Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Kemendikdasmen: Dulu kelas bocor, kini murid belajar lebih nyaman

Published 22/06/2026 · Updated 22/06/2026 · By Nadia Utami

Kemendikdasmen: Dulu kelas bocor, kini murid belajar lebih nyaman

Special Plan - Kota Jakarta menjadi tempat peluncuran pernyataan penting dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengenai peningkatan kualitas pendidikan di Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Proyek revitalisasi sekolah yang digagas oleh pemerintah pusat terbukti memberikan dampak signifikan, terutama dalam meningkatkan kenyamanan belajar para siswa. Perubahan ini mencakup banyak aspek, mulai dari peningkatan kondisi ruang belajar, perbaikan fasilitas sanitasi, hingga pembangunan lingkungan sekolah yang lebih mendukung pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.

Program Revitalisasi Sekolah dan Pengalaman Nyata Siswa

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa hingga Tahun Anggaran 2025, sebanyak 18 satuan pendidikan telah menerima bantuan revitalisasi dengan total dana sekitar Rp14,23 miliar. Bantuan tersebut meliputi 1 lembaga PAUD, 7 sekolah dasar (SD), 4 sekolah menengah pertama (SMP), 4 sekolah menengah atas (SMA), 1 sekolah menengah kejuruan (SMK), serta 1 Sanggar Kegiatan Belajar/Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (SKB/PKBM). Tujuan dari program ini adalah memastikan setiap siswa memiliki lingkungan belajar yang optimal, terutama di wilayah yang masih menghadapi tantangan infrastruktur.

Meski masih dalam tahap implementasi, program revitalisasi ini telah memberikan perubahan nyata. Salah satu contoh nyata adalah SD Negeri 076698 di Gunungsitoli. Kepala sekolah, Hilizarito Ogamuli Geyam, menjelaskan bahwa sebelum perbaikan, kondisi ruang belajar dan fasilitas sanitasi di sekolah tersebut sangat memprihatinkan. "Sekolah kami dulu tidak memiliki Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan toilet hanya dua bilik," katanya. Namun, setelah revitalisasi, UKS kini lengkap dengan peralatan medis, serta jumlah toilet meningkat menjadi enam bilik. Perubahan ini tidak hanya memperbaiki kenyamanan fisik tetapi juga meningkatkan kesehatan dan fokus siswa.

“Keadaan sekolah kami sebelumnya tidak memiliki UKS. Sekarang kami sudah memilikinya lengkap dengan mebelairnya. Toilet yang sebelumnya hanya dua bilik kini menjadi enam bilik,” kata Ogamuli.

Dalam konteks yang sama, SMA Swasta Pembda 1 Gunungsitoli juga mengalami perbaikan. Guru di sana, Ester Zunia, mengungkapkan bahwa kondisi belajar para siswa semakin nyaman setelah pemerintah melakukan revitalisasi. "Setelah revitalisasi, kondisi belajar anak-anak semakin semangat. Dulu anak-anak kepanasan dan saat hujan air masuk ke kelas. Dengan revitalisasi ini, anak-anak bisa lebih tenang meskipun hujan deras," ujarnya.

Peran Pemerintah Pusat dan Komitmen Lokal

Ambisi pemerintah pusat untuk meningkatkan pendidikan tidak hanya terwujud melalui anggaran besar, tetapi juga didukung oleh komitmen daerah. Wali Kota Gunungsitoli, Sowa'a Laoli, mengapresiasi upaya revitalisasi yang dilakukan Kemendikdasmen. Menurutnya, bantuan dari pemerintah pusat menjadi elemen kunci dalam mendorong kualitas pendidikan di wilayahnya. "Pemerintah Kota Gunungsitoli berkomitmen penuh untuk tegak lurus mengawal dan menyukseskan program-program strategis pemerintah pusat di bidang kependidikan," ujarnya.

“Dukungan pemerintah pusat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di daerah,” kata Sowa'a Laoli.

Keluhan sebelumnya terkait kebocoran atap dan kelembapan di ruang kelas kini telah diatasi melalui perbaikan struktur bangunan. Tidak hanya itu, revitalisasi juga mencakup pengadaan peralatan pendidikan, peningkatan akses internet untuk pembelajaran digital, serta pemanfaatan teknologi pendukung dalam proses belajar mengajar. Perubahan ini tidak hanya memengaruhi lingkungan fisik, tetapi juga mendorong transformasi pendidikan secara menyeluruh.

Kemendikdasmen menekankan bahwa proyek revitalisasi sekolah merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memastikan setiap murid memiliki akses pendidikan yang merata. Dengan lingkungan belajar yang lebih sehat, siswa di Kepulauan Nias kini bisa fokus pada pembelajaran, terutama dalam menghadapi tantangan akibat cuaca ekstrem. Perbaikan infrastruktur sekolah juga membantu mengurangi kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan, yang sebelumnya sering kali dianggap sebagai halangan utama.

Peningkatan fasilitas seperti UKS dan toilet ternyata tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi siswa, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan guru. Sebelum revitalisasi, keadaan sanitasi di sekolah yang sempit membuat para pengajar kesulitan dalam menjaga kondisi kesehatan. Kini, adanya fasilitas yang lebih memadai membantu mengurangi hambatan dalam proses pembelajaran. "Fasilitas yang lebih baik membuat lingkungan sekolah menjadi lebih sehat dan mendukung proses belajar mengajar," tutur Hilizarito Ogamuli Geyam.

Dalam konteks nasional, proyek revitalisasi sekolah di Nias menjadi contoh bagus bagaimana kebijakan pemerintah dapat diadaptasi ke kebutuhan lokal. Masyarakat setempat mengapresiasi perubahan yang terjadi, karena lingkungan belajar yang lebih baik secara langsung meningkatkan partisipasi siswa dan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Kemendikdasmen berharap, program ini dapat menjadi fondasi untuk peningkatan berkelanjutan dalam pendidikan di daerah-daerah lain yang membutuhkan perhatian serupa.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga mengimbau agar perhatian terus diberikan kepada peningkatan kualitas pendidikan di Kepulauan Nias. Program revitalisasi ini tidak hanya mengubah fasilitas fisik, tetapi juga membang