Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Liga Arab tegaskan kedaulatan negara-negara Arab adalah “garis merah”

Published 15/07/2026 · Updated 15/07/2026 · By Sari Rahman

Liga Arab Menegaskan Kedaulatan sebagai Garis Merah yang Tak Boleh Dikompromikan

Pernyataan Penting Sekretaris Jenderal dalam Konferensi Pers Pertama

Liga Arab tegaskan kedaulatan negara negara - KAIRO — Dalam sebuah pernyataan yang sangat signifikan bagi stabilitas kawasan Timur Tengah, Sekretaris Jenderal Liga Arab, Nabil Fahmy, secara tegas menegaskan bahwa kedaulatan seluruh negara-negara Arab merupakan "garis merah" yang tidak boleh dikompromikan dalam setiap situasi apapun. Pernyataan penting ini disampaikan dalam konferensi pers pertamanya sejak resmi mulai menjabat pada tanggal 1 Juli, hari Senin, yang menandai awal periode kepemimpinan barunya dalam organisasi regional yang telah berdiri selama puluhan tahun dan menjadi salah satu lembaga terpenting di dunia Arab.

Dalam kesempatan tersebut, Fahmy menekankan bahwa keamanan nasional dunia Arab bukan sekadar tanggung jawab individual setiap negara, melainkan merupakan kewajiban bersama yang menuntut sikap bersatu dan solid dari seluruh anggota. Ia menjelaskan bahwa dalam menghadapi tantangan regional maupun global, pendekatan kolektif menjadi kunci keberhasilan. "Setiap agresi yang menargetkan keamanan negara Arab mana pun merupakan agresi terhadap keamanan seluruh dunia Arab," ujarnya dengan penekanan kuat yang menunjukkan komitmen organisasi terhadap prinsip-prinsip dasar yang telah lama dianut.

Penyelesaian Krisis Regional Melalui Dialog dan Diplomasi

Mengenai berbagai ketegangan yang terjadi di kawasan, Fahmy menyampaikan pandangan bahwa krisis yang melanda Sudan, Suriah, Yaman, Libya, dan Somalia hanya dapat diselesaikan secara berkelanjutan melalui dialog dan diplomasi. Ia menegaskan bahwa pendekatan militer atau kekerasan tidak memberikan solusi jangka panjang bagi masalah-masalah struktural yang dihadapi negara-negara tersebut. Setiap konflik memerlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan semua pihak yang berkepentingan untuk mencapai perdamaian yang hakiki dan lasting.

Dia menambahkan bahwa Liga Arab berkomitmen penuh untuk mendukung berbagai upaya pemulihan keamanan dan stabilitas di negara-negara yang mengalami konflik. Fokus utama dari komitmen tersebut meliputi beberapa aspek krusial, yaitu menjaga integritas wilayah, mengakhiri permusuhan antar pihak yang bertikai, memperluas bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak, serta memastikan kepulangan para pengungsi internal serta pengungsi lintas negara secara aman dan bermartabat. Semua upaya ini bertujuan untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi pembangunan berkelanjutan.

Palestina Tetap Menjadi Prioritas Utama

Fahmy juga menegaskan kembali bahwa perjuangan Palestina tetap menjadi prioritas utama Liga Arab dalam setiap kebijakan dan tindakannya. Ia bertekad untuk terus memperjuangkan hak-hak sah rakyat Palestina di kancah internasional. Selain itu, ia juga mendorong upaya-upaya untuk mengakhirinya pendudukan yang berlangsung selama bertahun-tahun. Isu Palestina bukan hanya masalah regional, tetapi juga menjadi simbol perjuangan seluruh umat manusia terhadap ketidakadilan.

Dalam konteks ini, Fahmy meminta pertanggungjawaban para pelaku "kejahatan terhadap warga sipil" yang terjadi selama konflik berlangsung. Ia menekankan bahwa keadilan bagi korban sipil merupakan bagian integral dari proses perdamaian yang komprehensif. Melalui pendekatan multi-dimensional ini, Liga Arab berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan adil bagi seluruh negara anggota maupun masyarakat internasional secara keseluruhan. Organisasi ini juga akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip kedaulatan dan keadilan tetap menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan yang diambil.