Special Plan: I.League pastikan format kompetisi Championship musim depan masih sama
I.League Konfirmasi Format Championship Musim Depan Tetap Sama
Special Plan - Dari Jakarta, I.League mengumumkan bahwa struktur kompetisi sepak bola kasta kedua Indonesia, yaitu Pegadaian Championship, akan tetap dipertahankan untuk musim 2026/2027. Pengumuman ini disampaikan melalui keterangan resmi yang diterbitkan pada Kamis, menegaskan bahwa format pertandingan tidak akan mengalami perubahan signifikan dibandingkan musim sebelumnya. Dalam pertemuan pemilik klub (Owner's Meeting) Championship 2026/2027 yang berlangsung di kantor I.League, sejumlah kebijakan utama diterapkan guna memastikan konsistensi dan kualitas kompetisi.
Format Kompetisi Dua Grup dan Triple Round Robin
Model pertandingan Championship musim depan akan melibatkan dua grup, masing-masing terdiri dari 10 tim. Format triple round robin akan diterapkan, di mana setiap tim akan bermain melawan semua klub di grup mereka sebanyak tiga kali. Setelah selesai dengan babak grup, tim-tim akan mengikuti babak play-off promosi, play-off degradasi, serta laga final untuk menentukan juara. Hal ini dirancang agar setiap klub memiliki kesempatan yang adil dan kompetisi tetap dinamis sepanjang musim.
Kebijakan Pemain Asing dan Muda
Regulasi terkait pemain asing juga tidak berubah. Kewajiban memasukkan tiga pemain asing dalam daftar pemain terdaftar, tiga pemain dalam starting XI, serta memperbolehkan tiga pemain bermain bersamaan di lapangan tetap berlaku. Di sisi lain, aturan tentang pemain muda U21 diperkuat, dengan ketentuan bahwa setiap klub harus memberikan menit bermain kepada pemain usia muda sebagai bagian dari komitmen pembinaan nasional. Pemain muda ini diharapkan menjadi tulang punggung pengembangan sepak bola Indonesia di masa depan.
Penguatan Sumber Daya Lokal
Dalam rangka mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia, I.League mengharuskan seluruh ofisial klub Championship berasal dari kalangan lokal. Kebijakan ini bertujuan memastikan pengelolaan klub lebih profesional dan menekankan keberlanjutan pembinaan di tingkat bawah. Ferry Paulus, Direktur Utama I.League, menjelaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya untuk menjadikan sepak bola Indonesia lebih solid secara organisasional.
Peningkatan Efisiensi dengan Kalender Lebih Awal
Untuk meningkatkan efisiensi, I.League menyediakan kalender pertandingan yang diberikan lebih dini kepada klub. Hal ini memberikan waktu yang cukup bagi mereka untuk merencanakan kegiatan operasional, perizinan, dan aktivitas komersial secara lebih matang. Selain itu, klub diberikan kesempatan untuk memberikan masukan tentang jadwal pertandingan melalui mekanisme umpan balik yang terstruktur. Ferry Paulus menegaskan bahwa hal ini dilakukan guna memastikan keselarasan antara operator dan klub dalam menjalankan kompetisi.
"Owner's Meeting menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun komitmen bersama antara operator dan klub. Seluruh penyempurnaan regulasi, sistem kompetisi, hingga penguatan club licensing kami lakukan agar kompetisi Championship semakin profesional, memiliki tata kelola yang baik, dan mampu menjadi fondasi kuat dalam pembinaan sepak bola Indonesia," kata Ferry Paulus.
Perkuatan Club Licensing dan Standar Profesional
Dalam tata kelola klub, implementasi Club Licensing ditingkatkan. I.League menegaskan bahwa standar lisensi yang diterapkan pada Championship akan sama dengan Super League, lengkap dengan penambahan penilaian terhadap aspek pemasaran serta pengembangan dan keberlanjutan bisnis. Dengan demikian, klub tidak hanya harus memenuhi syarat olahraga, tetapi juga dikenai kewajiban untuk mengelola organisasi secara profesional.
"Kami ingin klub memiliki kepastian sejak awal, mulai dari kalender kompetisi, mekanisme penjadwalan, regulasi, hingga pengembangan akademi. Dengan perencanaan yang lebih matang, klub dapat fokus meningkatkan kualitas organisasi maupun performa di lapangan sehingga kompetisi menjadi semakin kompetitif dan menarik," ucap Ferry.
Kalender dan Jumlah Pertandingan
Kompetisi Championship akan dimulai pada September 2026 dan berlangsung hingga Mei 2027, dengan total 273 pertandingan sepanjang musim. Jumlah ini dihitung berdasarkan format dua grup dan triple round robin yang dipertahankan. Keberlanjutan bisnis juga menjadi prioritas, terutama dalam penyelenggaraan liga yang membutuhkan manajemen yang stabil dan berkelanjutan.
Prioritas Pengembangan Elite Pro Academy (EPA)
Di sisi lain, I.League menekankan bahwa pembinaan pemain usia muda menjadi salah satu fokus utama dalam transformasi kompetisi nasional. Mulai musim depan, EPA akan diatur dalam dua kategori usia, yakni U20 dan U18. Perubahan ini bagian dari roadmap yang ditetapkan untuk memastikan semua klub Super League dan Championship memiliki akademi sesuai standar pada 2030. Dengan demikian, jalur pembinaan pemain akan lebih terstruktur, sekaligus mendukung kebutuhan Timnas Indonesia.
Keputusan untuk mempertahankan format kompetisi ini didasari upaya menjaga kestabilan dan keadilan bagi semua peserta. Meski ada penyempurnaan, seperti penambahan aspek pemasaran dan keberlanjutan, I.League tetap menekankan bahwa inti dari Championship adalah menjaga intensitas pertandingan dan kualitas pemain. Selain itu, keberlanjutan program akademi diharapkan mampu menciptakan pengembangan pemain yang konsisten, baik untuk klub maupun kepentingan nasional.
Ferry Paulus menambahkan bahwa kepastian ini akan membantu klub memperkuat kelembagaan mereka. Dengan kalender yang lebih jelas dan regulasi yang disusun secara rapi, manajemen klub bisa fokus pada aspek teknis dan finansial. Hal ini berdampak langsung pada kualitas pertandingan, karena tim yang lebih siap secara organisasional akan mampu menghasilkan performa yang maksimal. I.League juga menginginkan pertandingan Championship tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wahana pembinaan yang efektif.
Keberlanjutan kebijakan pembinaan pemain usia muda menjadi sangat penting dalam upaya menciptakan gelar nasional yang berkualitas. Dengan mengatur EPA menjadi dua kelompok usia, I.League menjamin adanya struktur yang lebih jelas untuk mengevaluasi dan menumbuhkan bakat-bakat muda. Kebijakan ini juga diharapkan mampu memberikan persaingan yang sehat antara generasi pemain, sekaligus memastikan adanya sumber daya yang terus berkembang.
Komitmen untuk memperkuat tata kelola klub dan sistem kompetisi menunjukkan bahwa I.League tidak hanya fokus pada pertandingan, tetapi juga pada aspek manajemen yang lebih sistematis. Dengan Club Licensing yang diimplementasikan secara konsisten, klub diharapkan mampu memenuhi standar internasional, termasuk dalam pengelolaan keuangan, kualitas infrastruktur, dan peningkatan kinerja tim. Ferry Paulus menyatakan bahwa ini adalah bagian dari transformasi jangka panjang menuju sepak bola Indonesia yang lebih profesional.