{"id":12693,"date":"2026-09-17T17:52:10","date_gmt":"2026-09-17T09:52:10","guid":{"rendered":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=12693"},"modified":"2026-09-17T17:52:16","modified_gmt":"2026-09-17T09:52:16","slug":"indonesia-dan-jerman-kerja-sama-kelola","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=12693","title":{"rendered":"Indonesia dan Jerman kerja sama kelola sampah di tingkat daerah"},"content":{"rendered":"<h2>Lima Daerah di Jawa Timur Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular<\/h2>\n<p>Bisadonasi.com &ndash; Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama pengelolaan sampah di tingkat daerah melalui keterlibatan lima kota dan kabupaten di Jawa Timur. Inisiatif ini ditempatkan sebagai langkah konkret untuk membawa agenda ekonomi sirkular nasional ke dalam kebijakan serta layanan yang lebih dekat dengan masyarakat.<\/p>\n<p>Lima wilayah yang menyatakan komitmen dalam program tersebut ialah Kabupaten Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Sidoarjo. Mereka akan menjadi daerah percontohan dalam Proyek InCircular, sebuah kerja sama teknis Indonesia dan Pemerintah Federal Jerman.<\/p>\n<p>Komitmen ini melibatkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional\/Bappenas, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Pemerintah Federal Jerman melalui Deutsche Gesellschaft f\u00fcr Internationale Zusammenarbeit atau GIZ GmbH.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cLima kota\/kabupaten yang menyampaikan komitmennya adalah Kabupaten Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menerjemahkan visi nasional ekonomi sirkular ke dalam aksi lokal, di bawah Proyek InCircular,\u201d kata Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN\/Bappenas Leonardo Teguh Sambodo.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Memperkuat Peta Jalan Ekonomi Sirkular<\/h3>\n<p>Proyek InCircular dijalankan oleh GIZ Indonesia &#038; ASEAN atas mandat Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan atau BMZ. Program ini ditujukan untuk mendukung pelaksanaan Rencana Aksi dan Peta Jalan Ekonomi Sirkular Indonesia 2025\u20132045.<\/p>\n<p>Pendekatan ekonomi sirkular memandang material dan produk bukan semata-mata sebagai barang yang akan dibuang setelah digunakan. Prinsipnya ialah memakai sumber daya secara lebih hemat, mempertahankan nilai produk serta bahan selama mungkin, dan memperluas penggunaan kembali maupun daur ulang. Dalam konteks daerah, prinsip tersebut perlu diterjemahkan menjadi sistem pengelolaan yang sesuai dengan kondisi setempat.<\/p>\n<p>Setiap daerah percontohan akan memperoleh ruang untuk mengenali persoalan yang dihadapi, menguji berbagai pendekatan, menjalin kemitraan, dan menghimpun pembelajaran dari pelaksanaan program. Hasilnya diharapkan dapat membantu penguatan ekonomi sirkular tidak hanya di lima wilayah tersebut, tetapi juga menjadi referensi bagi penerapan di tempat lain.<\/p>\n<p>Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dari rancangan program. Pemerintah pusat dan daerah, mitra pembangunan, pelaku usaha, perguruan tinggi, serta organisasi masyarakat didorong untuk bersama-sama mengubah persoalan sampah menjadi peluang yang menciptakan nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cMembangun ekonomi sirkular membutuhkan visi dan aksi bersama. Pemerintah daerah berperan penting dalam menerjemahkan arah pembangunan nasional ke dalam kebijakan, sistem, layanan, dan inovasi yang sesuai dengan konteks daerah,\u201d ujar Teguh.<\/p><\/blockquote>\n<p>Ia menekankan bahwa cakupan ekonomi sirkular lebih luas daripada urusan penanganan sampah semata. Penggunaan sumber daya yang efisien, upaya menjaga nilai material, serta penciptaan peluang usaha baru melalui kerja sama lintas bidang merupakan unsur yang juga perlu diperhatikan.<\/p>\n<h3>Jawa Timur Menjadi Wilayah Strategis<\/h3>\n<p>Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai pemilihan Jawa Timur sebagai lokasi kerja Proyek InCircular sebagai kepercayaan sekaligus kesempatan strategis. Daerah ini diharapkan dapat mempercepat perubahan menuju pola pembangunan yang lebih hemat sumber daya, menghasilkan limbah lebih rendah, dan berorientasi pada keberlanjutan.