{"id":13023,"date":"2026-09-30T21:48:16","date_gmt":"2026-09-30T13:48:16","guid":{"rendered":"https:\/\/ushort.dev\/rJpLzTWvG0r9\/?p=13023"},"modified":"2026-09-30T21:48:30","modified_gmt":"2026-09-30T13:48:30","slug":"dekranasda-jayapura-perkenalkan-batik-port-numbay","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=13023","title":{"rendered":"Dekranasda Jayapura perkenalkan batik Port Numbay di ajang Kriyanusa"},"content":{"rendered":"<h2>Produk Kriya Port Numbay Tampil di Kriyanusa 2026<\/h2>\n<p>Bisadonasi.com &ndash; Kerajinan khas Kota Jayapura mendapat ruang promosi di tingkat nasional melalui partisipasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jayapura pada Pameran Kerajinan Nusantara atau Kriyanusa 2026. Agenda tersebut berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada 26 hingga 30 September 2026.<\/p>\n<p>Dalam pameran ini, Dekranasda Kota Jayapura membawa sejumlah produk lokal yang merepresentasikan nilai seni dan identitas budaya Papua. Salah satu yang diperkenalkan adalah batik bermotif Port Numbay, bersama tas noken, ukiran kayu tradisional, serta berbagai hasil olahan serat alam.<\/p>\n<p>Kehadiran produk-produk tersebut menjadi kesempatan untuk memperlihatkan bahwa karya perajin Jayapura tidak semata memiliki fungsi pakai, tetapi juga membawa cerita budaya. Motif, bahan, dan proses pengerjaan kerajinan menjadi bagian penting dari identitas yang ingin dikenalkan kepada pengunjung dari berbagai daerah.<\/p>\n<h3>Membuka Ruang Bagi Perajin dan UMKM<\/h3>\n<p>Kepala Bidang Industri pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Achmad Nur Saichul Ma\u2019arif, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Kriyanusa merupakan langkah penting dalam memperluas pengenalan kriya Papua.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cDekranasda Kota Jayapura memperkenalkan berbagai produk yang memiliki nilai seni dan budaya seperti tas noken, ukiran kayu tradisional dan olahan serat alam,\u201d kata Achmad Nur Saichul Ma\u2019arif.<\/p><\/blockquote>\n<p>Partisipasi pada pameran berskala nasional juga diarahkan untuk memperluas peluang pemasaran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Jayapura. Dengan bertemu calon pembeli, pelaku industri kreatif, serta pengunjung dari wilayah lain, produk lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk dikenal di luar Papua.<\/p>\n<p>Upaya membuka akses pasar menjadi hal yang relevan bagi perajin daerah. Pameran memberi ruang bagi sebuah produk untuk tampil langsung di hadapan konsumen, memperlihatkan kualitas pengerjaan, serta menjelaskan nilai budaya yang melekat pada karya tersebut. Bagi UMKM, kegiatan seperti ini dapat menjadi pintu untuk memperluas jaringan dan membangun perhatian terhadap produk yang dibuat secara lokal.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cProduk yang kami tampilkan merupakan bagian dari kekayaan budaya Port Numbay yang terus kami dorong agar semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional,\u201d ujarnya.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Batik Port Numbay dan Identitas Budaya Jayapura<\/h3>\n<p>Batik Port Numbay menjadi salah satu produk yang menonjol dalam keikutsertaan Kota Jayapura di Kriyanusa 2026. Kehadirannya memperkaya pilihan produk kriya yang dipamerkan, sekaligus menunjukkan pengembangan ekspresi budaya lokal melalui tekstil.<\/p>\n<p>Selain batik, tas noken, ukiran kayu, dan serat alam yang dibawa ke pameran memperlihatkan keberagaman bentuk kriya dari daerah tersebut. Masing-masing karya mengandung unsur keterampilan perajin serta nilai budaya yang dijaga dan diteruskan melalui praktik produksi kerajinan.<\/p>\n<p>Port Numbay sendiri menjadi identitas budaya yang terus didorong melalui berbagai produk kreatif Kota Jayapura. Ketika motif dan unsur lokal hadir dalam karya kerajinan, produk tersebut tidak hanya diposisikan sebagai barang dagangan, melainkan juga sebagai media pengenalan kekayaan budaya kepada khalayak yang lebih luas.