David Alaba akui timnas Spanyol terlalu kuat usai Austria kalah 0-3
David Alaba: Timnas Spanyol Terlalu Kuat, Austria Tumbang 0-3 di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
David Alaba akui timnas Spanyol terlalu - Jakarta – Pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles berakhir dengan kekalahan Austria 0-3 dari Spanyol, Jumat (WIB). Kapten timnas Austria, David Alaba, mengakui bahwa tim lawan tampil sangat dominan dan sulit diimbangi. Menurut Alaba, Spanyol memiliki keunggulan signifikan dalam menguasai bola serta daya tahan yang membuat Austria kesulitan mengembangkan permainan. "Mereka terlalu kuat, terutama ketika mengontrol bola. Mereka terus menguasainya sepanjang pertandingan, dan setelah 90 menit, sangat berat jika hanya mengandalkan lari mengejar bola," ujarnya, dikutip dari situs resmi FIFA.
Pernyataan Alaba tentang Dominasi Spanyol
"Mereka memiliki banyak pemain dengan kualitas tinggi dan sangat berbahaya. Permainan mereka terorganisasi dengan baik, dan setiap peluang yang mereka miliki diubah menjadi gol," tambah Alaba.
Austria, meski mengakui permainan Spanyol lebih menguntungkan, sempat menunjukkan performa yang kompetitif pada awal pertandingan. Alaba menjelaskan bahwa timnya mampu membangun permainan dengan baik selama 20 hingga 25 menit pertama. Namun, situasi berubah setelah Spanyol melakukan penyesuaian taktik yang memberi tekanan lebih besar kepada Austria. "Setelah jeda, mereka sedikit mengubah cara bermain, dan dari sana pertandingan jadi jauh lebih sulit untuk kami," kata Alaba.
Dominasi Spanyol terlihat jelas sepanjang pertandingan. Tim yang diasuh Luis de la Fuente menunjukkan konsistensi dalam penguasaan bola, yang membuat Austria lebih sering berada dalam posisi bertahan. Alaba mengakui bahwa keunggulan Spanyol dalam hal kontrol bola dan kecepatan mengejar serangan menjadi faktor utama kekalahan timnya. "Mereka terus menekan, dan kami tak mampu mengimbangi tekanan mereka. Bola selalu berada di satu sisi, dan itu membuat kami lebih rentan," ujarnya.
Kinerja Timnas Spanyol dalam Pertandingan
Spanyol memperlihatkan kemampuan bertahan yang matang, dengan dua gol yang dicetak oleh Mikel Oyarzabal dan satu gol dari sundulan Pedro Porro. Oyarzabal, yang juga memperkuat Real Madrid, menjadi penentu kekalahan Austria dengan gol pertamanya di menit ke-30. Gol kedua dari mantan pemain Leeds United itu tercipta di menit ke-75, memastikan dominasi tim Spanyol dalam pertandingan. Pedro Porro, seorang bek kiri yang dikenal cepat, menambahkan keunggulan dengan gol sundulan di menit ke-85, mengakhiri perjuangan Austria.
Dengan hasil ini, Spanyol melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Tim tersebut akan menghadapi pemenang pertandingan Portugal melawan Kroasia, yang berlangsung di hari yang sama. Alaba mengatakan bahwa permainan Spanyol menjadi lebih efektif seiring berjalannya waktu, terutama setelah mereka menyesuaikan strategi. "Mereka menyesuaikan taktik setelah jeda, dan dari sana mereka mengontrol pertandingan dengan lebih baik," jelas Alaba.
Analisis Pertandingan dari Perspektif Austria
Austria, meski kehilangan tiket ke babak berikutnya, tetap menunjukkan upaya yang baik. Alaba mengungkapkan bahwa timnya menghadapi tantangan besar karena Spanyol terus memperkuat dominasi mereka. "Mereka lebih cepat, lebih baik dalam distribusi bola, dan selalu siap mengubah permainan sesuai kebutuhan. Kami harus berusaha maksimal, tapi masih kurang memadai," kata pemain Bayern Munich itu.
Kebiasaan Austria dalam bertahan juga menjadi sorotan. Dalam pertandingan tersebut, timnas Austria lebih sering melakukan umpan pendek dan mengandalkan peluang terbuka. Namun, Spanyol berhasil memanfaatkan celah-celah tersebut dengan efektif. Alaba menyoroti kualitas individu dalam tim Spanyol, yang membuat Austria kesulitan menghadapi serangan beruntun. "Mereka memiliki pemain yang bisa menciptakan peluang dari segala posisi. Bahkan pemain di belakang pun bisa memberi ancaman," ujarnya.
Pengakuan Alaba tentang Kekurangan Timnya
Dalam wawancara usai pertandingan, Alaba juga mengakui bahwa Austria gagal memanfaatkan peluang yang ada. "Kami tidak mengambil keputusan yang tepat dalam beberapa situasi. Pemain-pemain kami cukup baik, tapi belum cukup untuk mengalahkan Spanyol," katanya. Alaba menekankan bahwa kekalahan ini menjadi pembelajaran bagi timnya, terutama dalam hal adaptasi taktik. "Kami harus lebih cepat merespons perubahan strategi lawan. Kalau tidak, pertandingan akan berjalan sangat sulit," pungkas Alaba.
Kekecewaan Alaba juga terasa dari sikapnya setelah pertandingan. Ia mengatakan bahwa Austria telah mempersiapkan diri dengan baik, tetapi belum cukup untuk menghadapi level pertandingan yang lebih tinggi. "Kami berusaha sekuat tenaga, tapi Spanyol tampil jauh lebih baik. Keunggulan mereka jelas terlihat, dan kami tidak mampu menandingi itu," ujarnya. Kekalahan ini memberi dampak besar pada peluang Austria melangkah lebih jauh, terutama karena mereka harus mengakhiri perjalanan mereka di babak 32 besar.
Menurut Alaba, keberhasilan Spanyol dalam pertandingan ini menunjukkan konsistensi tim tersebut. "Mereka selalu siap, dan tidak pernah menurunkan performa. Bahkan di babak kedua, mereka tetap menguasai permainan. Kami harus belajar dari mereka untuk pertandingan berikutnya," jelas Alaba. Ia menambahkan bahwa timnas Spanyol layak menang karena kualitas pemain mereka di semua posisi. "Tidak ada yang salah dengan kemenangan mereka. Mereka jauh lebih kuat, dan kami harus mengakui itu," pungkas kapten Austria tersebut.