{"id":12513,"date":"2026-09-13T02:06:42","date_gmt":"2026-09-12T18:06:42","guid":{"rendered":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=12513"},"modified":"2026-09-13T02:06:48","modified_gmt":"2026-09-12T18:06:48","slug":"cheng-lei-sebut-setiap-peran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=12513","title":{"rendered":"Cheng Lei sebut setiap peran dalam drama punya tantangan tersendiri"},"content":{"rendered":"<h2>Cheng Lei: Setiap Karakter Menuntut Persiapan yang Berbeda<\/h2>\n<p>Bisadonasi.com &ndash; Aktor China Cheng Lei menilai tidak ada satu jenis peran yang bisa secara mutlak disebut paling sulit. Bagi pemeran drama \u201cMy Journey to You\u201d tersebut, tiap karakter menghadirkan kebutuhan, proses latihan, dan tantangan emosional yang tidak selalu sama.<\/p>\n<p>Pandangan itu disampaikannya dalam konferensi pers iQIYI Starship 2026 di Jakarta pada Sabtu. Saat mendapat pertanyaan mengenai genre atau karakter yang paling menantang selama kariernya, Cheng Lei menjelaskan bahwa kesulitan sebuah peran sangat bergantung pada tuntutan cerita yang dibawakan.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cJadi kalau misalkan berbicara mengenai setiap peran yang dimainkan, sebetulnya memang setiap peran itu ada tantangannya masing-masing,\u201d kata Cheng Lei.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Latihan fisik hingga pendalaman emosi<\/h3>\n<p>Perbedaan tuntutan karakter membuat persiapan aktor tidak dapat diseragamkan. Dalam cerita yang memuat aksi kungfu, misalnya, kemampuan fisik dan penguasaan gerakan bela diri menjadi bagian penting agar adegan terlihat meyakinkan ketika direkam kamera.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKalau misalnya mainnya kungfu, ya kita harus latihan kungfu supaya bisa akting dengan bagus,\u201d ujarnya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Latihan semacam itu tidak hanya berkaitan dengan penampilan gerakan. Aktor juga perlu menjaga ritme, koordinasi, ekspresi, serta penyesuaian dengan lawan main dan kebutuhan adegan. Karakter laga pun dapat memiliki tantangan tersendiri, terutama saat cerita meminta tokohnya tetap menampilkan sisi personal di tengah adegan fisik yang intens.<\/p>\n<p>Di sisi lain, drama romantis menuntut jenis kesiapan yang berbeda. Cheng Lei menyinggung karakter yang sedang mengalami patah hati sebagai contoh peran yang memerlukan pengolahan emosi lebih dalam. Perasaan tokoh perlu disampaikan secara jelas tanpa kehilangan kewajaran, sehingga penonton dapat memahami konflik yang sedang dialami karakter tersebut.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cKalau misalnya kisah romantis, lagi patah hati, itu juga butuh aktingnya yang mendalam juga,\u201d katanya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Bagi penonton, hasil akhir sebuah drama sering kali tampak natural. Namun, pernyataan Cheng Lei memperlihatkan bahwa kemantapan adegan dapat lahir dari persiapan yang berbeda-beda, baik melalui latihan fisik maupun pemahaman terhadap latar belakang dan perasaan karakter. Hal ini juga menjelaskan mengapa perpindahan dari satu genre ke genre lain bukan sekadar perubahan kostum atau latar cerita.<\/p>\n<h3>Tidak memilih satu genre tersulit<\/h3>\n<p>Aktor berusia 32 tahun itu tidak menetapkan satu kategori peran sebagai tantangan terbesar. Ia memandang tiap tokoh mempunyai tingkat kesulitan sendiri karena kebutuhan karakter, suasana cerita, serta cara emosi dan tindakan tokoh ditampilkan dapat berubah dari satu proyek ke proyek lain.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cJadi sebetulnya setiap karakter yang dimainkan oleh Cheng Lei itu semuanya memiliki tantangannya tersendiri,\u201d ujar dia.