{"id":12352,"date":"2026-09-08T18:08:58","date_gmt":"2026-09-08T10:08:58","guid":{"rendered":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=12352"},"modified":"2026-09-08T18:09:05","modified_gmt":"2026-09-08T10:09:05","slug":"erdogan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=12352","title":{"rendered":"Erdogan: Turkiye akan terus kembangkan hubungan dengan SCO"},"content":{"rendered":"<h2>Turkiye Perkuat Jejaring Ekonomi dan Politik dengan SCO di Tengah Pergeseran Geopolitik Global<\/h2>\n<p>Bisadonasi.com &ndash; Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan kembali komitmen Ankara untuk memperluas kerja sama dengan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) pada Senin (7\/9), sehari setelah menghadiri forum tingkat tinggi di Bishkek, ibu kota Kirgizstan. Pernyataan tersebut disampaikan melalui kanal resmi Kepresidenan Turkiye menyusul rapat kabinet mingguan, dan menandai salah satu sinyal terbaru bahwa Ankara terus memperluas poros diplomatiknya melampaui aliansi tradisional Barat.<\/p>\n<h3>Posisi Turkiye sebagai Mitra Dialog SCO<\/h3>\n<p>Sejak memperoleh status mitra dialog pada tahun 2019, Turkiye secara bertahap memperdalam keterlibatannya dengan organisasi yang beranggotakan negara-negara Asia Tengah, Asia Selatan, dan Asia Timur tersebut. Erdogan menyebut SCO sebagai salah satu entitas regional yang hubungan dengannya telah mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Status mitra dialog memberi Ankara akses ke forum-forum SCO tanpa kewajiban militer atau ekonomi penuh, namun tetap membuka ruang negosiasi perdagangan, investasi, dan koordinasi kebijakan.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Organisasi Kerja Sama Shanghai, yang mana kami merupakan mitra dialog, adalah salah satu organisasi regional yang hubungannya dengan kami telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p>Komentar Erdogan ini bukan sekadar retorika seremonial. Dalam konteks di mana Ankara menghadapi tekanan dari berbagai arah \u2014 mulai dari dinamika hubungan dengan NATO, ketegangan di Laut Hitam, hingga persaingan pengaruh di Kaukasus dan Asia Tengah \u2014 penguatan ikatan dengan SCO menjadi bagian dari strategi diversifikasi mitra strategis yang telah lama dikejar oleh pemerintah Erdogan.<\/p>\n<h3>Pertemuan &#8220;SCO Plus&#8221; di Bishkek<\/h3>\n<p>Pada 1 September, Erdogan menghadiri pertemuan bertajuk &#8220;SCO Plus&#8221; yang digelar di Bishkek, Kirgizstan. Forum tersebut mempertemukan para pemimpin negara anggota SCO dengan mitra-mitra dialog dan pengamat internasional. Dalam kesempatan itu, Erdogan menyatakan tekad Turkiye untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral dan multilateral dengan negara-negara anggota organisasi. Ia juga menyinggung pembahasan mengenai kontribusi SCO terhadap arsitektur multipolar dunia \u2014 sebuah narasi yang semakin sering digaungkan oleh Beijing dan Moskow sebagai alternatif terhadap tatanan yang dipimpin Amerika Serikat.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Kontribusi SCO terhadap multipolaritas&#8221; dibahas dalam pertemuan tersebut.<\/p><\/blockquote>\n<p>Pilihan kata Erdogan mengenai &#8220;multipolaritas&#8221; patut dicermati. Istilah tersebut merujuk pada visi dunia yang tidak lagi didominasi satu kekuatan hegemonik, melainkan terdiri dari beberapa pusat pengaruh yang saling berinteraksi. Bagi Ankara, dukungan terhadap narasi ini tidak berarti meninggalkan NATO \u2014 Turkiye tetap anggota pakta pertahanan tersebut sejak 1952 \u2014 melainkan menegaskan bahwa Ankara berhak menjalin hubungan ekonomi dan politik dengan berbagai blok secara simultan.