{"id":12199,"date":"2026-09-05T03:52:35","date_gmt":"2026-09-04T19:52:35","guid":{"rendered":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=12199"},"modified":"2026-09-05T03:52:43","modified_gmt":"2026-09-04T19:52:43","slug":"tokoh-adat-badui-jaro-saidi-putra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bisadonasi.com\/?p=12199","title":{"rendered":"Tokoh adat Badui Jaro Saidi Putra meninggal dunia \u200e"},"content":{"rendered":"<h2>Badui Kehilangan Juru Bicara Adat: Jaro Saidi Putra Wafat di Usia 75 Tahun<\/h2>\n<p>Bisadonasi.com &ndash; Pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, berduka. Saidi Putra, pria berusia 75 tahun yang selama puluhan tahun memegang amanah sebagai Jaro Tanggungan 12 dalam struktur Lembaga Adat masyarakat Badui, menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat, 4 September, sekitar pukul 09.00 WIB di ruang perawatan RSUD Adjidarmo, Rangkasbitung. Wafatnya tokoh ini meninggalkan kekosongan yang sulit digantikan dalam ranah diplomasi adat Sunda Wiwitan.<\/p>\n<h3>Peran Strategis Jaro Tanggungan 12<\/h3>\n<p>Bagi masyarakat Badui yang bermukim di kawasan pegunungan di wilayah Kecamatan Leuwidamar dan sekitarnya, jabatan Jaro Tanggungan bukan sekadar gelar kehormatan. Posisi ini berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara komunitas adat yang menjaga tradisi Sunda Wiwitan secara ketat dengan dunia luar \u2014 mulai dari pemerintah daerah, lembaga adat lain, hingga masyarakat umum yang ingin memahami atau berinteraksi dengan kehidupan Badui.<\/p>\n<p>Salah satu tugas paling krusial yang diemban oleh pemegang jabatan ini adalah memimpin prosesi ritual Seba, yakni upacara penghormatan yang dilakukan oleh kepala daerah \u2014 baik bupati maupun gubernur \u2014 setiap kali berkunjung ke wilayah adat. Dalam prosesi tersebut, Jaro Tanggungan menjadi penuntun spiritual dan protokol adat yang memastikan setiap tahapan upacara berjalan sesuai ketentuan leluhur. Selama bertahun-tahun, Saidi Putra-lah yang berdiri di posisi sentral ketika para pejabat daerah melaksanakan Seba Besar dan Seba Kecil di hadapan masyarakat Kanekes.<\/p>\n<h3>Konfirmasi dan Prosesi Pemakaman<\/h3>\n<p>Kabar wafatnya Saidi Putra dikonfirmasi oleh Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, yang sekaligus merupakan tokoh masyarakat Badui. Ia menyampaikan bahwa jenazah telah dimakamkan pada sore hari di hari yang sama.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Kami sudah memakamkan almarhum Jaro Saidi Putra sore tadi,&#8221; ujar Jaro Oom saat dihubungi di Rangkasbitung, Jumat.<\/p><\/blockquote>\n<p>Prosesi pemakaman berlangsung di Kampung Cicampaka, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak \u2014 kawasan yang secara adat merupakan wilayah inti masyarakat Badui. Lokasi ini dipilih sesuai dengan ketentuan adat yang mengatur tempat peristirahatan terakhir bagi pemegang jabatan tinggi dalam hierarki tradisional.<\/p>\n<p>Jaro Oom mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian tokoh yang selama ini menjadi wajah diplomasi adat Badui di hadapan publik.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Kami kehilangan figur tokoh masyarakat Badui Saidi Putra sebagai Jaro Tanggungan 12,&#8221; katanya.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Respon Pemerintah Daerah<\/h3>\n<p>Pemerintah Kabupaten Lebak turut menyampaikan duka cita. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Lebak, Anik Sakinah, menyatakan bahwa pemerintah daerah berbelasungkawa atas berpulangnya tokoh adat tersebut.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Semoga amal ibadah beliau dan kebaikan diterima Tuhan Yang Maha Esa,&#8221; ucapnya.<\/p><\/blockquote>\n<p>Pernyataan resmi ini menegaskan bahwa hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat adat Badui tidak sekadar bersifat administratif, melainkan juga menyentuh dimensi spiritual dan kultural yang diwakili oleh figur-figur seperti Saidi Putra.<\/p>\n<h3>Kehilangan yang Meresahkan Komunitas Adat<\/h3>\n<p>Berita wafatnya Saidi Putra cepat menyebar ke berbagai kalangan. Warga setempat, insan pers, serta komunitas masyarakat adat di seluruh Kabupaten Lebak menyampaikan ungkapan belasungkawa. Bagi banyak pihak, kepergian ini bukan hanya kehilangan satu individu, melainkan hilangnya satu pilar yang menopang keseimbangan antara pelestarian tradisi dan interaksi dengan modernitas.