<\/p><\/blockquote>\n<p>Pendekatan tersebut menempatkan proses akting sebagai pekerjaan yang terus berkembang. Peran laga membutuhkan kesiapan tubuh, sementara kisah romantis dapat mengharuskan aktor membangun kedekatan emosional yang kuat. Dalam praktiknya, karakter yang terlihat sederhana pun dapat memerlukan perhatian besar terhadap detail, karena gerak tubuh, tatapan, intonasi, dan respons kecil dapat membantu membentuk pengalaman penonton.<\/p>\n<p>Pengalaman Cheng Lei di berbagai karakter juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah penampilan tidak hanya bergantung pada popularitas genre. Yang paling penting adalah kesesuaian antara cara aktor mempersiapkan diri dan dunia cerita yang ingin dibangun melalui drama tersebut.<\/p>\n<h2>Makna Perkembangan Kecil bagi Cheng Lei<\/h2>\n<p>Setelah konferensi pers, Cheng Lei melanjutkan pertemuan dengan penggemar Indonesia. Dalam kesempatan itu, ia berbicara mengenai gagasan \u201ca little bit\u201d atau sesuatu yang hadir sedikit demi sedikit. Baginya, ungkapan tersebut mempunyai arti yang dapat dikaitkan dengan kebahagiaan, kemajuan, serta pengalaman hidup.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cAda satu kalimat yang menurut saya menarik, yaitu \u2018a little bit\u2019. Mungkin ketika kita hari ini bahagia, tapi dengan \u2018a little bit\u2019, a little bit happy, a little bit kemajuan kita, a little bit pengalaman hidup kita,\u201d kata Cheng Lei saat temu sapa bersama penggemar Indonesia.<\/p><\/blockquote>\n<p>Pesan itu menekankan nilai dari langkah kecil yang kerap luput diperhatikan. Kebahagiaan tidak harus selalu hadir dalam bentuk peristiwa besar. Kemajuan pun dapat dimulai dari proses sederhana, pengalaman baru, atau keberanian untuk terus melangkah. Dalam kehidupan sehari-hari, perubahan kecil yang dijaga secara konsisten dapat membentuk arti yang lebih besar dari waktu ke waktu.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cWalaupun hanya \u2018a little bit\u2019, tapi itu sangat-sangat bermakna, dan \u2018a little bit\u2019 inilah yang membuat saya sungguh membawa banyak hal yang positif untuk teman-teman sekalian di sini,\u201d ujar Cheng Lei.<\/p><\/blockquote>\n<p>Di hadapan para penggemarnya, Cheng Lei juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada karya-karyanya. Respons hangat dari penggemar Indonesia membuatnya merasa tersentuh.<\/p>\n<blockquote><p>\u201cJadi aku merasa sangat terharu sekali. I love you all. Thank you so much semuanya,\u201d kata Cheng Lei.<\/p><\/blockquote>\n<p>Pertemuan tersebut memperlihatkan dua hal yang dekat dengan perjalanan seorang aktor: kesungguhan menghadapi tuntutan tiap peran dan penghargaan terhadap kemajuan kecil dalam proses kehidupan. Bagi Cheng Lei, baik latihan untuk adegan kungfu, pendalaman emosi dalam drama romantis, maupun dukungan penggemar dapat menjadi bagian dari perjalanan yang bernilai.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/bisadonasi.com\">Latest articles and updates: Cheng Lei sebut setiap peran<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is Cheng Lei sebut setiap peran?<\/summary>\n<p>Cheng Lei sebut setiap peran is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does Cheng Lei sebut setiap peran matter?<\/summary>\n<p>Cheng Lei sebut setiap peran matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aktor China Cheng Lei menilai tidak ada satu jenis peran yang bisa secara mutlak disebut paling sulit. Bagi pemeran drama \u201cMy Journey to You\u201d tersebut, tiap<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":12512,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[210],"tags":[],"class_list":["post-12513","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12513","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12513"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12513\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12514,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12513\/revisions\/12514"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12512"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}