Tim SAR kembali temukan satu jenazah korban KM Nurul Salsa
Operasi SAR KM Nurul Salsa Diperpanjang Tiga Hari Setelah Penemuan Jenazah Baru
Bisadonasi.com – Makassar mencatat perkembangan terbaru dalam upaya pencarian korban kecelakaan Kapal Motor Nurul Salsa. Tim Pencarian dan Pertolongan Gabungan berhasil menemukan satu jenazah tambahan yang mengapung di perairan. Jenazah tersebut ditemukan dalam kondisi mengenakan rompi pelampung di perairan sebelah timur Pulau Sanana Besar, yang terletak di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan atau yang lebih dikenal sebagai Pangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan ini terjadi pada hari Selasa, menandai hari ketujuh pelaksanaan operasi SAR.
Proses penemuan jasad korban bermula dari laporan yang diterima tim SAR dari aparat Desa Pulau Matallang. Setelah menerima informasi tersebut, Kapal Negara SAR Pacitan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Jenazah yang ditemukan kemudian diserahkan kepada KN SAR Kamajaya untuk dibawa lebih lanjut. Pada hari ketujuh operasi ini, tercatat ada dua jenazah korban kecelakaan KM Nurul Salsa yang berhasil ditemukan secara bersamaan.
Kedua jenazah tersebut selanjutnya akan dibawa menuju Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar. Di sana, tim Disaster Victim Identification atau DVI Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Sulsel akan menjalani proses identifikasi secara menyeluruh. Dengan adanya penemuan dua jenazah ini, keputusan diambil untuk memperpanjang operasi SAR yang semula dijadwalkan berakhir pada hari ketujuh. Perpanjangan ini berlangsung selama tiga hari ke depan untuk melanjutkan pencarian sisa korban yang tercatat ada 16 orang.
Evaluasi Lapangan Menjadi Dasar Perpanjangan Operasi
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menyampaikan keterangan melalui video dari Posko Benteng Selayar kepada para wartawan. Ia menjelaskan bahwa sesuai dengan standar operasional prosedur atau SOP, operasi pencarian dan pertolongan dilaksanakan maksimal selama tujuh hari. Namun, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan di lapangan, keputusan berbeda diambil. Seiring adanya penemuan jenazah korban serta kesepakatan bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur SAR, operasi diputuskan untuk diperpanjang hingga tiga hari ke depan.
"Setelah dilakukan evaluasi bersama dan mempertimbangkan masih adanya korban yang belum ditemukan serta ditemukannya dua jenazah pada hari ketujuh ini, maka kami memutuskan untuk memperpanjang operasi SAR selama tiga hari ke depan," kata Yudhi.
Selama masa perpanjangan operasi, tim SAR gabungan tetap mengerahkan seluruh unsur laut dan potensi SAR yang berada di lokasi. Penyesuaian area pencarian dilakukan berdasarkan analisis pergerakan arus, angin, dan hasil evaluasi Search and Rescue Maritime Prediction atau SARMAP. Hal ini memastikan bahwa pencarian dilakukan di area yang paling potensial menemukan korban.
"Kami tetap mengerahkan alut dari KN SAR Kamajaya, KN SAR Pacitan, KN SAR Puntadewa, RB 202, KRI Marlin 877, KRI Hiu, Boeing 737-200, serta seluruh potensi SAR yang terlibat untuk pencarian korban," katanya menambahkan. Komitmen ini menunjukkan bahwa seluruh sumber daya yang tersedia akan digunakan secara optimal untuk menyelesaikan misi pencarian.
Detail Kronologi dan Statistik Korban
Basarnas memastikan bahwa seluruh proses evakuasi dan identifikasi korban akan dilaksanakan sesuai prosedur yang berlaku. Sementara itu, operasi pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang terus dilanjutkan hingga masa perpanjangan berakhir. Dari data manifes yang tersedia, tercatat 78 orang berada di atas KM Nurul Salsa saat kapal berlayar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 orang berhasil ditemukan selamat. Tiga orang meninggal dunia, termasuk dua jenazah yang ditemukan hari ini. Sisanya, 16 orang masih dalam pencarian aktif.
Sebelumnya, KM Nurul Salsa diketahui berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu, 15 Juli, sekitar pukul 05.00 WITA. Kapal tersebut membawa penumpang sebanyak 78 orang saat memulai perjalanan. Namun, kapal mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan. Posisi gangguan terjadi di perairan barat Pulau Polassi atau sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng Selayar. Kejadian ini memicu operasi SAR yang intensif untuk menyelamatkan seluruh penumpang dan awak kapal yang berada di dalamnya.
Kini, dengan perpanjangan operasi selama tiga hari, harapan untuk menemukan seluruh korban yang masih hilang semakin besar. Tim SAR terus melakukan pencarian dengan sistematis, memanfaatkan teknologi dan pengalaman yang dimiliki untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal. Proses identifikasi jenazah juga akan dilakukan dengan cermat untuk memberikan kepastian bagi keluarga korban.