{"id":13764,"date":"2026-10-29T09:09:26","date_gmt":"2026-10-29T01:09:26","guid":{"rendered":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=13764"},"modified":"2026-10-29T09:09:31","modified_gmt":"2026-10-29T01:09:31","slug":"kbri-roma-gelar-resepsi-diplomatik-angkat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=13764","title":{"rendered":"KBRI Roma gelar resepsi diplomatik angkat tema Sumut-Venesia"},"content":{"rendered":"<h2>Resepsi Diplomatik di Roma Perkuat Jembatan Indonesia dan Italia<\/h2>\n<p>Bisadonasi.com &ndash; Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma menggelar resepsi diplomatik di Wisma Duta, Roma, pada Selasa (27\/10), dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT ke-81 TNI. Perhelatan ini menjadi ruang perjumpaan diplomatik, budaya, dan masyarakat yang menonjolkan kedekatan Indonesia dengan Italia.<\/p>\n<p>Acara bertema <em>\u201cFrom North Sumatera to Venezia: A Journey of Friendship\u201d<\/em> tersebut menempatkan Sumatera Utara dan Venesia sebagai dua titik penting dalam narasi hubungan maritim, tradisi, serta keterbukaan budaya. Tema itu juga berkaitan dengan promosi soft power Indonesia melalui Paviliun Indonesia pada Venice Biennale 2026 yang bertajuk <em>\u201cPrinting the Unprinted\u201d<\/em>.<\/p>\n<p>Paviliun tersebut mengusung perjalanan imajinatif mengenai pertemuan dan pertukaran kebudayaan dari Sumatera Utara sampai Venesia. Penggunaan seni dan kebudayaan dalam diplomasi memberi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkenalkan keragaman identitasnya kepada publik internasional melalui pendekatan yang dekat dengan masyarakat.<\/p>\n<h3>Tokoh Italia, ASEAN, dan Diaspora Hadir<\/h3>\n<p>Wakil Menteri Enterprise and Made in Italy Valentino Valentini hadir sebagai tamu kehormatan. Resepsi itu juga diikuti Ketua ASEAN Committee in Rome atau ACR yang sekaligus menjabat Duta Besar Vietnam untuk Italia, sejumlah duta besar negara sahabat, pejabat Italia, diaspora Indonesia, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.<\/p>\n<p>Nasaruddin Umar berada di Roma untuk menghadiri Pertemuan Internasional untuk Perdamaian Sant\u2019Egidio. Kehadirannya menambah dimensi dialog dan perdamaian dalam pertemuan yang mempertemukan unsur pemerintahan, korps diplomatik, kalangan akademik, dan komunitas Indonesia di Italia tersebut.<\/p>\n<p>Duta Besar RI untuk Italia Junimart Girsang menyampaikan salam hangat Presiden RI Prabowo Subianto kepada para tamu. Ia menekankan bahwa kedekatan Indonesia dan Italia tidak hanya dapat dilihat dari hubungan resmi antarpemerintah, melainkan juga dari hubungan budaya dan pengalaman masyarakat kedua negara.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cDengan mempertemukan Sumatera Utara dan Venesia, kita merayakan kisah dua masyarakat maritim yang sama-sama dibentuk oleh air, diperkaya oleh tradisi, serta dipersatukan oleh semangat keterbukaan dan persaudaraan,\u201d kata Junimart.<\/p><\/blockquote>\n<p>Gagasan tersebut menggambarkan arti penting jalur laut dalam pembentukan sejarah banyak wilayah. Sumatera Utara dan Venesia sama-sama memiliki keterhubungan kuat dengan mobilitas manusia, perdagangan, dan pertukaran gagasan. Dalam konteks diplomasi modern, kesamaan ini dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas di bidang kebudayaan, pendidikan, ekonomi, dan hubungan antarmasyarakat.<\/p>\n<h3>Kepercayaan Menopang Kerja Sama Strategis<\/h3>\n<p>Valentino Valentini menyoroti jejak panjang hubungan perdagangan dan kebudayaan Indonesia-Italia, termasuk pelayaran Marco Polo. Ia menggambarkan Venesia sebagai kota yang mencapai kemakmuran melalui keberaniannya membuka pelabuhan kepada dunia, bukan karena kebetulan semata.<\/p>\n<p>Ia juga menekankan bahwa persahabatan antarnegeri tumbuh pertama-tama melalui kontak manusia dengan manusia, sebelum berkembang dalam bentuk kontrak dan kerja sama formal. Pandangan ini sejalan dengan penghargaan yang diberikan dalam resepsi tersebut kepada pihak-pihak yang selama ini membangun hubungan Indonesia-Italia lewat pendidikan, bahasa, dan kebudayaan.