Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Solving Problems: 5 makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara mentah

Published 30/06/2026 · Updated 30/06/2026 · By Dewi Kurniawan

5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Secara Mentah

Solving Problems - Dari Jakarta, Dr. Donald W. Schaffner, seorang ahli dari Departemen Ilmu Pangan Universitas Rutgers, menjelaskan bahwa beberapa makanan yang belum diproses sepenuhnya dapat membahayakan kesehatan manusia. Risiko ini terjadi karena adanya patogen atau zat beracun yang biasanya dihilangkan melalui proses pemanasan. Berikut lima jenis makanan yang perlu dihindari dalam kondisi mentah, serta alasan mengapa hal tersebut penting.

Adonan Kue

Konsumsi adonan kue mentah masih umum di kalangan anak-anak, terutama saat mereka menjilat mangkuk atau sendok yang digunakan untuk membuat kue. Namun, risiko kesehatan dari adonan yang belum dipanggang jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Dalam wawancara dengan Eating Well, Schaffner menegaskan bahwa bahan-bahan mentah dalam adonan, seperti tepung dan telur, bisa mengandung bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E. coli.

“Kami telah memperingatkan orang-orang sejak lama untuk tidak memakan adonan kue mentah karena kekhawatiran tentang Salmonella yang berasal dari telur yang digunakan dalam adonan,” ujar Schaffner.

Bahkan tepung mentah pun dapat berisiko, karena patogen seperti Salmonella bisa terdapat di dalamnya. Untuk mengurangi risiko tersebut, Schaffner merekomendasikan penggunaan spatula silikon agar tidak menyentuh mangkuk langsung. Cara ini meminimalkan kontak dengan bahan-bahan mentah, sehingga mengurangi kemungkinan infeksi. Jika ingin menikmati rasa adonan, pastikan menggunakan bahan yang sudah dipasteurisasi atau memilih produk yang dirancang untuk dikonsumsi langsung, seperti adonan kue khusus yang tersedia di toko-toko.

Susu Mentah

Susu mentah kembali menjadi perbincangan hangat akhir-akhir ini, terutama karena kaitannya dengan penyakit yang menyebar melalui makanan. Jessica Clancy-Strawn, ahli gizi spesialis kesehatan ginjal, menyoroti bahwa susu yang belum dipasteurisasi membawa ancaman serius. Proses pasteurisasi, yaitu pemanasan hingga suhu tertentu selama waktu yang cukup, efektif menghilangkan patogen seperti E. coli, Campylobacter, Listeria, dan Salmonella.

“Susu pasteurisasi atau ultra-pasteurisasi, yang telah dipanaskan hingga suhu yang cukup tinggi dan dalam waktu yang cukup lama untuk membunuh patogen berbahaya ini, tidak menimbulkan risiko keamanan pangan seperti halnya susu mentah,” jelas Clancy-Strawn.

Risiko susu mentah lebih tinggi bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, orang tua, dan ibu hamil. Meski susu mentah memiliki kandungan nutrisi yang baik, keberadaan bakteri patogen dalam jumlah kecil bisa menyebabkan gangguan pencernaan atau bahkan keracunan. Untuk aman, pilih susu yang sudah diproses secara teknis atau konsumsi secara terbatas setelah memastikan kualitasnya.

Daging Giling

Daging giling yang belum dimasak secara lengkap seringkali menjadi sumber penyakit yang menyebar melalui makanan. Schaffner menyoroti bahwa patogen utama yang perlu diperhatikan adalah E. coli O157:H7, yang bahkan dalam jumlah sedikit pun dapat menyebabkan gejala serius atau bahkan kematian di kalangan populasi rentan.

“Mengonsumsi daging giling yang mentah atau kurang matang terus menyebabkan wabah penyakit bawaan makanan,” tambah Schaffner.

Untuk menghindari keracunan, pastikan daging giling mencapai suhu internal minimal 160 derajat Fahrenheit. Suhu ini cukup untuk membunuh bakteri berbahaya, termasuk E. coli. Proses memasak yang kurang memadai bisa meningkatkan risiko, terutama ketika daging digunakan dalam hidangan yang disajikan langsung tanpa pemanasan.

Kacang Merah

Kacang merah, meski kaya akan nutrisi, bisa menjadi bahaya jika dikonsumsi mentah. Schaffner menyebut bahwa kacang ini mengandung senyawa kimia beracun bernama fitohemaglutinin (PHA), yang dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, dan masalah pada ginjal jika tidak dimasak dengan benar.

“Kacang merah mengandung konsentrasi PHA yang tinggi, yang bisa menyebabkan gejala pencernaan serius dalam beberapa jam setelah konsumsi, bahkan dalam jumlah kecil,” kata Schaffner.

Masak kacang merah hingga suhu 212 derajat Fahrenheit selama minimal 10 menit untuk menonaktifkan racun tersebut. Jika menggunakan slow cooker, yang biasanya hanya mencapai suhu 167 derajat Fahrenheit, tambahkan langkah merendam kacang selama lima jam sebelum merebusnya. Proses ini membantu memastikan PHA benar-benar dihilangkan, mengurangi risiko keracunan.

Shiitake dan Morel

Jamur shiitake dan morel, meski lezat dan populer dalam masakan, bisa membahayakan jika tidak diproses dengan benar. Kedua jenis jamur ini memiliki kemampuan untuk menyerap bahan kimia beracun dari lingkungan sekitar. Schaffner menjelaskan bahwa keberadaan patogen dalam jamur bisa berisiko jika tidak dimasak hingga cukup matang.

“Jamur shiitake dan morel telah dite...”

Bahkan dalam kondisi yang terlihat aman, jamur mentah bisa menyebabkan gangguan pencernaan atau reaksi alergi. Untuk memastikan keamanan, masak jamur hingga wujudnya mengembang dan aroma menguar, sehingga menghilangkan semua zat berbahaya. Proses ini juga membantu menambah rasa dan tekstur jamur, yang biasanya lebih enak setelah dipan