Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Strategy: China harap pergantian PM Inggris tidak ganggu hubungan kedua negara

Published 24/06/2026 · Updated 24/06/2026 · By Budi Ananda

China Mengharapkan Perubahan Kepemimpinan Inggris Tidak Mengganggu Hubungan Bilateral

Key Strategy - Beijing menjadi pusat perhatian diplomatik setelah Pemerintah Tiongkok menyatakan keinginan untuk menjaga konsistensi kerja sama dengan Inggris meski terjadi pergantian kepala pemerintahan di negara berikarut. Juru Bicara Departemen Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menegaskan bahwa keberlanjutan hubungan antara kedua negara tetap menjadi prioritas, terlepas dari perubahan politik di Inggris. Pernyataan ini dikeluarkan dalam sebuah konferensi pers di Beijing, Selasa, sebagai respons atas keputusan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang mundur setelah kekalahan besar Partai Buruh pada pemilihan umum Mei lalu.

Starmer Mundur, Pemicu Perubahan Politik Internal

Keir Starmer, mantan Perdana Menteri Inggris, memutuskan untuk mengundurkan diri setelah Partai Buruh mengalami kegagalan signifikan dalam pemilihan umum Mei. Kekalahan tersebut memicu serangkaian kecaman dari anggota partai, yang semakin menguatkan tekanan untuk mengganti kepemimpinan. Starmer mengumumkan keputusan pensiunnya pada Senin (22/6), menyusul penurunan dukungan internal yang terjadi setelah kemenangan rival politiknya, Andy Burnham, di satu kursi parlemen pekan lalu.

"Kedua negara perlu bekerja ke arah yang sama, memperdalam kerja sama bilateral, dan koordinasi dalam isu multilateral agar dapat mempertahankan momentum peningkatan hubungan," kata Guo Jiakun dalam konferensi pers.

Guo Jiakun menekankan bahwa keputusan Starmer adalah urusan internal Inggris. "Kami tidak mengomentari hal ini, karena merupakan langkah yang diambil oleh partai pemerintah mereka sendiri," tambahnya. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa Tiongkok dan Inggris memiliki komitmen jangka panjang untuk memperkuat kemitraan strategis, yang dianggap sebagai kepentingan bersama dalam menciptakan perdamaian dan kemakmuran global.

Sejarah Pemimpin Partai Buruh dan Kunjungan ke Tiongkok

Starmer sebelumnya melakukan kunjungan resmi ke Tiongkok pada 28 hingga 31 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, ia bertemu dengan Presiden Xi Jinping di Beijing dan berdiskusi tentang kerja sama ekonomi serta kebijakan luar negeri. Selama kunjungan, Starmer juga menghadiri forum bisnis di Shanghai, di mana para pengusaha dari kedua negara bertemu untuk mengeksplorasi peluang kolaborasi. Walaupun keputusannya untuk mundur muncul karena tekanan dari internal partai, kebijakan luar negerinya sepanjang masa jabatan sebelumnya dinilai sebagai langkah penting untuk memperkuat hubungan dengan Tiongkok.

"Saya sudah mendengar jawaban partai parlemen saya atas pertanyaan apakah saya 'paling tepat' untuk memimpin dalam pemilu selanjutnya, dan saya menerima jawabannya dengan lapang dada," kata Starmer dalam pernyataannya.

Pemilihan ketua baru Partai Buruh akan dilangsungkan pada 9 Juli, dan hasilnya diharapkan selesai sebelum Parlemen Inggris kembali bersidang pada September mendatang. Starmer mengungkapkan bahwa keputusan pensiunnya diambil setelah menerima respons dari anggota parlemen yang mengkritik kemampuannya memimpin partai menuju kemenangan di pemilihan umum. Dalam konteks ini, Tiongkok memandang bahwa perubahan kepemimpinan Inggris tidak akan mengubah fondasi kerja sama yang telah terbangun sejak lama.

Kemitraan Bilateral yang Diperkuat oleh Strategi Jangka Panjang

Kementerian Luar Negeri Tiongkok menekankan bahwa hubungan bilateral antara kedua negara tidak hanya bergantung pada kepemimpinan politik, tetapi juga pada komitmen strategis yang telah terbangun selama bertahun-tahun. "Kemitraan strategis komprehensif jangka panjang antara Tiongkok dan Inggris berkontribusi pada stabilitas dunia dan kemakmuran bersama," tambah Guo Jiakun. Hal ini mencerminkan bahwa kedua negara memiliki minat bersama dalam isu seperti perdagangan, keamanan global, serta kerja sama dalam organisasi internasional seperti PBB.

Sejumlah anggota parlemen Partai Buruh telah lama meminta Starmer untuk mundur, terutama setelah kegagalan dalam pemilihan lokal yang menyebabkan hilangnya kepercayaan publik. Tekanan ini meningkat ketika Andy Burnham, kandidat oposisi, memenangkan kursi parlemen dalam pemilihan pekan lalu. Meski demikian, Guo Jiakun menegaskan bahwa Tiongkok tidak terlibat langsung dalam proses tersebut dan tetap mendukung pembangunan hubungan ekonomi serta diplomasi antara kedua negara.

Proses Pemilihan Kepala Pemerintahan dan Tantangan Politik

Starmer, sebagai pemimpin Partai Buruh, telah menunjukkan keinginan untuk tetap menjabat, namun akhirnya terpaksa menyerah pada suara mayoritas anggota partai. Pemilihan ketua baru dipercaya akan membawa perubahan arah kebijakan luar negeri Inggris, meski Tiongkok mengharapkan bahwa kebijakan tersebut tetap stabil dan tidak mengganggu kerja sama yang telah ada. Dalam konteks global, Tiongkok memandang bahwa hubungan dengan Inggris tetap menjadi bagian penting dari strategi ekonomi dan politik mereka.

Pergantian kepala pemerintahan Inggris bukan hanya mengganti sosok individu, tetapi juga bisa berdampak pada dinamika hubungan internasional. Tiongkok, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, berharap pengganti Starmer dapat menjaga konsistensi dalam menegosiasikan kepentingan bersama. Kedua negara juga terus membangun kerja sama di bidang ekonomi, termasuk perjanjian perdagangan dan investasi, yang dianggap penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua negara.

Langkah Strategis dalam Memperkuat Kemitraan

Guo Jiakun menambahkan bahwa Tiongkok dan Inggris memiliki peran strategis dalam organisasi internasional, termasuk dalam memimpin dunia menuju konsensus global. "Kerja sama antara kedua negara akan terus didukung, baik dalam isu bilateral maupun multilateral," jelasnya. Pernyataan ini mencerminkan bahwa Tiongkok tidak ingin keputusan internal Inggris berdampak negatif pada hubungan bilateral yang telah dianggap sebagai keuntungan bersama.

Dalam konteks kebijakan luar negeri Inggris, Starmer telah memprioritaskan pembangunan hubungan dengan Tiongkok selama masa jabatannya. K