "Pertanian perkotaan bisa menjadi bagian dari solusi keberlanjutan kota, baik secara ekonomi maupun lingkungan," ujarnya.
Hasudungan juga menyoroti peran pendidikan dalam memperkuat keberhasilan program ini. Ia menyatakan, pelatihan yang disediakan oleh KPKP bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga dalam membangun kebun kecil di rumah, apartemen, atau lingkungan sekitar. "Kami ingin masyarakat tidak hanya menanam, tetapi juga memahami manfaat jangka panjang dari pertanian perkotaan," tambahnya.
Kegiatan ini juga memberikan peluang bagi anak muda dan kelompok usia produktif untuk terlibat dalam pertanian. Hasudungan menilai, partisipasi generasi muda sangat vital dalam menciptakan sistem pertanian yang lebih inovatif. "Dengan bergabung, mereka bisa belajar cara memanfaatkan ruang kecil untuk menghasilkan makanan berkualitas," ujarnya.
Dalam jangka panjang, Hasudungan yakin bahwa pertanian perkotaan akan menjadi tulang punggung ketahanan pangan Jakarta. Ia menegaskan, inisiatif ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan pembentukan ekosistem pangan yang lebih mandiri. "Kami ingin Jakarta menjadi contoh kota yang mampu mengelola sumber daya lokal secara optimal," pungkasnya.
Dengan pengembangan pertanian perkotaan yang terus berlanjut, KPKP DKI Jakarta berharap masyarakat akan lebih aktif dalam memperkuat ketersediaan pangan. Selain itu, program ini juga diharapkan mendorong kolaborasi antara pemerintah, warga, dan sektor swasta untuk menciptakan kota yang lebih hijau dan sehat. "Pertanian urban adalah langkah kecil yang bisa menghasilkan dampak besar bagi kehidupan warga Jakarta," ujar Hasudungan.