{"id":13137,"date":"2026-10-04T08:18:07","date_gmt":"2026-10-04T00:18:07","guid":{"rendered":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=13137"},"modified":"2026-10-04T08:18:13","modified_gmt":"2026-10-04T00:18:13","slug":"sejarah-dan-budaya-perkuat-daya-tarik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=13137","title":{"rendered":"Sejarah dan budaya perkuat daya tarik wisata gastronomi Indonesia"},"content":{"rendered":"<h2>Sejarah dan budaya menguatkan pengalaman wisata gastronomi Indonesia<\/h2>\n<p>Bisadonasi.com &ndash; Wisata kuliner Indonesia memiliki daya tarik yang melampaui rasa di atas piring. Di banyak daerah, makanan menyimpan jejak perubahan sosial, kebiasaan masyarakat, ketersediaan bahan lokal, hingga nilai yang diwariskan lintas generasi. Cerita inilah yang dapat membuat pengalaman menyantap hidangan menjadi lebih bermakna bagi wisatawan.<\/p>\n<p>Gagasan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Talks 2026 yang berlangsung di DI Yogyakarta pada Jumat, 2 Oktober. Forum itu menghadirkan 22 pembicara dari pemerintah, industri, pegiat seni, dan kalangan akademik untuk membicarakan gastronomi sebagai penanda budaya sekaligus penggerak ekonomi yang berkelanjutan.<\/p>\n<h3>Hidangan perlu hadir bersama kisahnya<\/h3>\n<p>Penghageng Kawedanan Hageng Nitya Budaya Keraton Yogyakarta yang juga menjabat Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, menilai setiap produk gastronomi di Yogyakarta perlu memiliki narasi yang jelas. Makanan tidak cukup diperkenalkan melalui bahan dan cita rasanya, tetapi juga melalui alasan mengapa hidangan tersebut hadir dalam kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p>Salah satu contoh yang disampaikan adalah kecenderungan rasa manis dalam kuliner Yogyakarta. Ciri tersebut berkaitan dengan masa Sultan Hamengkubuwono VII, ketika sekitar 19 pabrik gula beroperasi di wilayah Yogyakarta. Pada masa itu, gula memiliki kedudukan sebagai lambang kemakmuran dan status sosial di lingkungan keraton. Dampaknya terlihat pada sajian minuman maupun makanan yang dibuat dengan rasa manis yang kuat.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cSemua produk wisata gastronomi di Jogja harus memiliki latar belakang cerita.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Penjelasan semacam itu memberi pengunjung konteks yang tidak selalu terlihat saat pertama kali mencicipi makanan. Sebuah rasa dapat dipahami sebagai bagian dari perjalanan sejarah, bukan sekadar pilihan bumbu. Pengemasan cerita yang baik juga membantu pelaku wisata memperkenalkan kekhasan daerah tanpa melepaskan akar budayanya.<\/p>\n<p>Yogyakarta memiliki rekam jejak kuliner yang terdokumentasi dan dapat menjadi modal penting untuk pengembangan wisata gastronomi. Di antara hidangan yang disebutkan ialah nasi golong gilig serta dawet sambal. Yang terakhir memadukan dawet manis, sambal pecel, dan tahu, sebuah kombinasi yang mungkin terdengar tidak lazim bagi orang yang baru mendengarnya.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cJadi dawet manis tapi ada sambal pecelnya, jadi ada tahunya tapi ada dawetnya,\u201d ujar GKR Bendara.<\/p><\/blockquote>\n<p>Keunikan seperti dawet sambal menunjukkan bahwa pengalaman gastronomi sering kali menantang dugaan awal pengunjung. Wisatawan dapat diajak memahami bahwa perpaduan rasa yang tidak biasa lahir dari tradisi, kebiasaan makan, dan kreativitas masyarakat setempat. Dengan demikian, pengenalan makanan langka tidak berhenti pada unsur kejutan, melainkan membuka ruang untuk memahami latar budayanya.<\/p>\n<h3>Rendang dan nilai di balik makanan daerah<\/h3>\n<p>Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menekankan pentingnya membangun narasi gastronomi yang bertumpu pada nilai budaya. Ia mengambil rendang sebagai contoh makanan yang dikenal karena karakter rasanya, namun juga mengandung makna filosofis. Dalam pengembangan destinasi, kisah makanan dapat dihubungkan dengan penataan kota pusaka dan sejarah daerah agar nilai yang diterima wisatawan semakin besar.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cGastronomi harus terus dicatat, diwariskan, dan diintegrasikan dengan penataan kota pusaka serta cerita sejarah agar memberikan nilai tambah yang optimal bagi wisatawan,\u201d kata Ramlan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Pendekatan tersebut menempatkan kuliner sebagai bagian dari pengalaman destinasi secara utuh. Wisatawan tidak hanya datang untuk mencari tempat makan, tetapi juga berkesempatan mengenali identitas kota melalui resep, tradisi penyajian, pasar bahan pangan, dan cerita masyarakat yang menjaga makanan itu tetap hidup.