Korban Tewas akibat Longsor di TPST Bantargebang Bertambah Jadi 4 Orang
Korban Tewas akibat Longsor di TPST Bantargebang Bertambah Jadi 4 Orang
Kecelakaan longsor yang terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menimbulkan tambahan korban jiwa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan bencana tersebut dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi dan berlangsung dalam durasi lama.
Kronologi Longsor di TPST Bantargebang
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji, kejadian dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. “Truk sampah yang sedang antri untuk mengangkat muatan sampah tiba-tiba tertimbun longsoran,” ujarnya, dikutip dari Antara, Minggu (8/3).
“Saat truk sampah sedang mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan sampah, tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa 5 unit truk sampah dan 1 warung di sekitar lokasi,” ungkap Isnawa di Jakarta.
Menurut laporan, diperkirakan 10 orang terkena dampak kejadian tersebut, terdiri dari 5 warga setempat dan 5 pengemudi kendaraan. Dari jumlah tersebut, 4 orang telah dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, sementara 2 lainnya masih selamat.
Data Korban Tewas
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta memberikan keterangan terbaru bahwa jumlah korban tewas mencapai 4 orang. “Korban atas nama Irwan Suprihatin ditemukan dalam truk dengan kondisi meninggal dunia,” kata Humas Kantor SAR Jakarta, Ramli Prasetyo, Minggu.
“Korban atas nama Irwan Suprihatin ditemukan di dalam truk dengan kondisi meninggal dunia,” ujarnya.
Di sisi lain, dua korban yang berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup adalah Setiabudi dan Johan. Ramli menjelaskan bahwa pencarian dan identifikasi korban masih berlangsung, dengan tim SAR gabungan menggunakan 20 ekskavator untuk mengungkap kondisi kendaraan dan bangunan yang tertimbun.
