{"id":13403,"date":"2026-10-16T14:47:59","date_gmt":"2026-10-16T06:47:59","guid":{"rendered":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=13403"},"modified":"2026-10-16T14:48:03","modified_gmt":"2026-10-16T06:48:03","slug":"mendag","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=13403","title":{"rendered":"Mendag: Pertemuan RI-Timor Leste tegaskan perkuat hubungan bilateral"},"content":{"rendered":"<h2>Indonesia dan Timor Leste Perkuat Arah Kerja Sama Perdagangan<\/h2>\n<p>Bisadonasi.com &ndash; Mendag &#8211; Hubungan ekonomi Indonesia dan Timor Leste kembali mendapat perhatian dalam pertemuan Menteri Perdagangan Budi Santoso dengan Wakil Perdana Menteri Timor Leste Francisco Kalbuadi Lay. Pertemuan tersebut menjadi penegasan komitmen kedua negara untuk memperdalam perdagangan bilateral, memperluas akses pasar, dan mempertemukan lebih banyak pelaku usaha.<\/p>\n<p>Kerja sama ini memiliki arti penting bagi kedua negara, terutama karena Indonesia saat ini menjadi mitra dagang terbesar Timor Leste di kawasan ASEAN. Pertumbuhan nilai perdagangan yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kebutuhan pasar dan arus barang antara kedua negara masih memiliki ruang pengembangan.<\/p>\n<p>Budi Santoso menyampaikan apresiasi atas perkembangan perdagangan Indonesia-Timor Leste. Ia melihat peluang yang tersedia tidak semata berada pada peningkatan nilai transaksi, melainkan juga pada keragaman produk yang diperdagangkan serta kemitraan langsung di tingkat dunia usaha.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKami ingin mendorong perdagangan yang semakin beragam melalui penguatan kolaborasi antarpelaku usaha dan perluasan akses pasar bagi produk unggulan kedua negara. Kami harap, langkah ini dapat membuka peluang baru bagi dunia usaha sekaligus memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia dan Timor Leste,\u201d ujar Budi.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Perdagangan Tumbuh pada 2025 dan 2026<\/h3>\n<p>Sepanjang 2025, total perdagangan Indonesia dan Timor Leste mencapai 423,63 juta dolar AS. Angka itu meningkat 8,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total tersebut, ekspor Indonesia ke Timor Leste bernilai 410,56 juta dolar AS, sementara impor Indonesia dari Timor Leste tercatat 13,07 juta dolar AS.<\/p>\n<p>Komposisi transaksi itu menghasilkan surplus perdagangan Indonesia sebesar 397,49 juta dolar AS pada 2025. Nilai perdagangan bilateral tersebut juga setara sekitar 76 persen dari keseluruhan perdagangan Timor Leste dengan negara-negara ASEAN, yang mencapai 561,83 juta dolar AS.<\/p>\n<p>Posisi Indonesia sebagai mitra utama Timor Leste terlihat dari perbandingan dengan negara ASEAN lain. Nilai perdagangan Timor Leste dengan Thailand pada 2025 mencapai 57,18 juta dolar AS, sedangkan dengan Singapura sebesar 55,57 juta dolar AS. Jarak nilai tersebut menggambarkan kuatnya keterkaitan pasar kedua negara, khususnya dalam pemenuhan barang kebutuhan dan produk industri.<\/p>\n<p>Pertumbuhan hubungan dagang masih berlanjut pada tahun berikutnya. Dalam periode Januari hingga Agustus 2026, perdagangan Indonesia-Timor Leste mencapai 273,86 juta dolar AS. Nilai ini naik 1,59 persen dibandingkan periode sama pada 2025 yang berada di angka 269,56 juta dolar AS.<\/p>\n<p>Ekspor Indonesia selama delapan bulan pertama 2026 tercatat sebesar 267,35 juta dolar AS. Di sisi lain, Indonesia mengimpor produk dari Timor Leste senilai 6,50 juta dolar AS. Dengan demikian, Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar 260,85 juta dolar AS dalam periode tersebut.<\/p>\n<h3>Ruang Kemitraan Usaha Masih Terbuka<\/h3>\n<p>Francisco Kalbuadi Lay menilai peluang investasi dan perdagangan antara kedua negara tetap luas. Timor Leste, yang telah resmi menjadi anggota ASEAN, terus mempelajari langkah dan strategi untuk memaksimalkan manfaat keterlibatannya dalam perdagangan kawasan.