<\/p>\n<p>Dokumentasi menjadi hal penting dalam proses tersebut. Catatan mengenai resep, bahan, teknik memasak, serta konteks sosialnya dapat membantu warisan kuliner diteruskan dengan lebih baik. Dalam waktu yang sama, dokumentasi memberi rujukan bagi generasi baru yang ingin mengembangkan makanan daerah tanpa menghilangkan unsur utamanya.<\/p>\n<h3>Keaslian rasa dan ikatan emosional<\/h3>\n<p>Chef Fernando Sindu menyoroti tingginya standar masyarakat Indonesia terhadap masakan lokal. Hal itu muncul karena banyak orang mempunyai ingatan pribadi tentang makanan daerah, terutama hidangan keluarga yang pernah dibuat oleh ibu atau nenek. Karena ada keterikatan emosional, perubahan resep atau penyajian dapat memunculkan penilaian yang sangat kritis.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cOrang Indonesia sangat kritis terhadap makanan lokal karena memiliki kenangan atau ikatan emosional dengan masakan keluarga seperti nenek atau ibu.\u201d<\/p><\/blockquote>\n<p>Ia memandang pemahaman terhadap resep dari sumber asalnya sebagai dasar untuk menyajikan makanan yang autentik. Pengembangan atau penyesuaian tetap dapat dilakukan, tetapi perlu memiliki alasan yang dapat dijelaskan kepada konsumen. Prinsip ini penting ketika kuliner lokal diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan dari luar daerah.<\/p>\n<p>Autentisitas tidak selalu berarti menolak seluruh perubahan. Yang lebih penting adalah menjaga pemahaman atas karakter utama suatu makanan: rasa, bahan, teknik, serta cerita yang membentuknya. Dengan dasar itu, inovasi dapat dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak memutus hubungan dengan tradisi.<\/p>\n<h3>Ilustrasi sebagai arsip visual gastronomi<\/h3>\n<p>Peran seni juga muncul dalam pembahasan gastronomi. Ilustrator dan pengisah makanan Nugraha Pratama melihat tantangan penggambaran kuliner bukan semata menerjemahkan rasa ke dalam visual. Bagian yang lebih sulit adalah menangkap budaya yang berada di balik sebuah hidangan, terutama ketika makanan tersebut memiliki sejarah panjang.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cBagian tersulit bukan menggambarkan rasa, melainkan menangkap budaya di balik makanan tersebut karena memiliki latar belakang sejarah yang panjang dan mendalam,\u201d ucap Nugraha.<\/p><\/blockquote>\n<p>Melalui sketsa, ia berupaya membangun dokumentasi visual yang merekam cara orang menikmati makanan dan berinteraksi secara sosial pada masanya. Arsip seperti ini dapat memberi sudut pandang tambahan bagi publik: makanan bukan objek yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari ruang keluarga, pertemuan, perayaan, dan kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Pengembangan wisata gastronomi Indonesia pada akhirnya membutuhkan kerja bersama antara pelaku kuliner, pemerintah, pegiat budaya, seniman, serta masyarakat lokal. Cita rasa tetap menjadi pintu masuk, tetapi sejarah, filosofi, dan keberlanjutan pangan lokal dapat membuat kunjungan wisata terasa lebih dalam. Ketika sebuah hidangan mampu menyampaikan asal-usulnya dengan baik, makanan itu tidak hanya dikenang karena lezat, melainkan juga karena cerita yang dibawanya.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/bisadonasi.com\">Latest articles and updates: Sejarah dan budaya perkuat daya tarik<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is Sejarah dan budaya perkuat daya tarik?<\/summary>\n<p>Sejarah dan budaya perkuat daya tarik is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does Sejarah dan budaya perkuat daya tarik matter?<\/summary>\n<p>Sejarah dan budaya perkuat daya tarik matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wisata kuliner Indonesia memiliki daya tarik yang melampaui rasa di atas piring. Di banyak daerah, makanan menyimpan jejak perubahan sosial, kebiasaan<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":13136,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[210],"tags":[],"class_list":["post-13137","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13137","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13137"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13137\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13138,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13137\/revisions\/13138"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13136"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13137"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13137"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13137"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}