{"id":12270,"date":"2026-09-07T00:48:43","date_gmt":"2026-09-06T16:48:43","guid":{"rendered":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=12270"},"modified":"2026-09-07T00:48:50","modified_gmt":"2026-09-06T16:48:50","slug":"ahy-soroti-pentingnya-moda-transportasi-darat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=12270","title":{"rendered":"AHY soroti pentingnya moda transportasi darat imbas erupsi GAK"},"content":{"rendered":"<h2>Abu Vulkanik GAK Lumpuhkan Penerbangan Jabodetabek, Pemerintah Percepat Kesiapan Transportasi Darat<\/h2>\n<p>Bisadonasi.com &ndash; Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali mengirim awan abu vulkanik yang menyelimuti wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, memicu pembatalan serta pengalihan sejumlah penerbangan di berbagai bandara utama. Di tengah situasi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pemerintah harus segera mengaktifkan skenario cadangan pada moda transportasi darat agar mobilitas masyarakat tidak terhenti total.<\/p>\n<p>Pernyataan itu disampaikan AHY saat menghadiri kegiatan di GOR Otista, Jakarta Timur, pada Minggu. Ia menekankan bahwa gangguan penerbangan mengubah pola perjalanan jutaan penumpang dalam hitungan jam, sehingga alternatif darat menjadi tulang punggung sementara bagi siapa pun yang terjebak di tengah ketidakpastian jadwal pesawat.<\/p>\n<h3>Persiapan Moda Darat: Kereta Api, Bus, hingga Shuttle<\/h3>\n<p>AHY merinci bahwa pemerintah perlu memastikan ketersediaan layanan kereta api, bus antarkota, serta armada shuttle yang mampu menampung lonjakan penumpang mendadak. Tanpa koordinasi lintas kementerian, lonjakan tersebut berpotensi menciptakan antrean panjang, keterlambatan, bahkan risiko keselamatan bagi penumpang yang panik mencari jalan pulang.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Untuk transportasi yang lain tentu juga harus tetap waspada. Walaupun saya dengar untuk penyeberangan. Kemudian moda transportasi darat ya tentunya ini yang harus disiapkan.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p>Ia menambahkan bahwa faktor keselamatan dan kesehatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam setiap pengoperasian moda alternatif. Kerumunan di stasiun atau terminal bus, misalnya, memerlukan protokol kesehatan yang ketat agar tidak muncul klaster baru di tengah kondisi lingkungan yang sudah tercemar partikel abu vulkanik.<\/p>\n<h3>Penyeberangan Laut: Masih Beroperasi, Namun Perlu Pengawasan Ketat<\/h3>\n<p>Untuk moda laut, AHY mengakui bahwa layanan penyeberangan masih dapat dijalankan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa paparan abu vulkanik di udara terbuka dapat memengaruhi kesehatan penumpang kapal, terutama mereka yang berada di dek terbuka selama berjam-jam pelayaran.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Walaupun saya dengar untuk penyeberangan laut masih bisa dilakukan, tetapi bagaimanapun tetap harus memastikan tidak ada dampak yang terlalu buruk bagi transportasi tersebut maupun kesehatan dari penumpangnya.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p>Koordinasi antara otoritas pelabuhan, operator kapal, dan dinas kesehatan daerah menjadi kunci agar penyeberangan tetap aman tanpa mengorbankan kenyamanan penumpang.<\/p>\n<h3>Skema Pengalihan Penerbangan dan Konektivitas Kertajati\u2013Jakarta<\/h3>\n<p>Salah satu skenario paling krusial yang disorot AHY adalah penumpang yang semula dijadwalkan mendarat langsung di Jakarta, namun terpaksa dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Dalam kondisi itu, pemerintah wajib menjamin tersedianya jalur konektivitas yang lancar dari Kertajati menuju ibu kota, baik melalui jalur darat maupun moda lain.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Kita juga harus dorong agar memudahkan para penumpang yang seharusnya langsung mendarat (landing) di Jakarta tetapi harus mungkin berhenti di Kertajati misalnya untuk bisa datang ke Jakarta.