<\/p>\n<h3>Berat Ekonomi SCO dan Daya Tarik bagi Ankara<\/h3>\n<p>Erdogan secara eksplisit mencatat bahwa negara-negara anggota SCO menyumbang sebagian besar populasi dunia serta output ekonomi global. Fakta ini bukan hiperbola: anggota penuh SCO \u2014 yang mencakup Tiongkok, Rusia, India, Pakistan, Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, dan Uzbekistan \u2014 secara kolektif mewakili lebih dari separuh populasi bumi dan porsi substansial produk domestik bruto dunia. Bagi ekonomi Turkiye yang bergantung pada ekspor manufaktur, tekstil, dan jasa konstruksi, akses ke pasar-pasar tersebut menawarkan diversifikasi yang mengurangi ketergantungan pada Uni Eropa sebagai tujuan dagang utama.<\/p>\n<p>Asia Tengah sendiri memiliki relevansi khusus bagi Ankara. Negara-negara seperti Kazakhstan dan Kirgizstan berbagi sejarah budaya dan bahasa Turkik dengan Turkiye, sementara infrastruktur energi, logistik, dan konektivitas digital di kawasan tersebut sedang mengalami percepatan investasi. Kehadiran SCO sebagai payung koordinasi memberi Ankara kerangka institusional untuk menavigasi hubungan dengan negara-negara tersebut secara lebih terstruktur.<\/p>\n<h3>Implikasi bagi Arsitektur Keamanan dan Ekonomi Regional<\/h3>\n<p>Langkah-langkah Ankara ini perlu dibaca dalam kerangka yang lebih luas. Di satu sisi, Turkiye tetap menjadi anggota NATO dan mitra penting Amerika Serikat. Di sisi lain, Erdogan secara konsisten mendorong apa yang ia sebut &#8220;diplomasi multidimensi&#8221; \u2014 pendekatan yang memungkinkan Ankara berinteraksi dengan berbagai blok tanpa terikat pada satu kutub. Penguatan hubungan dengan SCO tidak otomatis berarti pergeseran blok; lebih tepatnya, ia mencerminkan upaya Ankara untuk memastikan bahwa kepentingan ekonominya tidak terkunci pada satu orbit geopolitik saja.<\/p>\n<p>Bagi pembaca yang mengikuti dinamika kawasan Asia Tengah, pernyataan Erdogan ini juga menjadi pengingat bahwa SCO bukan sekadar forum keamanan \u2014 sebagaimana sering digambarkan dalam literatur Barat \u2014 melainkan juga platform ekonomi dan perdagangan yang terus berkembang. Dengan pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan India yang tetap menjadi mesin utama kawasan, serta ekspansi infrastruktur Rusia di Asia Tengah, SCO menyediakan kanal bagi negara-negara seperti Turkiye untuk berpartisipasi dalam arus perdagangan dan investasi tanpa harus menjadi anggota penuh organisasi.<\/p>\n<p>Ke depan, arah kebijakan Ankara terhadap SCO kemungkinan akan terus berkembang seiring dengan dinamika hubungan Turkiye-NATO, perkembangan konflik di Ukraina, serta persaingan pengaruh di Laut Kaspia dan Kaukasus. Yang jelas, dari pidato kabinet Senin (7\/9) tersebut, pesan Erdogan kepada para mitra dan pengamat internasional cukup tegas: Turkiye tidak akan membatasi jejaring strategisnya pada satu poros, dan SCO akan tetap menjadi bagian dari peta diplomatik Ankara dalam jangka panjang.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/bisadonasi.com\">Latest articles and updates: Erdogan<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is Erdogan?<\/summary>\n<p>Erdogan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does Erdogan matter?<\/summary>\n<p>Erdogan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan kembali komitmen Ankara untuk memperluas kerja sama dengan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) pada Senin (7\/9)<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":12351,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[223],"tags":[],"class_list":["post-12352","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dunia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12352","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12352"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12352\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12353,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12352\/revisions\/12353"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12351"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}