Kebijakan Baru: Houthi Sambut Mojtaba Khamenei Pemimpin Baru Iran: Pukulan Telak bagi Musuh
Houthi Sambut Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru Iran: Pukulan Telak bagi Musuh
Penerimaan Houthi atas Kepemimpinan Baru
Kelompok Houthi, yang berbasis di Yaman, menyambut baik pengangkatan Sayyid Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei. Kelompok ini menilai perubahan kepemimpinan tersebut sebagai keuntungan besar bagi pihak-pihak yang menentang Iran. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Telegram resmi Houthi, yang menyebut momen ini sangat penting dalam konteks konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam.
Kemenangan untuk Revolusi Islam
Dalam sebuah pernyataan, Houthi menyatakan bahwa pemilihan Mojtaba Khamenei menandai kemenangan baru bagi Revolusi Islam. Mereka menegaskan bahwa ini merupakan pukulan telak bagi lawan Iran, yang dianggap mengancam keamanan negara-negara di kawasan tersebut. “Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam baru ini diangkat di tengah situasi kritis, yang menunjukkan kemampuan Iran dalam menghadapi tekanan luar,” tulis kelompok itu.
“Kemenangan baru bagi Revolusi Islam dan pukulan telak bagi musuh-musuh Republik Islam serta negara-negara di kawasan ini,” demikian pernyataan Houthi.
Respons Israel terhadap Kepemimpinan Baru
Sementara itu, Israel menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi sosok yang akan menggantikan Ali Khamenei. Menteri Pertahanan Iran, Israel Katz, menyatakan bahwa militer negara akan menargetkan siapa pun yang ditunjuk oleh rezim Iran sebagai pemimpin baru. “Setiap tokoh yang diangkat oleh Iran untuk melanjutkan rencana menghancurkan Israel, mengancam AS, dan merusak negara-negara bebas, akan menjadi sasaran yang jelas,” katanya.
Katz menambahkan bahwa tidak peduli siapa pun nama atau tempat bersembunyinya calon pemimpin baru, negara akan bertindak tegas. Pernyataan ini disiarkan oleh Al Jazeera, Rabu (4/3).
Pengumuman Resmi oleh Majelis Pakar
Majelis Pakar, lembaga yang berwenang mengangkat pemimpin tertinggi Iran, secara resmi menetapkan Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei sebagai figur baru. Nama Mojtaba sebelumnya dipercaya sebagai kandidat terkuat menggantikan Ali Khamenei. Perubahan ini menegaskan kembali posisi Iran dalam konteks geopolitik yang semakin memanas.
