Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kriminal kemarin – tersangka teror bom hingga ART gasak uang Rp450 juta

Published 15/07/2026 · Updated 15/07/2026 · By Rizki Hakim

Kasus Kriminal Jakarta: Dari Teror Bom Hingga Pencurian ATM

Kriminal kemarin - Jakarta mencatatkan berbagai peristiwa penting terkait keamanan dan kejahatan pada hari Selasa, 14 Juli. Mulai dari penetapan tersangka kasus teror bom hingga penangkapan asisten rumah tangga yang diduga mencuri uang dalam jumlah besar, sejumlah kejadian menarik perhatian publik. Berikut rangkuman lengkap berita-berita tersebut yang layak untuk disimak kembali.

Asisten Rumah Tangga Ditangkap Karena Dugaan Menggasak Rp450 Juta

Polisi berhasil menangkap seorang asisten rumah tangga (ART) berusia 33 tahun dengan inisial NS. Pelaku ditangkap karena diduga mengambil uang senilai Rp450 juta dari mesin ATM milik majikannya. Kejadian ini terjadi di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.

Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan di tempat kerja pelaku yang berlokasi di Jalan Tampak Siring, Kalideres. Penangkapan ini dilakukan setelah korban melaporkan adanya transaksi mencurigakan pada rekening banknya beberapa waktu lalu.

"Penangkapan itu setelah korban melaporkan adanya transaksi mencurigakan pada rekening miliknya belum lama ini," kata Rihold saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Tersangka Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Resmi Dijadikan Tersangka

Dalam perkembangan terbaru, polisi telah menetapkan pria berusia 34 tahun dengan inisial MY sebagai tersangka dalam kasus teror bom. Kasus ini terjadi pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Senin (13/7).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, mengonfirmasi bahwa tersangka sudah resmi ditetapkan. Menurut beliau, terdapat dua alat bukti yang mendukung kasus ini.

"Sudah ditetapkan tersangka. Ada dua alat bukti," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Sopir Truk Alat Berat diamankan Setelah Menabrak JPO Tendean

Kepolisian juga mengamankan sopir truk pengangkut alat berat yang terlibat insiden di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean, Mampang, Jakarta Selatan. Sopir tersebut berusia 29 tahun dengan inisial JAS.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, menyatakan bahwa sopir masih dalam tahap penyelidikan dan sementara waktu diamankan. Penindakan ini dilakukan untuk menjalani pemeriksaan terkait penyebab kendaraan berat tersebut menabrak dan merusak struktur JPO.

"Masih dalam penyelidikan ya, sementara masih diamankan," kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto kepada wartawan di JPO Tendean Jakarta, Selasa.

Polisi Buru Pembegal Pengemudi Ojol hingga Tewas di Tangerang

Polres Metro Tangerang Kota tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk menemukan pelaku pencurian dengan kekerasan atau pembegalan. Insiden ini mengakibatkan seorang pengemudi ojek daring (ojol) tewas di Kabupaten Tangerang, Banten.

Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Iwan Heristiawan, menjelaskan bahwa peristiwa terjadi di pangkalan ojol Perumahan Vila Taman Bandara, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Waktu kejadian adalah Minggu (12/7) dini hari sekitar pukul 03.50 WIB.

Dugaan Pencurian Gudang di Kawasan Industri Jababeka Terungkap

Unit Reskrim Polsek Cikarang Selatan, Polres Metro Bekasi, menangani kasus dugaan pencurian dengan pemberatan di sebuah gudang perusahaan. Lokasi kejadian berada di Kawasan Industri Jababeka 2, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

Kapolsek Cikarang Selatan, Kompol Erwin Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan seorang pria berusia 31 tahun dengan inisial J. Pria tersebut diduga sebagai pelaku pembobolan gudang.

"Terduga pelaku J diamankan setelah diduga memasuki area gudang melalui saluran air dan membobol seng pembatas di bagian belakang bangunan," kata Erwin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Kelima kasus tersebut menunjukkan bahwa keamanan di Jakarta masih menjadi perhatian utama. Berbagai pihak terus berupaya menyelesaikan perkara-perkara ini agar rasa aman masyarakat tetap terjaga dengan baik.