Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sudinsos jangkau 28 PPKS di ruang publik di Tebet dan Kebayoran Baru

Published 11/06/2026 · Updated 11/06/2026 · By Rachmat Razi

Sudinsos Jangkau 28 PPKS di Wilayah Tebet dan Kebayoran Baru untuk Dibina di Panti Sosial

Sudinsos jangkau 28 PPKS di ruang - Jakarta - Sebanyak 28 individu Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) telah dikunjungi oleh Suku Dinas Sosial Kota Jakarta Selatan (Sudinsos Jaksel) di ruang publik Kecamatan Tebet dan Kebayoran Baru. Tujuan dari aksi ini adalah untuk memberikan binaan serta pendampingan kepada para PPKS yang tinggal di lingkungan umum. Kepala Sudinsos Jaksel, Bernard Tambunan, menjelaskan bahwa keberadaan PPKS di ruang publik seringkali menimbulkan masalah tata kota karena mereka memanfaatkan fasilitas umum sebagai tempat beristirahat. "Kehadiran mereka di area terbuka membuat lingkungan terlihat kurang tertata," katanya pada Rabu lalu di Jakarta.

Tindak Lanjut Aduan Warga

Aksi penjangkauan ini dilakukan sebagai respons atas laporan dari masyarakat yang menyebutkan peningkatan jumlah PPKS di sejumlah titik, terutama pada malam hari. Menurut Bernard, permasalahan ini terjadi karena PPKS seringkali berkumpul di lokasi strategis seperti dekat tempat hiburan atau fasilitas umum, sehingga memengaruhi kenyamanan warga sekitar. "PPKS ini memang membutuhkan ruang untuk beristirahat, tapi jika tidak diatur dengan baik, bisa menciptakan ketidaknyamanan," tambahnya.

Dari hasil pendataan, terdapat 16 PPKS yang berhasil diidentifikasi di Tebet, sementara 12 dari jumlah tersebut berada di Kebayoran Baru. Seluruh individu yang terjaring kemudian dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya (PSBI BD 1) Kedoya, Jakarta Barat, untuk dilakukan pemantauan serta proses penanganan lebih lanjut. Proses ini bertujuan agar para PPKS dapat diberikan bantuan sesuai dengan regulasi yang berlaku. "Para PPKS yang berasal dari luar Jakarta akan dipulangkan setelah dilakukan pendataan," ujar Bernard.

Pelaksanaan Operasi Penjangkauan

Operasi penjangkauan yang dilakukan di dua kecamatan tersebut melibatkan koordinasi antara beberapa instansi terkait. Dalam rangka memastikan keberhasilan tugas, Sudinsos Jaksel bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Suku Dinas Perhubungan, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), serta tim Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Diki Zulkarnain, Kepala Satpol PP Kebayoran Baru, menyebutkan bahwa total personel yang terlibat mencapai sekitar 70 orang. "Kami membagi tugas berdasarkan area, agar semua titik terjaga secara optimal," katanya.

Menurut Diki, penyisiran dilakukan di beberapa lokasi khusus, seperti Jalan Fatmawati Raya, Jalan Darmawangsa, Jalan Iskandarsyah I, Jalan Wijaya I, Jalan Wolter Monginsidi, dan Jalan Sisingamangaraja. "Lokasi-lokasi ini dipilih karena sering menjadi tempat berkumpulnya PPKS, terutama saat malam hari," jelasnya. Selain itu, tim juga melakukan pengawasan terhadap aktivitas PPKS di lingkungan sekitar untuk memastikan tidak ada kegiatan yang melanggar ketertiban umum.

Pendekatan Humanis untuk Menjaga Ketertiban

Dalam proses penjangkauan, pendekatan yang digunakan sangat berorientasi pada kebutuhan dan kenyamanan PPKS. "Kami berusaha menjangkau mereka dengan cara yang santun, agar mereka merasa diterima dan tidak merasa terganggu," kata Diki. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kepercayaan antara petugas dengan para PPKS, sehingga mereka lebih kooperatif dalam proses penerimaan bantuan.

Berdasarkan laporan, operasi ini tidak hanya fokus pada penangkapan, tetapi juga pada pemantauan dan pemahaman terhadap kondisi sosial para PPKS. Diki menegaskan bahwa penjangkauan dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan tim dari berbagai unit, termasuk FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat) untuk mengawasi keberadaan PPKS di sekitar area vital. "Kami ingin memastikan wilayah Kebayoran Baru tetap aman dan kondusif," ujarnya.

Dalam konteks keamanan, Diki juga menyebutkan bahwa keberadaan PPKS di ruang publik bisa memicu potensi gangguan seperti tindak kekerasan atau kejahatan. "Dengan mendata mereka, kami bisa mengambil langkah pencegahan sejak dini," tambahnya. Pemantauan dilakukan melalui survei langsung di lapangan, di mana petugas mengamati aktivitas PPKS serta mencatat data yang relevan untuk pembuatan rencana penanganan lebih lanjut.

Dampak dan Harapan dari Aksi Ini

Dari 28 PPKS yang dijangkau, 16 orang berada di Tebet dan 12 di Kebayoran Baru. Selain penanganan di panti sosial, pihak Sudinsos juga berencana untuk melakukan pelatihan dan sosialisasi kepada warga sekitar mengenai cara memperlakukan PPKS secara baik. "PPKS bukan hanya menjadi masalah, tapi juga bisa menjadi bagian dari komunitas," ujar Bernard. Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat agar tidak mengganggu keberadaan para PPKS.

Menurut Diki, hasil dari operasi ini akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem penanganan PPKS di wilayah Jakarta Selatan. "Kami akan memperketat pengawasan di area-area rawan, serta meningkatkan kerja sama dengan pihak terkait," katanya. Peningkatan jumlah PPKS di ruang publik juga menjadi perhatian serius, terutama dalam upaya mencegah kemungkinan adanya peningkatan konflik antara warga dan para PPKS.

Koordinasi dan Kemitraan dengan Berbagai Instansi

Koordinasi antar-instansi menjadi kunci keberhasilan operasi penjangkauan. "Setiap tim memiliki peran yang berbeda, tapi tujuannya sama, yaitu menjaga ketertiban dan memastikan para PPKS diberikan bantuan sesuai kebutuhan," terang Diki. Misalnya, Satlinmas bertugas menjamin keamanan selama proses perebutan, sementara PPSU fokus pada pemeliharaan infrastruktur yang digunakan PPKS.

Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh terkait penerapan pendekatan terpadu dalam menangani masalah sosial di kota besar. Bernard menyebutkan bahwa pendekatan humanis ini selaras dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial bagi kelompok rentan. "Kami ingin PPKS tidak hanya dilihat sebagai ancaman, tapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial yang perlu didukung," ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Sudinsos Jaksel berencana untuk melibatkan masyarakat dalam proses binaan. "Warga bisa menjadi mitra dalam memantau keberadaan PPKS, karena mereka lebih mengenal lingkungan sekitar," kata Bernard. Hal ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih harmonis, dengan peran akt