Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Pemkot Jaksel pastikan MPLS berlangsung aman dan bebas perundungan

Published 14/07/2026 · Updated 14/07/2026 · By Rachmat Razi

Pemkot Jakarta Selatan Pastikan MPLS 2026/2027 Aman dari Perundungan

Latest Program - Jakarta Selatan telah menyiapkan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan peserta didik baru. Dalam rangka memastikan kelancaran proses pengenalan lingkungan sekolah, Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menyampaikan komitmen kuat dari pemerintah kota. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Tahun Ajaran 2026/2027 akan berlangsung dengan aman dan bebas dari segala bentuk perundungan. Pernyataan ini disampaikan saat dikonfirmasi oleh media di Jakarta pada hari Selasa.

Visi Sekolah Nyaman sebagai Ruang Tumbuh

Syafrin menjelaskan bahwa MPLS bukan hanya seremonial biasa, melainkan fondasi penting bagi perjalanan pendidikan para siswa. Ia menekankan bahwa momen ini menjadi awal dari petualangan baru bagi setiap peserta didik. Melalui kegiatan ini, mereka akan mengenal lingkungan sekolah, menjalin pertemanan, mengembangkan potensi diri, serta membentuk karakter sebagai generasi penerus Jakarta dan Indonesia.

MPLS adalah awal dari sebuah petualangan baru, langkah pertama untuk mengenal lingkungan sekolah, menjalin pertemanan, mengembangkan potensi diri, serta membentuk karakter sebagai generasi penerus Jakarta dan Indonesia.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan berkomitmen penuh untuk menciptakan suasana positif selama MPLS berlangsung. Seluruh peserta didik baru diharapkan dapat mengikuti kegiatan tanpa mengalami kekerasan, perundungan, perpeloncoan, maupun diskriminasi. Hal ini sejalan dengan visi mewujudkan sekolah yang nyaman sebagai ruang tumbuh bagi peserta didik. Awal tahun ajaran baru bukan sekadar pergantian kalender akademik, melainkan momentum penting untuk membangun semangat, harapan, dan pengalaman belajar yang akan membekas sepanjang perjalanan pendidikan setiap murid.

SMKN 57 Siap Menerima 360 Peserta Didik Baru

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 57, Rina Mulyati, memaparkan detail penerimaan peserta didik baru di sekolahnya. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SMKN 57 menerima total 360 peserta didik baru yang terbagi ke dalam 10 rombongan belajar. Setiap kelas memiliki jumlah peserta didik sebanyak 36 orang. Sekolah ini memiliki tiga konsentrasi keahlian, yaitu Kuliner, Perhotelan, dan Usaha Layanan Wisata. Program Kuliner dan Perhotelan masing-masing terdiri atas empat kelas, sedangkan Usaha Layanan Wisata memiliki dua kelas.

SMKN 57 memiliki tiga konsentrasi keahlian, yaitu Kuliner, Perhotelan, dan Usaha Layanan Wisata. Program Kuliner dan Perhotelan masing-masing terdiri atas empat kelas, sedangkan Usaha Layanan Wisata memiliki dua kelas.

Kegiatan MPLS di SMKN 57 dilaksanakan selama lima hari. Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada pedoman dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan sekolah melalui materi wajib dan materi pilihan. Selain materi yang disampaikan oleh guru, sekolah juga menghadirkan narasumber dari dunia industri serta sejumlah instansi yang memberikan edukasi mengenai pengolahan dan pemilahan sampah.

Kami berharap MPLS tahun ini berjalan lancar dan memberikan pengalaman yang positif bagi seluruh peserta didik baru.

Membangun Karakter dan Semangat Belajar

Syafrin berharap para peserta didik dapat memahami bahwa lingkungan sekolah merupakan tempat untuk membangun karakter yang disiplin, berintegritas, serta mampu menjalin hubungan yang baik dengan sesama. Selain itu, semangat belajar juga diharapkan semakin tumbuh sejak hari pertama sekolah. Baginya, awal tahun ajaran baru bukan sekadar seremonial pergantian kalender akademik. Ini adalah momentum krusial untuk membangun semangat, harapan, dan pengalaman belajar yang akan membekas sepanjang perjalanan hidup setiap murid.

Menurutnya, tugas pemerintah dalam pelaksanaan MPLS adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada peserta didik baru agar kecemasan mereka berubah menjadi semangat dan sukacita dalam belajar. Dengan demikian, motivasi belajar serta keberhasilan akademik mereka dapat terus meningkat. Ia menambahkan, transformasi Jakarta sebagai kota global dan berbudaya harus didukung oleh sumber daya manusia yang berdaya saing, adaptif, serta memiliki karakter dan budi pekerti yang luhur. Budaya hidup bersih juga harus menjadi bagian dari identitas peserta didik.

Pesan saya kepada para kepala sekolah, jadilah pemimpin instruksional yang suportif. Kepada para guru dan panitia, jadikan seluruh rangkaian MPLS sebagai momentum untuk menumbuhkan semangat belajar, karakter positif, serta rasa cinta murid terhadap sekolahnya.