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cMelalui ekonomi sirkular, kita mendorong penggunaan sumber daya secara lebih efisien, mengurangi timbulan sampah sejak dari sumber, serta memperkuat pemanfaatan kembali dan daur ulang,\u201d ujar Emil di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15\/9).<\/p><\/blockquote>\n<p>Pengurangan sampah dari sumber menjadi salah satu unsur penting karena penanganan tidak hanya dilakukan saat sampah telah terkumpul. Langkah ini berkaitan dengan cara material digunakan, dipilah, digunakan kembali, dan dikelola dalam rangkaian yang lebih terhubung dari hulu hingga hilir.<\/p>\n<p>Skala tantangan di Jawa Timur menunjukkan pentingnya penguatan sistem tersebut. Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional pada 2024 mencatat timbulan sampah di provinsi itu sekitar 4,34 juta ton setiap tahun. Angka tersebut sekaligus menggambarkan kebutuhan besar akan pengelolaan yang lebih terpadu dan peluang untuk mengoptimalkan kembali sumber daya yang masih bernilai.<\/p>\n<h3>Sampah Plastik Mendapat Perhatian<\/h3>\n<p>Sampah plastik menjadi salah satu isu yang dipandang perlu ditangani secara serius dalam kerja sama Indonesia dan Jerman. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional dalam Laporan Kinerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat plastik menyumbang sekitar 19 persen dari komposisi sampah nasional pada 2023.<\/p>\n<p>Persentase tersebut memperlihatkan bahwa penanganan plastik memerlukan langkah yang menjangkau berbagai tahapan, mulai dari pengurangan timbulan, pemanfaatan ulang, pemilahan, sampai penguatan daur ulang. Keterlibatan pemerintah daerah penting karena layanan persampahan dan pelaksanaan kebijakan di lapangan sangat berkaitan dengan kondisi tiap wilayah.<\/p>\n<p>Pemerintah Jerman memandang persoalan sampah sebagai tantangan yang langsung memengaruhi kehidupan masyarakat, sehingga penyelesaiannya memerlukan pendekatan yang sistematis dan kerja sama banyak pihak. Dukungan Jerman kepada Indonesia melalui GIZ Indonesia &#038; ASEAN telah berlangsung selama 50 tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah menjadi salah satu bidang prioritas kemitraan tersebut.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cSepanjang kerja sama tersebut, kami melihat komitmen tinggi dari pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi, maupun di kota\/kabupaten. Proyek InCircular dikembangkan dari kebutuhan untuk memperkuat implementasi Peta Jalan Ekonomi Sirkular Indonesia. Karena itu, kami menyambut baik lima kota\/kabupaten yang hari ini menyatukan langkah mereka untuk terlibat di Proyek InCircular sebagai wilayah percontohan,\u201d kata Director Urban Development Cluster GIZ Indonesia &#038; ASEAN Thomas Foerch.<\/p><\/blockquote>\n<p>Keterlibatan Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Probolinggo, dan Sidoarjo menandai dimulainya kerja bersama di level lokal. Keberhasilan program nantinya akan bergantung pada kemampuan menghubungkan arah nasional dengan kebutuhan daerah, sekaligus membangun praktik pengelolaan sumber daya yang dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/bisadonasi.com\">Latest articles and updates: Indonesia dan Jerman kerja sama kelola<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is Indonesia dan Jerman kerja sama kelola?<\/summary>\n<p>Indonesia dan Jerman kerja sama kelola is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does Indonesia dan Jerman kerja sama kelola matter?<\/summary>\n<p>Indonesia dan Jerman kerja sama kelola matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama pengelolaan sampah di tingkat daerah melalui keterlibatan lima kota dan kabupaten di Jawa Timur. Inisiatif ini<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":12692,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[164],"tags":[],"class_list":["post-12693","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12693","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12693"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12693\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12694,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12693\/revisions\/12694"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12692"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12693"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12693"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12693"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}