Latest Program: Pengelola Bandara Narita mulai bebaskan lahan bangun landasan baru
Latest Program: Pembebasan Lahan Narita untuk Landasan Baru Dimulai
Latest Program - Tokyo — Sebuah komite yang terdiri dari berbagai pihak terkait telah mencapai kesepakatan pada hari Jumat untuk memulai prosedur pembebasan lahan secara paksa. Langkah ini diambil guna melanjutkan proyek pembangunan dan perpanjangan landasan pacu baru di Bandara Internasional Narita yang sempat mengalami penundaan. Narita International Airport Corp. sebagai pengelola bandara berencana untuk memperluas fasilitas yang merupakan salah satu gerbang internasional utama di Prefektur Chiba, yang terletak di sebelah timur Tokyo. Melalui Latest Program ini, proses pembebasan lahan akan berjalan lebih cepat dan terstruktur.
Dorongan Pertumbuhan Wisatawan dan Tantangan Pembebasan Lahan
Langkah ekspansi ini dipicu oleh pesatnya pertumbuhan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Namun, perusahaan masih menghadapi kesulitan dalam membebaskan lahan yang dibutuhkan untuk proyek tersebut. Keputusan pembebasan lahan itu disepakati oleh komite yang beranggotakan perwakilan pengelola bandara, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang, Pemerintah Prefektur Chiba, serta pemerintah daerah di sekitar bandara. Sebagai bagian dari Latest Program strategis nasional, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing bandara internasional.
Pengelola bandara menyatakan bahwa hingga saat ini mereka masih belum memperoleh kesepakatan terhadap 4,8 persen, atau sekitar 53 hektar dari total lahan yang dibutuhkan untuk proyek tersebut, karena sebagian pemilik lahan masih menyatakan keberatan. Direktur Utama Narita International Airport Corp., Naoki Fujii, menyampaikan pernyataan resmi mengenai pendekatan yang akan diambil dalam proses ini. Ia menekankan bahwa Latest Program ini akan mengutamakan dialog namun tetap siap menggunakan mekanisme pembebasan lahan paksa jika diperlukan.
"Kami terus mempertimbangkan pendekatan yang sepihak dalam sejarah pembangunan bandara. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memperoleh persetujuan para pemilik lahan dengan tetap mempertimbangkan kondisi mereka," kata Naoki Fujii.
Detail Proyek dan Target Kapasitas
Pembangunan Landasan Pacu C sepanjang 3.500 meter serta tambahan perpanjangan Landasan Pacu B sepanjang 1.000 meter, sudah ada 2.500 meter, telah dimulai sejak 2025. Proyek tersebut bertujuan untuk mengakomodasi peningkatan jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang serta pertumbuhan kebutuhan sektor logistik. Jika pembangunan rampung, maka luas Bandara Narita naik dua kali lipat menjadi 2.297 hektare dan meningkatkan kapasitas slot lepas landas serta pendaratan pesawat menjadi 500.000 per tahun, dengan kapasitas saat ini 340.000 per tahun. Latest Program ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pengembangan infrastruktur penerbangan Jepang.
Bandara internasional tersebut mulai beroperasi pada 1978 meskipun sebelumnya menghadapi penolakan dari masyarakat setempat terkait pembebasan lahan. Pembangunan bandara sendiri telah disetujui oleh pemerintah pusat Jepang pada Juli 1966. Proses pembebasan lahan yang sedang berlangsung ini merupakan kelanjutan dari sejarah panjang pembangunan infrastruktur transportasi udara di wilayah Chiba. Dengan Latest Program yang telah disepakati, diharapkan proses pembebasan lahan dapat diselesaikan dalam waktu yang lebih efisien.
Dengan selesainya proyek ini, Narita diharapkan dapat menjadi lebih kompetitif dalam melayani lalu lintas penerbangan internasional. Peningkatan kapasitas landasan pacu akan memungkinkan lebih banyak penerbangan langsung ke berbagai destinasi global tanpa perlu transit melalui bandara lain di kawasan Asia Timur. Selain itu, pengembangan lahan juga akan mendukung fasilitas pendukung seperti terminal penumpang dan area kargo yang semakin meningkat permintaannya. Latest Program ini juga akan membuka peluang investasi baru di sektor penerbangan dan logistik.
Pihak pengelola bandara terus melakukan komunikasi intensif dengan para pemilik lahan yang belum memberikan persetujuan. Pendekatan dialogis tetap menjadi prioritas meskipun prosedur pembebasan lahan secara paksa telah disepakati sebagai langkah terakhir. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menghormati hak-hak masyarakat lokal sambil tetap mengejar target pembangunan infrastruktur strategis nasional. Melalui Latest Program, Narita International Airport Corp. berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh proses pembebasan lahan dan memastikan proyek landasan baru dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.