Strategi Penting: 3 Militer AS Tewas dalam Serangan Iran, Trump Bersumpah Balas Dendam

3 Militer AS Tewas dalam Serangan Iran, Trump Bersumpah Balas Dendam

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan niat untuk membalas serangan Iran yang menyebabkan kematian tiga anggota militer AS. Ia menyatakan operasi tersebut berlangsung selama sekitar empat minggu dan menekankan kebutuhan Iran untuk meletakkan senjata atau menghadapi konsekuensi serius. “Saya kembali meminta Garda Revolusi, militer, dan polisi Iran untuk melepaskan senjata dan menerima perlindungan penuh, atau siap menghadapi kematian yang tak terelakkan,” ujarnya dalam pidato video yang dilaporkan AFP, Senin (2/2/2026).

“Kematian itu pasti terjadi. Tidak akan menyenangkan,” tambah Trump.

Setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, pasukan Iran membalas serangan dengan rudal dan drone. Serangan ini menghantam basis militer AS dan Israel di berbagai wilayah Timur Tengah, menyebabkan korban di Israel, Uni Emirat Arab, serta merusak pusat ekonomi mewah di Teluk Arab.

Pentagon mengungkapkan bahwa tiga tentara AS tewas dan lima lainnya terluka dalam operasi yang dinamai “Epic Fury.” Trump mengingatkan bahwa kemungkinan akan terjadi lebih banyak korban sebelum operasi selesai. “Amerika akan membalas kematian mereka dan memberikan hukuman tajam kepada para teroris yang berperang melawan peradaban,” tegasnya.

Imbauan Tunda Umrah dari Kemenhaj Saat Timur Tengah Memanas

Kemenhaj mengeluarkan peringatan untuk menghentikan umrah selama krisis di Timur Tengah memuncak. Hakeem Jeffries, ketua Partai Demokrat di DPR, menilai kejadian itu berasal dari “keputusan yang terburu-buru” dan meragukan kebenaran serangan militer pra-pasif yang dilakukan.

Video Dubes Iran untuk RI: Kemenangan Selalu Ada pada Kebenaran

Dubes Iran untuk Indonesia mengunggah video yang menekankan kemenangan terletak pada kebenaran. Video tersebut muncul sebagai respons terhadap peristiwa serangan dan reaksi dari masyarakat internasional.