Key Discussion: Pemkot Makassar siap kolaborasi antardaerah perkuat layanan digital
Pemkot Makassar Siap Kolaborasi untuk Tingkatkan Layanan Digital
Key Discussion - Makassar, Jumat – Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong transformasi digital melalui kolaborasi antar daerah. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Muhammad Roem mengatakan, Kota Makassar bersedia berbagi pengalaman dan inisiatif teknologi dengan kota-kota lain untuk memperkuat layanan publik. Ini menjadi bagian dari upaya nasional meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan yang lebih efisien dan responsif.
Kolaborasi Melalui Platform LONTARA+
Pemkot Makassar saat ini sedang mengembangkan LONTARA+, sebuah platform digital yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah dalam satu aplikasi. Roem menyampaikan bahwa platform ini dirancang agar masyarakat bisa mengakses fitur pengaduan, informasi kependudukan, layanan kesehatan, hingga transaksi administrasi tanpa perlu berpindah antar-instansi. Key Discussion dalam forum digitalisasi menekankan bahwa sistem ini akan meningkatkan transparansi dan kecepatan respons terhadap kebutuhan warga.
Roem menjelaskan, keberhasilan Key Discussion dalam penerapan teknologi bergantung pada keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta komitmen pemimpin kota. Platform LONTARA+ berfungsi sebagai jembatan yang memudahkan pemerintah dan warga dalam berkomunikasi. Sistem ini juga memiliki fitur pemantauan real-time dan pengingat otomatis untuk memastikan tindak lanjut kebutuhan masyarakat.
Forum APEKSI Dorong Pemetaan Solusi Digital
Kolaborasi ini diperkuat oleh Forum Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) yang menjadi bagian dari Rakernas XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Medan. Selama acara tersebut, Roem menjelaskan bahwa banyak daerah mengapresiasi model Key Discussion Kota Makassar dalam menyelaraskan layanan digital. Mereka tertarik meneliti mekanisme koordinasi antar-OPD serta strategi menjaga konsistensi dalam penerapan teknologi.
Roem menambahkan, Key Discussion di Komdigi juga menjadi ruang untuk mendiskusikan tantangan dalam mengintegrasikan sistem digital. Daerah lain mempertanyakan langkah-langkah penyesuaian kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan pengelolaan platform. Ia menyambut antusiasme ini dengan harapan APEKSI menjadi wadah kolaborasi yang produktif.
“LONTARA+ adalah contoh nyata Key Discussion yang memperkuat pemerintahan yang dekat dengan warga,” ujarnya. Platform ini menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga kolaborasi dan semangat kerja sama antar instansi.
Roem menjelaskan, LONTARA+ telah melalui tahap pengembangan dan uji coba sebelum diluncurkan. Key Discussion tentang inisiatif ini menyoroti pentingnya adaptasi terus-menerus untuk memastikan kepuasan masyarakat. Dengan sistem yang diintegrasikan, layanan pemerintah menjadi lebih terukur, akuntabel, dan memudahkan masyarakat dalam berinteraksi dengan pemerintahan.