What Happened During: Trump: Kesepakatan damai AS-Iran dijadwalkan ditandatangani hari ini
Trump: Perjanjian Damai AS-Iran Akan Ditandatangani Hari Ini
What Happened During - Washington, 13 Juni 2020 — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa perjanjian perdamaian antara AS dan Iran akan ditandatangani pada hari Minggu (14/6). Pernyataan ini disampaikannya melalui platform Truth Social pada hari Sabtu, menandai kemajuan signifikan dalam upaya mengakhiri ketegangan yang berlangsung lama antara dua negara tersebut. Trump menegaskan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah penting untuk memperkuat hubungan bilateral dan menciptakan stabilitas di wilayah Timur Tengah.
Langkah Penting untuk Membuka Selat Hormuz
Dalam postingannya, Trump menyebutkan bahwa setelah perjanjian ini ditandatangani, Selat Hormuz akan segera dibuka kembali. Selat ini menjadi jalur vital untuk perdagangan minyak dan gas, serta keberhasilan pembukaannya diperkirakan akan memberi dampak positif pada ekonomi global. Trump juga menyampaikan bahwa Iran tidak lagi ingin mengembangkan senjata nuklir, dan perjanjian ini menjamin bahwa negara tersebut tidak akan memiliki senjata nuklir baik melalui pembelian, produksi, maupun cara lainnya.
“Kesepakatan tersebut dijadwalkan akan ditandatangani besok,” tulis Trump.
Menurut Trump, perjanjian ini menunjukkan perubahan mendasar dalam hubungan AS-Iran dibandingkan masa pemerintahan sebelumnya. Ia menyoroti bahwa perspektif kedua negara kini lebih positif dan berfokus pada kerja sama daripada konflik. "Hubungan antara kedua negara jauh lebih baik dibandingkan era pemerintahan sebelumnya," tambahnya dalam pesan terpisah. Trump juga menyebutkan bahwa AS akan masuk dan mengambil debu nuklir pada waktu yang dianggap tepat, ketika situasi sudah benar-benar stabil.
Perjanjian Tidak Melibatkan Pembayaran Dana ke Iran
Pernyataan Trump menekankan bahwa perjanjian ini tidak mencakup transfer dana dari AS ke Iran. Hal ini berbeda dengan kebijakan yang dijalankan selama masa Presiden Barack Obama, termasuk pembayaran sebesar 1,7 miliar dolar dalam bentuk tunai. "Tidak akan ada uang yang berpindah tangan dalam perjanjian ini," jelas Trump. Ia menambahkan bahwa langkah ini menghindari keberatan tentang pemberian dana yang sebelumnya dianggap sebagai alat untuk memicu kebijakan Iran.
“Berbeda dengan pembayaran ratusan miliar dolar yang diberikan kepada mereka pada masa Obama, termasuk 1,7 miliar dolar dalam bentuk uang tunai, tidak ada transaksi dana yang terjadi dalam perjanjian ini,” kata Trump.
Sebelumnya, pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan bahwa upacara penandatanganan perjanjian damai dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu. “Mereka (Menteri Luar Negeri Pakistan dan Arab Saudi) menyambut baik perundingan AS-Iran yang memasuki tahap akhir, dengan upacara penandatanganan elektronik dijadwalkan berlangsung besok,” tulis kementerian tersebut melalui platform X. Pakistan, sebagai negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan kedua pihak, diharapkan menjadi penengah dalam proses ini.
Iran Bersikeras Memproses Uranium di Wilayah Sendiri
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Teheran dan Washington belum pernah sejalan dalam pembicaraan seperti saat ini. Ia menyatakan bahwa kedua pihak telah mencapai titik terdekat dalam mencapai kesepakatan. Araghchi juga menegaskan bahwa Iran tetap menuntut untuk memproses persediaan uranium yang diperkaya tingkat tinggi di wilayah negara mereka sendiri, menjadikan hal ini sebagai bagian penting dari perjanjian.
“Mereka (Iran) tidak lagi menginginkan senjata nuklir, dan tidak akan memilikinya lagi melalui pembelian, pengembangan, atau metode lainnya,” ujar Trump.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebelumnya mengumumkan bahwa naskah final perjanjian damai telah disepakati. Ini menunjukkan dukungan pemerintah Pakistan terhadap upaya AS dan Iran mengakhiri konflik. Araghchi, sebagai wakil pemerintah Iran, menekankan bahwa Teheran memandang perjanjian ini sebagai bukti komitmen untuk memperbaiki hubungan dengan Washington. Ia juga menyebutkan bahwa keberhasilan ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan keseimbangan kekuasaan di kawasan Timur Tengah.
Konteks dan Dampak Perjanjian
Perjanjian damai antara AS dan Iran ini diharapkan menjadi titik balik dalam sejarah hubungan bilateral yang telah berlangsung lebih dari satu dekade. Sejak tahun 2015, ketegangan antara kedua negara meningkat tajam setelah AS menarik diri dari Perjanjian Nuklir Iran dan mengenai sanksi ekonomi. Dengan menandatangani perjanjian baru, Trump ingin menunjukkan bahwa AS bersedia berdialog dan mencari solusi yang saling menguntungkan.
Menurut analis internasional, pembukaan Selat Hormuz sebagai bagian dari perjanjian ini memiliki dampak langsung pada harga minyak dunia. Selat Hormuz menjadi jalur utama distribusi minyak, dan kembalinya akses bebas ke selat ini diperkirakan akan mengurangi tekanan pada pasar energi. Trump menegaskan bahwa perjanjian ini tidak hanya mengakhiri konflik, tetapi juga membuka peluang kerja sama di bidang ekonomi dan militer.
Pada Jumat, sebelumnya, Araghchi mengatakan bahwa tekanan internasional terhadap Iran telah berkurang, dan kedua pihak sekarang fokus pada dialog yang produktif. "Kita sedang berada di titik terbaik dalam perundingan ini," katanya