Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Historic Moment: Persik Kediri lepas kiper Leonardo Navacchio setelah dua musim

Published 05/07/2026 · Updated 05/07/2026 · By Dewi Kurniawan

Persik Kediri Lepas Kiper Leonardo Navacchio Setelah Dua Musim

Historic Moment - Kediri, Jawa Timur — Setelah melalui dua musim bersama Persik Kediri, pemain kiper asal Brasil, Leonardo Navacchio, resmi dikeluarkan dari tim setelah menjalani kontrak yang telah berakhir. Pemain yang dikenal dengan julukan Leo ini memulai kariernya di bawah mistar gawang "Macan Putih" pada musim kompetisi 2024/2025, menjadi legenda pertama dalam sejarah klub tersebut. Dalam dua musim yang dihabiskan, ia membuktikan kemampuannya sebagai salah satu penjaga gawang yang mampu menginspirasi rekan-rekan satu tim.

Pelatih Puji Kontribusi Leo

Manajer Persik Kediri, Rachmad Tri Kuncara, memberikan apresiasi atas peran penting yang telah dimainkan Leonardo selama dua musim. Dalam sebuah pernyataan di Kediri, ia menekankan bahwa kiper tersebut membawa perubahan signifikan bagi tim. "Leo adalah pemain yang memiliki kontribusi besar sepanjang dua musim bersama kami, seorang penjaga gawang yang memainkan peran krusial dalam beberapa pertandingan kritis," ujar Rachmad. Ia juga menyebut bahwa Leonardo menjadi contoh keberhasilan dalam membangun karakter yang kuat di antara pemain lain.

“Leo tidak hanya memperkuat pertahanan tim, tapi juga memberikan energi dan semangat yang selalu mendorong pemain lain di lapangan. Ia adalah sosok yang akan diingat oleh semua pihak di klub dan para penggemar,” tambah Rachmad.

Kiprah Leo di Tahun Pertama

Dalam musim pertamanya, Leonardo tampil dalam 28 pertandingan dan mencatatkan 10 kali keberhasilan menghalau gol tanpa kebobolan. Performa mengesankan terjadi saat Persik Kediri berhadapan dengan PS Barito Putera di pekan keempat, dimana kiper tersebut memblokir tendangan penalti di masa injury time, menghindarkan tim dari kekalahan. Keberhasilan ini menjadi momen penting dalam kiprahnya di Persik, sekaligus membuktikan kemampuan konsisten sebagai penjaga gawang.

Perkembangan di Musim Kedua

Di musim 2025/2026, Leonardo terus menunjukkan kualitasnya. Dalam pertandingan pembuka musim melawan Bali United, ia membuat delapan penyelamatan yang memastikan hasil imbang bagi Persik. Kemampuannya ini mengantarkan namanya sebagai pemain Pertama yang meraih penghargaan Player of the Match pada musim tersebut. Dalam beberapa pertandingan krusial, Leonardo juga beberapa kali dipercaya sebagai penjaga gawang andalan.

Salah satu pencapaian terbesarnya adalah tiga kali menyabet penghargaan Best Save of the Week, yang diumumkan dalam pekan keempat, ke-14, dan ke-16. Pada pertandingan melawan Persib Bandung di pekan ke-16, ia berhasil menepis tendangan yang bisa mengubah skor, sehingga Persik mampu bertahan imbang 1-1. Kemampuan ini menjadi bukti bahwa Leo tidak hanya mampu bertahan di bawah mistar, tetapi juga mampu membuat dampak besar dalam laga-laga penting.

Kontribusi Konsisten di Setiap Pertandingan

Leonardo juga sering muncul dalam daftar pemain terbaik mingguan, Best XI of the Week, sebagai bentuk pengakuan atas penampilan stabilnya. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa ia mampu menjaga performa tanpa melambatkan ritme. Pemain dengan tinggi 1,92 meter ini selalu siap beraksi, baik dalam kondisi lapangan yang baik maupun sulit, menunjukkan mentalitas tangguh yang menjadi daya tarik bagi para suporter.

Perjalanan dan Harapan untuk Masa Depan

Dalam perjalanan dua musim bersama Persik, Leonardo mencatat banyak momen berharga yang tak terlupakan. Sejak bergabung, ia menjadi bagian dari strategi pertahanan tim, dengan kualitas mengantisipasi bola dan refleks yang sangat baik. Keberhasilannya juga membantu Persik meraih hasil positif dalam beberapa laga, sehingga memperkuat posisi sebagai tim yang kompetitif.

“Kami berharap Leo terus mengukir kesuksesan di masa depan dan memperlihatkan performa terbaiknya di semua laga yang diikuti. Pemain yang berkarakter dan berprestasi ini pasti akan menemukan jalannya sendiri di kompetisi lain,” ujar Rachmad Tri Kuncara.

Sebagai kiper asing pertama yang bergabung dengan Persik Kediri, Leonardo Navacchio membawa suasana baru dan memperkaya keragaman tim. Ia tidak hanya menjadi penghalang kuat bagi lawan, tetapi juga menjadi simbol dari perubahan positif dalam dunia sepak bola lokal. Meski kini ia berpisah dari Persik, keberhasilannya selama dua musim akan tetap dikenang sebagai bagian dari sejarah klub tersebut.

Dalam wawancara sebelumnya, Rachmad juga menyoroti keterlibatan Leonardo dalam kegiatan luar lapangan, seperti kemitraan dengan komunitas lokal dan turut serta dalam promosi sepak bola di daerah Kediri. Ia menjadi contoh dari pemain yang tidak hanya bermain dengan baik di lapangan, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan komunitas. Harapan besar pun diharapkan agar Leo dapat memperlihatkan kemampuan terbaiknya di klub baru, dengan harapan bisa kembali menciptakan kenangan yang tak terlupakan bagi para penonton.

Persik Kediri telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Leonardo Navacchio, tetapi tidak menutup kemungkinan ia akan kembali dalam masa depan. Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap performa dan dampaknya di setiap pertandingan. Meski demikian, keberadaan Leo di bawah mistar gawang Persik telah memberikan pengaruh yang besar, baik secara teknis maupun semangat.

Selama dua musim, Leonardo tidak hanya memperkuat pertahanan tim, tetapi juga menjadi pilar yang diandalkan oleh pelatih. Dalam laga-laga penting, ia sering kali memutus rencana serangan lawan dan memberikan kestabilan mental bagi rekan-rekannya. Keberhasilan tersebut tidak diraih tanpa usaha, karena Leonardo selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap menit pertandingan. Kini, setelah menyudahi masa kerjanya bersama Persik, ia akan menantikan tantangan baru yang akan membawa keberhasilan yang lebih besar.

Penjaga gawang yang memiliki bakat luar biasa ini tetap menjadi sorotan media dan para suporter. Sejumlah pihak menyebut bahwa kehadirannya memperkaya persaingan di kompetisi Liga 1 Indonesia. Selain itu, performa Leo juga menjadi inspirasi bagi pemain muda yang ingin menorehkan nama di dunia sepak bola profesional. Meski telah berpisah, harapan besar tetap terus mengalir untuk keberhasilannya di masa depan.