Pengumuman Resmi: Iran Bantah Klaim Trump soal Minta Setop Perang: Pernyataan Tak Berdasar!

Iran Menyangkal Klaim Trump Soal Permintaan Gencatan Senjata

Iran menolak klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Teheran meminta berhenti perang. Menurut pihak Iran, pernyataan Trump tersebut tidak didasarkan pada fakta.

Dilansir dari AFP

Pernyataan tersebut diterbitkan oleh Esmaeil Baqaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran. Informasi ini disampaikan melalui saluran berita pemerintah yang mengutip pernyataan resmi kementerian tersebut.

“Klaim Trump tentang permintaan Iran untuk gencatan senjata adalah salah dan tidak memiliki dasar,” ujar Esmaeil Baqaei.

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta gencatan senjata. Namun, menurut Trump, AS hanya akan mempertimbangkan hal itu jika Selat Hormuz kembali terbuka bagi lalu lintas kapal.

“Presiden Iran baru saja mengajukan permintaan gencatan senjata kepada Amerika Serikat!” tulis Trump di platform Truth Social.

Trump menegaskan bahwa pihaknya akan menerima permintaan tersebut, asalkan syarat terkait Selat Hormuz terpenuhi. “Kami akan mempertimbangkannya ketika Selat Hormuz terbuka, bebas, dan bersih. Selama ini, kami akan terus menyerang Iran hingga musnah atau, seperti yang mereka katakan, kembali ke Zaman Batu!!!,” lanjutnya.

Eskalasi Regional Berlanjut

Konflik regional terus memanas sejak 28 Februari, ketika Israel dan AS melakukan serangan terhadap Iran. Serangan itu menyebabkan kematian lebih dari 1.340 orang hingga kini, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan dengan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menyimpan aset militer AS. Serangan ini mengakibatkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan mengganggu aktivitas penerbangan serta pasar global.