{"id":13236,"date":"2026-10-08T02:07:45","date_gmt":"2026-10-07T18:07:45","guid":{"rendered":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=13236"},"modified":"2026-10-08T02:07:56","modified_gmt":"2026-10-07T18:07:56","slug":"rumah-sakit-baru-di-kabul-sediakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=13236","title":{"rendered":"Rumah sakit baru di Kabul sediakan operasi bagi anak-anak Afghanistan"},"content":{"rendered":"<p>Bisadonasi.com &ndash; Kabul &#8211; Di sebuah negara yang sedang bergulat dengan kekurangan layanan kesehatan yang parah, sebuah rumah sakit jantung yang baru dibuka di pinggiran Kabul mulai menyediakan perawatan khusus bagi anak-anak yang hidup dengan kelainan jantung bawaan, memulihkan kemampuan mereka untuk bernapas dengan lega, mengembalikan senyuman masa kanak-kanak mereka, dan memungkinkan mereka untuk membayangkan masa depan yang lebih sehat. Didukung oleh Perhimpunan Bulan Sabit Merah Afghanistan (Afghan Red Crescent Society\/ARCS), fasilitas dengan 50 tempat tidur itu menyediakan layanan diagnosis, perawatan, dan operasi jantung secara gratis bagi pasien anak dari berbagai penjuru Afghanistan. Bagi tak terhitung banyaknya anak yang kondisi kesehatannya telah merenggut vitalitas mereka serta membebani keluarga mereka dengan tekanan emosional dan finansial yang sangat berat, rumah sakit itu menjadi secercah harapan yang langka.<\/p>\n<p>Mohammad Hassan, ayah dari lima anak yang semuanya menderita kelainan jantung, menempuh perjalanan hampir 390 kilometer dari Provinsi Jawzjan di Afghanistan utara ke Kabul, didorong oleh satu harapan penuh keputusasaan untuk menyelamatkan putrinya yang berusia tiga tahun. Setelah kehilangan seorang anak akibat kondisi yang sama, Hassan kini menghadapi cobaan tersebut dengan perasaan campur aduk antara kecemasan dan optimisme yang rapuh, mencari perawatan yang tidak akan pernah mampu ditanggung oleh keluarganya secara mandiri. &quot;Saya senang dia dirawat di sini.<\/p>\n<p>Kondisi keuangan kami sangat sulit, dan kami tidak mampu menanggung biaya pengobatan,&quot; kata Hassan kepada Xinhua. Sebuah rumah sakit swasta meminta biaya 300.000 afghani (1 afghani = Rp277) untuk perawatan putrinya, jumlah yang mustahil dibayarkan oleh seorang buruh harian yang berjuang keras untuk menghidupi keluarganya. Dengan air mata yang mulai menggenang, Hassan mengenang bayinya yang tak bisa dia selamatkan.<\/p>\n<p>&quot;Putri saya yang berusia dua bulan memiliki lubang di jantungnya. Dia tidak bisa mendapatkan perawatan dan akhirnya meninggal,&quot; ujarnya. Semua layanan disediakan sepenuhnya secara gratis.<\/p>\n<p>&quot;Semua layanan, mulai dari rawat inap dan pemeriksaan medis hingga operasi dan obat-obatan, disediakan secara gratis,&quot; kata Dr. Atmanzai kepada Xinhua di kantornya. Naz Mohammad, ayah dari seorang anak perempuan berusia lima tahun, baru mengetahui kelainan jantung yang diderita putrinya setelah kembali dari bekerja di luar negeri.<\/p>\n<p>Dia kemudian mencoba mendapatkan diagnosis di rumah sakit swasta, namun biaya yang sangat mahal dan kondisi keuangan keluarganya yang sangat memprihatinkan membuat perawatan yang sangat dibutuhkan itu tak terjangkau. &quot;Rumah sakit swasta meminta kami membayar antara 120.000 hingga 200.000 afghani untuk perawatannya. Saya tidak mampu membayarnya,&quot; paparnya.<\/p>\n<p>Kini dia harus menghadapi masa tunggu yang panjang, antara enam bulan hingga dua tahun, karena banyak keluarga yang tidak mampu membayar perawatan di rumah sakit swasta berbondong-bondong mendatangi fasilitas kesehatan umum tersebut. Namun demikian, Naz Mohammad tetap berpegang teguh pada harapan bahwa giliran putrinya akan tiba, bahwa putrinya akan menerima perawatan yang sangat dibutuhkannya, dan bahwa putrinya akan tumbuh lebih sehat dengan masa depan yang lebih cerah. Dr.<\/p>\n<p>Abdul Wali Atmanzai, kepala rumah sakit jantung tersebut, menjelaskan bahwa fasilitas itu mulai beroperasi sekitar dua bulan yang lalu, memberikan layanan diagnosis dan perawatan bagi anak-anak dengan kelainan jantung, termasuk mereka yang lahir dengan lubang di jantungnya. Bagi banyak keluarga berpenghasilan rendah, perawatan khusus semacam itu telah lama sulit dijangkau. Hingga saat ini, sebanyak 154 anak telah menjalani operasi di rumah sakit tersebut, dengan empat hingga delapan prosedur dilakukan setiap hari.<\/p>\n<p>Atmanzai mengamati lonjakan permintaan layanan, dengan 20 hingga 30 pasien baru yang mendaftar setiap hari. Meski statistik nasional yang komprehensif masih belum tersedia, dia memperkirakan bahwa lebih dari 100.000 anak di seluruh Afghanistan mungkin hidup dengan kelainan jantung. Tanpa diagnosis tepat waktu, fasilitas yang memadai, dan akses terhadap operasi khusus, banyak anak kehilangan kesempatan untuk mendapatkan intervensi yang menyelamatkan nyawa.<\/p>\n<p>&quot;Di tingkat nasional, 20 hingga 25 persen dari anak-anak tersebut mungkin akan kehilangan nyawa,&quot; tuturnya. Bagi Atmanzai dan rekan-rekannya, setiap operasi yang berhasil melampaui sekadar tindakan medis. Hal itu melambangkan pulihnya senyuman seorang anak, meredanya penderitaan keluarga, dan bangkitnya kembali harapan untuk tahun-tahun mendatang.<\/p>\n<p>Selesai<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/bisadonasi.com\">Latest articles and updates: Rumah sakit baru di Kabul sediakan<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is Rumah sakit baru di Kabul sediakan?<\/summary>\n<p>Rumah sakit baru di Kabul sediakan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does Rumah sakit baru di Kabul sediakan matter?<\/summary>\n<p>Rumah sakit baru di Kabul sediakan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kabul &#8211; Di sebuah negara yang sedang bergulat dengan kekurangan layanan kesehatan yang parah, sebuah rumah sakit jantung yang baru dibuka di pinggiran Kabul<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":13235,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[223],"tags":[],"class_list":["post-13236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dunia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13236"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13237,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13236\/revisions\/13237"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13235"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}