Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Strategy: Pramono: sektor ekonomi kreatif jadi tumpuan ekonomi baru Jakarta

Published 04/07/2026 · Updated 04/07/2026 · By Budi Ananda

Pramono: Key Strategy untuk Penguatan Ekonomi Kreatif Jakarta

Key Strategy - Ekonomi kreatif semakin menjadi fokus utama dalam pembangunan Jakarta, kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia menekankan bahwa sektor ini akan menjadi pilar strategis untuk menggerakkan perekonomian kota metropolis tersebut, terutama dalam menghadapi tantangan persaingan global dan mengubah dinamika pertumbuhan ekonomi. “Key Strategy kami melibatkan peningkatan ekonomi kreatif sebagai solusi utama untuk menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan daya saing Jakarta,” ujar Pramono dalam wawancara terbaru. Strategi ini juga bertujuan memperkuat keterlibatan sektor lain seperti olahraga dan gaya hidup, serta MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) sebagai bagian dari ekosistem ekonomi baru.

Ekonomi Kreatif: Penggerak Pertumbuhan Berkelanjutan

Dalam wawancara tersebut, Pramono menjelaskan bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menghasilkan nilai tambah dan inovasi. “Kami memandang ekonomi kreatif sebagai key strategy karena bisa mengembangkan sektor-sektor yang berbasis kreativitas, seperti industri kreatif, teknologi, dan pariwisata,” kata gubernur yang akrab disapa Pram. Ia juga menyebutkan bahwa ekonomi kreatif tidak hanya menguntungkan sektor tertentu, tetapi juga memberi dampak luas pada perekonomian nasional. Dengan memperkuat ekonomi kreatif, Jakarta diharapkan bisa menjadi pusat kreativitas yang menarik minat investor dan mempercepat transformasi ekonomi.

Pembangunan Ekonomi: Transformasi menuju 50 Kota Global

Pramono mengungkapkan bahwa key strategy ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan visi menjadi salah satu dari 50 kota global pada 2030. “Pembangunan ekonomi tidak lagi hanya bergantung pada sektor perdagangan dan jasa, tetapi kami menekankan kolaborasi antara ekonomi kreatif, olahraga dan gaya hidup, serta MICE sebagai pilar utama,” katanya. Ia menambahkan bahwa strategi ini juga mencakup pelibatan berbagai pihak, termasuk pelaku UMKM, dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif. “Dengan key strategy yang terpadu, kami yakin Jakarta bisa menghadapi perubahan ekonomi dunia secara lebih tangguh,” ujar Pramono.

Dalam upaya mendorong ekonomi kreatif, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memberikan dukungan optimal kepada pelaku usaha. Salah satu inisiatif utama adalah program JakPreneur, yang bertujuan meningkatkan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui akses pembiayaan, pelatihan, dan pemasaran digital. “Key Strategy ini menekankan bahwa UMKM adalah penggerak ekonomi lokal yang perlu didorong agar bisa bersaing di tingkat nasional,” tegas Pramono. Ia juga menyebutkan bahwa keterlibatan sektor olahraga dan gaya hidup menjadi penting karena menarik minat generasi muda dan menghasilkan lapangan kerja baru.

Ekonomi kreatif di Jakarta telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Pada Triwulan I Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi kota mencapai 5,59 persen, dengan kontribusi hingga 16,67 persen terhadap perekonomian nasional. Sebagai bukti, sektor ini juga mendukung 422.261 pelaku UMKM yang berperan aktif dalam transaksi QRIS nasional, sebesar 38 persen. “Key Strategy yang kami terapkan telah menunjukkan hasil konkret, baik dalam pertumbuhan ekonomi maupun keterlibatan masyarakat,” imbuh Pramono. Dukungan pemerintah dalam digitalisasi dan inovasi menjadi faktor kunci keberhasilan ini.

Untuk memastikan pertumbuhan ekonomi merata, Pemprov DKI Jakarta juga menggencarkan kolaborasi antara sektor publik dan swasta. Pramono menuturkan bahwa program JakPreneur terus diperluas, termasuk melalui kebijakan bantuan biaya produksi dan pemasaran digital untuk pelaku usaha. “Key Strategy ini memastikan bahwa semua elemen perekonomian bisa berkembang secara sinergis,” katanya. Selain itu, pemerintah juga fokus pada pengembangan kawasan industri kreatif, seperti kawasan kreatif terpadu yang menawarkan fasilitas komersial dan pendidikan untuk pelaku kreatif. “Dengan cara ini, Jakarta bisa menjadi kota yang berkelanjutan dan mengutamakan keunggulan lokal,” pungkas Pramono.

Langkah-langkah ini sejalan dengan pandangan bahwa ekonomi kreatif adalah bagian penting dari transformasi Jakarta. Pramono menekankan bahwa key strategy yang diusung tidak hanya menjangkau sektor ekonomi, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup masyarakat. “Key Strategy ini mendorong ekonomi yang berbasis inovasi dan kreativitas, sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif,” katanya. Ia juga berharap ekonomi kreatif bisa menjadi mitra utama dalam menstabilkan perekonomian di tengah situasi global yang penuh tantangan. Dengan fokus pada ekonomi kreatif, Jakarta diharapkan bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan inklusif.