<\/p>\n<p>Ketua Adat Sabaki, Sukanta, menggambarkan karakter almarhum sebagai pribadi yang mengedepankan nilai-nilai persatuan dan keharmonisan sosial.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Beliau tokoh masyarakat Badui yang mencintai persatuan, kedamaian, kerukunan dan keharmonisan,&#8221; kata Sukanta.<\/p><\/blockquote>\n<h3>Latar Budaya: Mengapa Kehilangan Ini Berdampak Besar<\/h3>\n<p>Masyarakat Badui, yang kerap disebut sebagai komunitas Sunda Wiwitan terakhir di Jawa Barat, hidup dengan sistem tata kelola adat yang sangat terstruktur. Di dalamnya terdapat hierarki jabatan mulai dari Jaro Tanggungan (pemimpin tertinggi), Jaro Panyeperangan, hingga Jaro Adat, masing-masing dengan wewenang dan tanggung jawab spesifik. Jabatan Jaro Tanggungan 12 secara khusus ditugaskan untuk urusan hubungan eksternal \u2014 termasuk negosiasi, penerimaan tamu kehormatan, dan pelaksanaan ritual bersama pejabat negara.<\/p>\n<p>Prosesi Seba, yang menjadi salah satu upacara paling sakral dalam kalender adat Badui, menuntut kehadiran seorang penuntun yang menguasai seluruh tata cara secara turun-temurun. Ketika seorang Jaro Tanggungan wafat, proses suksesi jabatan tidak dapat dilakukan secara instan; ia melibatkan musyawarah panjang antar tokoh adat, pertimbangan spiritual, dan pengakuan komunitas. Oleh karena itu, kekosongan yang ditinggalkan oleh wafatnya Saidi Putra berpotensi memperlambat mekanisme diplomasi adat dalam jangka pendek, terutama menjelang pelaksanaan Seba berikutnya yang dijadwalkan oleh pemerintah daerah.<\/p>\n<p>Di sisi lain, wafatnya tokoh berusia 75 tahun ini juga menjadi pengingat bagi generasi muda Badui tentang pentingnya keberlanjutan pengetahuan adat. Setiap jabatan dalam struktur tradisional Badui menuntut penguasaan bahasa Sunda kuno, pemahaman mendalam tentang kosmologi Sunda Wiwitan, serta kemampuan memimpin upacara yang telah diwariskan selama berabad-abad. Menjaga keberlangsungan warisan ini kini menjadi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat adat di Lebak.<\/p>\n<p>Bagi masyarakat luas di Banten dan Jawa Barat, kepergian Saidi Putra menandai berakhirnya satu era dalam interaksi antara dunia adat dan dunia modern. Warisan yang ia tinggalkan \u2014 bukan hanya dalam bentuk prosesi ritual, tetapi juga dalam sikap menghormati kerukunan dan persatuan \u2014 diharapkan menjadi rujukan bagi penerus jabatan dan bagi seluruh komunitas yang berinteraksi dengan masyarakat Badui di masa mendatang.<\/p>\n<section class=\"wpman-seo-internal-links\" data-wpman-seo=\"internal-links\">\n<h2>Related Reading<\/h2>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/bisadonasi.com\">Latest articles and updates: Tokoh adat Badui Jaro Saidi Putra<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<\/section>\n<section class=\"wpman-seo-faq\" data-wpman-seo=\"faq\">\n<h2>Frequently Asked Questions<\/h2>\n<details>\n<summary>What is Tokoh adat Badui Jaro Saidi Putra?<\/summary>\n<p>Tokoh adat Badui Jaro Saidi Putra is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.<\/p>\n<\/details>\n<details>\n<summary>Why does Tokoh adat Badui Jaro Saidi Putra matter?<\/summary>\n<p>Tokoh adat Badui Jaro Saidi Putra matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.<\/p>\n<\/details>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, berduka. Saidi Putra, pria berusia 75 tahun yang selama puluhan tahun memegang amanah sebagai Jaro Tanggungan 12 dalam<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":12198,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[208],"tags":[],"class_list":["post-12199","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-humaniora"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12199","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12199"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12199\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12200,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12199\/revisions\/12200"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12198"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bisadonasi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}