<\/p>\n<p>Hubungan kedua negara terus menguat dengan tingkat kepercayaan yang tinggi, baik di tingkat pemerintah maupun masyarakat. Kepercayaan itu menjadi landasan bagi perluasan kolaborasi pada sejumlah bidang yang bernilai strategis.<\/p>\n<p>Nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Italia pada 2025 tercatat naik 16 persen dibandingkan 2024. Pada periode yang sama, investasi Italia di Indonesia meningkat 17 persen. Capaian tersebut menempatkan Italia sebagai investor Uni Eropa terbesar keempat bagi Indonesia.<\/p>\n<p>Pertumbuhan perdagangan dan investasi memperlihatkan bahwa hubungan diplomatik dapat menghasilkan manfaat nyata bagi dunia usaha serta masyarakat. Keterhubungan budaya yang dibangun melalui seni, pendidikan, dan diaspora dapat pula memperkuat pemahaman yang diperlukan untuk mendukung kemitraan ekonomi jangka panjang.<\/p>\n<h3>Kolaborasi Pertahanan dan Penghormatan bagi Pengajar Bahasa Indonesia<\/h3>\n<p>Kerja sama Indonesia dan Italia juga tampak di sektor pertahanan. Dua fregat kelas PPA produksi Fincantieri, KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, menjadi bagian dari penguatan hubungan strategis kedua negara. Kapal induk Giuseppe Garibaldi kini turut memperkuat perairan Indonesia dengan nama KRI Sriwijaya-100.<\/p>\n<p>Di sisi lain, resepsi tersebut memberi perhatian khusus pada kontribusi hubungan antarmasyarakat. Junimart menyerahkan penghargaan kepada Profesor Antonia Soriente, guru besar Bahasa dan Sastra Indonesia di Universit\u00e0 di Napoli L\u2019Orientale.<\/p>\n<p>Selama lebih dari dua puluh tahun, Prof. Soriente mendorong pengembangan Bahasa Indonesia melalui kegiatan mengajar, menerjemahkan, dan melakukan penelitian. Ia juga berperan membina generasi muda Italia agar mengenal serta memiliki ketertarikan yang lebih dalam terhadap Indonesia.<\/p>\n<p>Universit\u00e0 di Napoli L\u2019Orientale memiliki posisi istimewa karena menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Italia yang menyediakan pusat studi dan jurusan Bahasa Indonesia. Keberadaan institusi ini memperlihatkan bahwa bahasa dapat menjadi sarana diplomasi yang bertahan lama, melampaui agenda politik dan ekonomi yang berubah dari waktu ke waktu.<\/p>\n<p>Resepsi di Roma pada akhirnya menegaskan bahwa kemitraan Indonesia-Italia dibangun melalui beragam jalur: perdagangan, investasi, pertahanan, pendidikan, seni, hingga pertemuan sehari-hari antarwarga. Dari Sumatera Utara hingga Venesia, tema persahabatan itu menghubungkan sejarah maritim dengan peluang kerja sama masa kini.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/bisadonasi.com\">Latest articles and updates: KBRI Roma gelar resepsi diplomatik angkat<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is KBRI Roma gelar resepsi diplomatik angkat?<\/summary>\n<p>KBRI Roma gelar resepsi diplomatik angkat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does KBRI Roma gelar resepsi diplomatik angkat matter?<\/summary>\n<p>KBRI Roma gelar resepsi diplomatik angkat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma menggelar resepsi diplomatik di Wisma Duta, Roma, pada Selasa (27\/10), dalam rangka memperingati HUT ke-81<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":13763,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[238],"tags":[],"class_list":["post-13764","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-international-corner"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13764","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13764"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13764\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13765,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13764\/revisions\/13765"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13763"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13764"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13764"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13764"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}