Bisadonasi.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

PPIH minta jamaah haji waspadai gejala penyakit setiba di tanah air

Published 09/06/2026 · Updated 09/06/2026 · By Budi Ananda

PPIH Peringatkan Jamaah Haji Waspadai Gejala Penyakit Setibanya di Tanah Air

PPIH minta jamaah haji waspadai gejala - Setelah melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi, para jamaah yang kembali ke Indonesia perlu memperhatikan kondisi kesehatannya. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan memberikan pesan khusus kepada jamaah asal Sumatera Utara untuk tetap waspada terhadap gejala penyakit yang mungkin muncul. Hal ini diungkapkan oleh dr Zulfan Anshori, kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Medan, saat menyambut Kloter 06 pada Senin di Asrama Haji Medan.

"Kami mengimbau bapak dan ibu untuk tetap waspada terhadap gejala penyakit setelah tiba di tanah air," ujar Zulfan. Ia menekankan bahwa masyarakat harus segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami tanda-tanda seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, nyeri tenggorokan, mual-muntah, atau diare.

Dalam penjelasannya, Zulfan menyebutkan bahwa tujuh gejala utama tersebut menjadi perhatian khusus. "Gejala seperti demam, batuk, dan pilek sering muncul sebagai tanda awal infeksi," tambahnya. PPIH menyarankan jamaah haji untuk segera mengambil tindakan jika mengalami gejala-gejala ini. Mereka juga dianjurkan membawa Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji (K3JH) saat mengunjungi puskesmas atau layanan kesehatan lainnya. K3JH ini akan memudahkan petugas medis dalam memberikan respons cepat dan tepat.

Berdasarkan data yang dihimpun, PPIH Debarkasi Medan mencatat bahwa 5.967 jamaah haji asal Sumatera Utara telah tiba di tanah air sejak 2 hingga 21 Juni 2026 melalui Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang. "K3JH harus dibawa saat pemeriksaan kesehatan untuk mempercepat diagnosis," imbuh Zulfan. Ia juga menegaskan bahwa jamaah haji perlu memantau kondisi kesehatannya sendiri selama 21 hari setelah pendaratan di Indonesia, terutama jika mengalami gejala yang tidak biasa.

Beberapa langkah pencegahan tambahan disampaikan oleh Zulfan kepada jamaah haji. Ia menyarankan untuk tetap menjaga kebersihan diri, makan makanan bergizi, dan memastikan istirahat yang cukup. "Menerapkan pola hidup sehat akan membantu tubuh memulihkan diri setelah perjalanan panjang," jelasnya. Selain itu, penggunaan masker dianjurkan jika terdapat gejala gangguan kesehatan, seperti sesak napas atau nyeri tenggorokan.

Kloter 06: Penyebaran dari Berbagai Wilayah

Kloter 06 yang tiba di Medan terdiri dari jamaah haji yang berasal dari lima kabupaten/kota di Sumatera Utara. Menurut data, jumlahnya mencapai 358 orang. Wilayah yang berkontribusi terbesar adalah Mandailing Natal (339 jamaah), diikuti oleh Kabupaten Toba (7 orang), Nias Selatan (4 orang), Nias Utara (1 orang), dan Kota Medan (1 orang). Selain itu, ada enam petugas kloter yang ikut turun.

Dalam kloter tersebut, seorang jamaah haji bernama Isron bin Baitul Nasution dari Mandailing Natal meninggal dunia akibat penyakit di Arab Saudi, Rabu (27/5). "Kematian ini menjadi peringatan untuk semua jamaah agar tetap menjaga kesehatan selama ibadah haji," ujar Zulfan. Ia meminta jamaah haji memberikan informasi riwayat perjalanan hajinya kepada petugas kesehatan. "Ini membantu dalam menentukan risiko infeksi dan memastikan layanan yang optimal," tambahnya.

PPIH juga menekankan pentingnya kolaborasi antara jamaah haji dan pihak kesehatan. "K3JH adalah alat penting untuk memudahkan identifikasi gejala sejak awal," kata Zulfan. Ia menyarankan jamaah haji tidak ragu untuk memeriksakan diri meskipun gejala tidak terlalu parah. "Dengan memantau kesehatan secara mandiri, kita bisa mencegah penyebaran penyakit di tengah masyarakat," jelasnya.

Keluhan kesehatan yang dialami jamaah haji juga bisa menjadi indikator awal untuk mengambil tindakan. "Setiap gejala, terlepas dari jenisnya, perlu diperhatikan secara serius," tegas Zulfan. Ia menambahkan bahwa kebersihan lingkungan dan kebersihan pribadi sangat berpengaruh pada pemulihan kesehatan setelah kembali dari tanah suci. "Makanan bergizi dan minum air yang bersih akan mendukung daya tahan tubuh," imbuhnya.

Sebagai bentuk antisipasi, PPIH Debarkasi Medan juga mengingatkan jamaah haji untuk tetap berhati-hati terhadap lingkungan baru. "Setelah menginap di asrama haji, ada kemungkinan paparan virus atau bakteri yang baru dikenali," kata Zulfan. Ia mengingatkan bahwa gejala penyakit bisa muncul secara perlahan, sehingga pemantauan rutin sangat diperlukan. "Jamaah haji bisa mengalami gejala keterlambatan, seperti diare atau mual, beberapa hari setelah tiba di Indonesia," jelasnya.

Dengan adanya peringatan ini, PPIH berharap jamaah haji dapat menjaga kesehatan pribadi dan mencegah penyebaran penyakit ke lingkungan sekitar. "Kita perlu memastikan bahwa setiap jamaah haji memiliki kesiapan untuk menghadapi berbagai kemungkinan penyakit," pungkas Zulfan. Ia yakin dengan peningkatan kesadaran akan meminimalkan risiko kesehatan setelah fase pemulangan selesai.