<\/p>\n<p>Keanggotaan ASEAN membuka konteks baru bagi Timor Leste untuk memperkuat kapasitas perdagangan, termasuk melalui hubungan yang lebih erat dengan negara tetangga. Bagi pelaku usaha, kedekatan geografis dan hubungan ekonomi yang telah berjalan dapat menjadi dasar untuk menjajaki pasar, distribusi, maupun kerja sama komersial yang saling mendukung.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKami siap memfasilitasi kemitraan antarpelaku usaha demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan,\u201d katanya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Pernyataan tersebut menempatkan sektor swasta sebagai unsur penting dalam agenda perdagangan bilateral. Penguatan hubungan antarpelaku usaha dapat membantu produk unggulan kedua negara memperoleh akses pasar yang lebih baik, sekaligus menciptakan peluang transaksi yang lebih beragam daripada pola perdagangan yang sudah ada.<\/p>\n<p>Bagi Indonesia, perluasan pasar ke Timor Leste dapat memperkuat posisi produk nasional di kawasan. Sementara bagi Timor Leste, kemitraan perdagangan dengan Indonesia memberi kesempatan untuk meningkatkan arus produk ekspor serta membangun kerja sama ekonomi yang berkelanjutan.<\/p>\n<h3>Produk yang Menopang Perdagangan Bilateral<\/h3>\n<p>Sejumlah komoditas menjadi penopang utama ekspor Indonesia ke Timor Leste. Produk tersebut meliputi sepeda motor, kendaraan untuk pengangkutan barang, semen portland dan alumina, minyak kelapa sawit olahan, serta pasta. Ragam komoditas ini memperlihatkan peran Indonesia dalam memasok kebutuhan transportasi, bahan bangunan, produk olahan, dan barang konsumsi ke pasar Timor Leste.<\/p>\n<p>Sebaliknya, impor Indonesia dari Timor Leste antara lain berupa kopi, buldoser swagerak, kopra, biji-bijian atau buah berminyak lainnya, serta vanili. Produk-produk tersebut mencerminkan peluang bagi komoditas Timor Leste untuk masuk ke pasar Indonesia dan menjadi bagian dari hubungan dagang yang lebih seimbang dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>Penguatan akses pasar yang dibahas kedua pihak dapat memberi dorongan bagi produk-produk tersebut untuk menjangkau lebih banyak pembeli. Namun, peningkatan perdagangan juga memerlukan keterhubungan yang baik antara pelaku usaha, pemahaman kebutuhan pasar, serta kemampuan memanfaatkan peluang kerja sama yang tersedia.<\/p>\n<p>Dengan nilai perdagangan yang terus tumbuh, Indonesia dan Timor Leste memiliki landasan yang kuat untuk melanjutkan pengembangan kemitraan ekonomi. Pertemuan kedua pejabat tersebut menegaskan bahwa perdagangan bilateral tidak hanya dipandang sebagai pertukaran barang, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan ekonomi yang memberi manfaat bagi kedua negara.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/bisadonasi.com\">Latest articles and updates: Mendag<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is Mendag?<\/summary>\n<p>Mendag is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does Mendag matter?<\/summary>\n<p>Mendag matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mendag &#8211; Hubungan ekonomi Indonesia dan Timor Leste kembali mendapat perhatian dalam pertemuan Menteri Perdagangan Budi Santoso dengan Wakil Perdana Menteri<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":13402,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[164],"tags":[],"class_list":["post-13403","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13403","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13403"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13403\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13404,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13403\/revisions\/13404"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13402"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13403"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13403"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13403"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}