<\/p>\n<p>Dalam konteks pameran nasional, pengunjung dapat melihat langsung keragaman kriya dari berbagai daerah Indonesia. Bagi Kota Jayapura, kesempatan ini memungkinkan produk Port Numbay hadir dalam percakapan yang lebih luas mengenai pelestarian budaya, kreativitas perajin, dan penguatan ekonomi berbasis kerajinan.<\/p>\n<h3>Promosi Bukan Satu-satunya Tujuan<\/h3>\n<p>Achmad menegaskan bahwa keterlibatan Kota Jayapura pada Kriyanusa 2026 memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar memperkenalkan produk. Pemerintah daerah ingin memperkuat akses pasar dan mendukung perkembangan para pelaku UMKM maupun perajin lokal.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKeikutsertaan Kota Jayapura dalam Kriyanusa 2026 tidak hanya berorientasi pada promosi produk, tetapi juga menjadi upaya nyata memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM dan perajin lokal,\u201d katanya lagi.<\/p><\/blockquote>\n<p>Pasar yang lebih terbuka dapat memberi dorongan bagi perajin untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing produk. Dalam saat yang sama, nilai khas yang menjadi pembeda produk Port Numbay tetap perlu dijaga agar tidak kehilangan akar budaya yang menjadikannya istimewa.<\/p>\n<p>Pameran seperti Kriyanusa juga mempertemukan karya kerajinan dengan audiens yang lebih beragam. Produk dari Jayapura dapat diperhatikan oleh masyarakat yang sebelumnya belum mengenal ragam kriya Papua, sementara perajin memperoleh kesempatan untuk melihat perkembangan produk kerajinan dari daerah lain di Indonesia.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cHarapannya, produk kerajinan dari Kota Jayapura semakin dikenal, pasar UMKM semakin terbuka, dan para perajin dapat terus berkembang serta meningkatkan daya saing produknya,\u201d ujarnya.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Menjaga Warisan, Menguatkan Ekonomi Kreatif<\/h3>\n<p>Penyelenggaraan Kriyanusa 2026 memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga warisan budaya melalui industri kriya. Produk kerajinan lokal dapat menjadi penghubung antara tradisi dan kebutuhan ekonomi masa kini, selama pengembangan pasar tetap menghormati nilai yang ada di balik setiap karya.<\/p>\n<p>Bagi Kota Jayapura, pameran ini menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat perajin dan UMKM agar semakin mandiri. Pengenalan batik Port Numbay, noken, ukiran kayu, serta olahan serat alam di Jakarta diharapkan membuka perhatian yang lebih besar terhadap potensi kriya Papua.<\/p>\n<p>Melalui keikutsertaan tersebut, Dekranasda Kota Jayapura mendorong agar kekayaan budaya setempat tidak berhenti sebagai identitas daerah, tetapi juga mampu hadir dalam pasar yang lebih luas. Dengan dukungan akses promosi dan kesempatan bertemu konsumen, industri kriya daerah diharapkan terus tumbuh serta memiliki daya saing hingga pasar mancanegara.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/bisadonasi.com\">Latest articles and updates: Dekranasda Jayapura perkenalkan batik Port Numbay<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is Dekranasda Jayapura perkenalkan batik Port Numbay?<\/summary>\n<p>Dekranasda Jayapura perkenalkan batik Port Numbay is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does Dekranasda Jayapura perkenalkan batik Port Numbay matter?<\/summary>\n<p>Dekranasda Jayapura perkenalkan batik Port Numbay matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kerajinan khas Kota Jayapura mendapat ruang promosi di tingkat nasional melalui partisipasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jayapura pada<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":13022,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[164],"tags":[],"class_list":["post-13023","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13023","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13023"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13023\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13024,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13023\/revisions\/13024"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13023"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13023"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13023"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}