&#8221;<\/p><\/blockquote>\n<p>Keberadaan BIJB Kertajati sebagai bandara pengalihan utama untuk wilayah Jawa Barat menjadikan konektivitas darat dari Majalengka ke Jakarta menjadi urat nadi sementara. Jalur tol, layanan bus khusus, hingga kemungkinan penambahan kereta api jarak pendek menjadi opsi yang perlu dipertimbangkan secara cepat.<\/p>\n<h3>Bandara Terdampak dan Titik Pengalihan<\/h3>\n<p>Sejumlah bandara yang dilaporkan terdampak abu vulkanik antara lain Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma di Jabodetabek, Radin Inten II di Lampung, Husein Sastranegara di Bandung, serta Pondok Cabe, Taufiq Kiemas, dan Budiarto Curug di Tangerang. Penutupan sementara dilakukan berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan oleh AirNav Indonesia, kemudian disandingkan dengan data pemantauan real-time dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).<\/p>\n<p>Sebagai titik pengalihan, pemerintah mengaktifkan BIJB Kertajati di Majalengka, Bandara Jenderal Ahmad Yani di Semarang, Bandara Internasional Yogyakarta, serta Bandara Internasional Juanda di Surabaya. Langkah ini merupakan bagian dari protokol nasional untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat ketika jaringan udara terganggu.<\/p>\n<h3>Konteks: Mengapa GAK Berulang Mengancam Penerbangan<\/h3>\n<p>Gunung Anak Krakatau terletak di Selat Sunda, sekitar 32 kilometer dari pantai barat Lampung. Sebagai anak dari Gunung Krakatau yang meletus dahsyat pada 1883, GAK aktif secara periodik dan kerap menyemburkan kolom abu setinggi puluhan kilometer. Arah angin menentukan apakah abu akan terbawa ke wilayah Jawa Barat, Lampung, atau bahkan Jabodetabek. Ketika partikel halus mencapai ketinggian jelajah pesawat, risiko kerusakan mesin dan gangguan visibilitas pilot membuat otoritas penerbangan tidak punya pilihan selain menutup sementara ruang udara di atas bandara.<\/p>\n<p>Sejarah mencatat bahwa erupsi GAK pada 2018 dan 2023 juga sempat mengganggu penerbangan di kawasan yang sama. Pola berulang ini menuntut pemerintah memiliki protokol respons yang sudah teruji, bukan sekadar reaktif. Persiapan moda darat yang AHY tekankan pada dasarnya adalah pengaktifan protokol tersebut: memastikan bahwa ketika langit tertutup abu, jalan raya, rel kereta, dan jalur laut tetap mampu menampung kebutuhan mobilitas publik tanpa mengorbankan keselamatan.<\/p>\n<p>Ke depan, penguatan koordinasi antarkementerian\u2014mulai dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian untuk armada shuttle, hingga pemerintah daerah untuk pengaturan lalu lintas darurat\u2014akan menentukan seberapa cepat masyarakat dapat kembali beraktivitas normal setelah fase darurat vulkanik berakhir.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/bisadonasi.com\">Latest articles and updates: AHY soroti pentingnya moda transportasi darat<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is AHY soroti pentingnya moda transportasi darat?<\/summary>\n<p>AHY soroti pentingnya moda transportasi darat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does AHY soroti pentingnya moda transportasi darat matter?<\/summary>\n<p>AHY soroti pentingnya moda transportasi darat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali mengirim awan abu vulkanik yang menyelimuti wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, memicu pembatalan serta pengalihan<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":12269,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[212],"tags":[],"class_list":["post-12270","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lintas-kota"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12270","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12270"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12270\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12271,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12270\/revisions\/12271"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12269"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12270"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12270"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12270"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}